Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Effectiveness of Lavender Aromatherapy on Reducing Pain Intensity after 24 Hours Post Sectio Caesarea Ita Herawati; Putri Nurmala Sari; Budi Ermanto
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 9 No. SpecialEdition (2023): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v9iSpecial Edition.544

Abstract

Aims: Based on the 2018 Basic Health Research (Riskesdas) data, there was 81.5 percent of normal deliveries, and 17.6 percent of them were born by Section Caesarea. Delivery by SC can provide higher complications than giving birth vaginally or normally. One of the conditions that cause patient discomfort is pain. One of the non-pharmacological therapies to treat post-SC pain is lavender aromatherapy. Methods: Quantitative method employing a quasi-experimental design with a pre-post test design in one group (pretest-posttest design in one group). By diffusion, using a diffuser to emit a fragrant fragrance, a dose of 5-10 drops diluted with 20 ml of water is administered once every 60 minutes. This study's demographic consisted of post-Caesarean section patients treated at YPK Mandiri Hospital in December 2022. The sampling method was incidental sampling, and the sample size was forty respondents. Results: Prior to receiving lavender aromatherapy, there were 38 respondents with moderate pain (95%) and two respondents with mild pain; after receiving lavender aromatherapy, the intensity of pain decreased to mild. 39 respondents (97.5%) and 1 respondent (2.5%) continued to experience moderate pain. Aromatherapy with lavender is efficacious in reducing pain 24 hours after SC (Asymp. Sig). Conclusions: Lavender aromatherapy is effective in reducing pain 24 hours after SC; therefore, it is anticipated that lavender aromatherapy will become the primary therapy before patients are given pharmacological therapy, such as pain-relieving medications.
PERBEDAAN EFEKTIFITAS EDUKASI MEDIA LEAFLET DAN AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN PERAWATAN LUKA OPERASI PADA IBU NIFAS POST SECTIO CAESAREA: Differences in the effectiveness of Health Education Using Leaflet and Audiovisual Media on Knowledge of Surgery Wound Treatment in Postparta Caesaria Nurlaelasari, Diana; Ita herawati; Budi Ermanto
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. Supp-1 (2023): JIKep | Edisi Khusus 1 2023
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i3.1591

Abstract

Pendahuluan : Meningkatnya jumlah persalinan dengan bedah Sectio Caesarea (SC) berbanding lurus dengan peningkatan kejadian infeksi luka operasi (ILO). Pemberian informasi dari tenaga kesehatan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu dalam perawatan luka operasi. Tujuan: untuk mengetahui perbedaan efektifitas edukasi melalui media leaflet dan audio visual terhadap pengetahuan perawatan luka operasi pada ibu nifas post SC. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan Two group Pretest Posttest. Sampel penelitian terbagi dua kelompok. Kelompok media leaflet 24 responden dan kelompok media audiovisual 24 responden. Hasil: baik media leaflet maupun media audiovisual efektif sebagai media edukasi dalam peningkatan pengetahuan ibu nifas post SC (p value : 0,000), namun media audiovisual lebih efektif dibandingkan dengan media leaflet (p value : 0,000). Kesimpulan: edukasi perawatan luka post operasi bisa dijadikan prosedur tetap dalam asuhan kebidanan ibu nifas post SC.
EFEKTIVITAS PENYULUHAN KESEHATAN DENGAN METODE BRAINSTORMING DAN SIMULATION GAME TERHADAP PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TANDA BAHAYA MASA NIFAS: The Effectiveness of Health Counseling Using Brainstorming and Simulation Game Methods on Knowledge of Postpartum Mothers About the Danger Signs of the Postpartum Mother Febriyani, Shindy Amelia; Budi Ermanto
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 9 No. Supp-2 (2023): JIKep | Edisi Khusus 2 2023
Publisher : UPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33023/jikep.v9i4.1660

Abstract

Pendahuluan : WHO tahun 2020, menyebutkan sebanyak 295.000 wanita di seluruh dunia kehilangan nyawa mereka selama dan setelah kehamilan dan melahirkan. Angka Kematian Ibu  di Indonesia tahun 2020 sudah mencapai 230 per 100 ribu melahirkan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kematian ibu pada tahun 2020 sebesar 4.627 orang dengan sebagian besar disebabkan akibat pendarahan post partum. Penyebab kematian ibu saat kehamilan 20%, pada saat persalinan 30%, pada saat masa nifas 50%. Tujuan Penelitian : Mengetahui efektivitas penyuluhan kesehatan dengan metode brainstorming dan simulation game terhadap pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya masa nifas. Metode Penelitian : Quasi eksperimental dengan rancangan two group pretest-posttest design. seluruh ibu nifas di PMB Shindy Amelia Febriyani pada bulan Desember 2022 sebanyak 56 orang, teknik pemgambilan sampel yaitu total sampling. Hasil Penelitian : Sebagian besar tingkat pengetahuan ibu nifas sebelum diberikan penyuluhan kesehatan dengan metode brainstorming dan simulation game yaitu berpengetahuan kurang dan sesudahnya berpengetahuan baik. Ada efektivitas penyuluhan kesehatan dengan metode brainstorming dan simulation game terhadap pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya masa nifas. Kesimpulan dan Saran : Penyuluhan kesehatan dengan metode brainstorming lebih efektif meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang tanda bahaya masa nifas dibandingkan dengan metode simulation game. Diharapkan bidan lebih aktif dalam memberikan pendidikan kesehatan pada ibu hamil tentang deteksi dini tanda bahaya nifas.
Penerimaan Ibu Hamil Terhadap Mitos Kehamilan Di Lingkungan Desa Pancawati Bayu Laksamana Jati; Budi Ermanto; Yusniar; Rahayu Khairiah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3769

Abstract

Desa Pancawati kabupaten Karawang telah mengalami perubahan secara fisik, karena sudah mulai banyaknya developer perumahan yang membangun dan mengembangkan perumahan di sekitar wilayah desa tersebut, sehingga diperlukan kajian mengenai penerimaan oleh ibu hamil terhadap mitos yang berkembang di lingkungan tersebut, apakah dengan karakteristik ibu hamil yang berbeda-beda, dengan pergeseran nilai budaya di desa sebagai pengaruh dari perubahan fisik desa menjadi desa yang modern berdampak pada persepsi dan interpretasi ibu hamil mengenai mitos tersebut. Tujuan: untuk mengeksplorasi hubungan kepercayaan terhadap mitos kehamilan dan interpretasinya oleh ibu hamil di lingkungan desa pancawati Karawang , apa yang menjadi penyebab adanya hubungan tersebut dan faktor-faktor pendukung lainnya. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, melalui pendekatan indepth interview, dengan informan berjumlah 5 orang. Data hasil wawancara dianalisis dengan analisis kualitatif. Hasil; penelitian ini menunjukkan bahwa ibu hamil yang tinggal dilingkungan desa pancawati, masih mengikuti kebiasaan yang harus dilakukan ibu pada saat hamil dan juga pantangan/larangan yang harus dihidari oleh ibu hamil, dengan keyakinan jika pantangan itu dilanggar akan mengakibatkan hal buruk pada ibu dan bayi yang dikandugnya. Masyarakat desa pancawati juga masih mempertahankankan adat istiadat yang berkaitan dengan mitos kehamilan, sehingga lingkungan domisili tempat tinggal cukup berpengaruh untuk mempertahankan eksistensi mitos kehamilan tersebut. Selain lingkungan ada beberapa faktor lain yang cukup memiliki hubungan dalam penerimaan ibu hamil terhadap mitos, antara lain; karakteristik informan, pengetahuan seputar mitos kehamilan, peran pengaruh orangtua, minimnya pengetahuan tentang konsep kehamilan yang sehat, latar belakang budaya dan pengalaman.
Program Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Gizi Keluarga sebagai Upaya Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan : Pengabdian Bayu Laksamana Jati; Budi Ermanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2705

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi 21,6% pada tahun 2022, yang berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu faktor penyebab stunting adalah kurangnya pemahaman keluarga mengenai kesehatan reproduksi dan gizi ibu sejak masa kehamilan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan gizi keluarga sebagai upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondokgede, Kota Bekasi, dengan melibatkan 30 keluarga yang memiliki ibu hamil. Metode pelaksanaan mencakup tahap perencanaan, edukasi melalui penyuluhan interaktif dan simulasi praktik, serta pendampingan keluarga. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test menggunakan kuesioner, serta observasi praktik keluarga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait kesehatan reproduksi dan gizi sebesar [xx%], serta peningkatan keterlibatan keluarga dalam mendukung ibu hamil melalui praktik penyusunan menu gizi seimbang dan peran aktif suami. Program ini membuktikan bahwa edukasi berbasis keluarga dapat menjadi strategi efektif dalam upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan.
Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil melalui Edukasi Nutrisi dan Suplementasi Tepat Guna: Pengabdian Budi Ermanto; Bayu Laksamana Jati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.2722

Abstract

Latar Belakang: Anemia pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Jatibening. Data awal menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil mengalami kadar hemoglobin di bawah normal, yang berisiko terhadap kesehatan ibu dan janin. Upaya pencegahan melalui edukasi gizi dan suplementasi zat besi diharapkan mampu menekan angka kejadian anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi nutrisi dan pemberian suplementasi zat besi dalam mencegah anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Jatibening. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest without control group. Sampel penelitian adalah ibu hamil trimester II–III yang berkunjung ke Puskesmas Jatibening sebanyak 40 orang, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi gizi mengenai pentingnya zat besi dan asam folat, disertai suplementasi tablet Fe selama 3 bulan. Data kadar hemoglobin diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil setelah intervensi, dari 10,2 g/dL menjadi 11,8 g/dL (p < 0,05). Distribusi frekuensi juga menunjukkan penurunan proporsi ibu hamil yang mengalami anemia dari 56,7% menjadi 23,3%. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi gizi yang terarah, ditambah suplementasi zat besi tepat guna, efektif dalam menurunkan prevalensi anemia pada ibu hamil di Puskesmas Jatibening. Kesimpulan: Edukasi nutrisi dan suplementasi zat besi berpengaruh positif terhadap peningkatan kadar hemoglobin dan pencegahan anemia pada ibu hamil. Disarankan agar Puskesmas Jatibening meningkatkan program konseling gizi dan memperkuat pemantauan kepatuhan konsumsi suplemen pada ibu hamil, serta melibatkan keluarga dalam mendukung penerapan pola makan sehat.