Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Penggunnaan E-learning Melalui Aplikasi Cisco Webex Meeting Dalam Pengajaran Bahasa Inggris di SMAN 18 Makassar Novianti Pabanne; Siti Haliah Batau; Nurfaizah Sahib
THE ACADEMIC: ENGLISH LANGUAGE LEARNING JOURNAL Vol 7 No 2 (2022): THE ACADEMIC: ENGLISH LANGUAGE LEARNING JOURNAL
Publisher : Lembaga Jurnal FKIP Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.247 KB) | DOI: 10.52208/aellj.v7i2.379

Abstract

The objective of the research was to find out whether or not the use of E-Learning through Cisco Webex Meeting application enhance students’ writing skill at grade XII SMAN 18 Makassar. This research used an pre-experimental method. This research conducted in three steps such as pre-test, treatment, and post-test. The sample of this research is class IPA XII IPA 2 membered 27 students. Data colleting by using pre-test and post-test. After analyzing the data, the writer concluded that the use of the cisco webex meeting application in teaching English could enhance students’ writing of grade XII IPA 2 SMAN 18 Makassar it was proved with the mean score of the students in the pre-test was 52,96 and the post-test was 76,67. The calculated significance value is 0.000 less than 0.05 (P-value = 0.000 < 0.05). If the significance is less then 0,05 so, this research hypothesis is accepted. Thus the use of Cisco Webex application as a learning media can enhance students' writing skill at SMAN 18 Makassar.
EKSISTENSI MAHASISWA KAMPUS MENGAJAR ANGKATAN 5 DALAM MENINGKATKATKAN KETERAMPILAN LITERASI DAN NUMERASI SEKOLAH DASAR Restu Januarty Hamid; Nurfaizah Sahib; Aljuwanti
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Volume 02 Nomor 02 (Oktober 2023)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jhp2m.v2i2.553

Abstract

Literacy and numeracy are fundamental skills that academic staff members need to analyze any text or image in a variety of contexts. It is understandable that both literacy and student enrollment rates in Indonesia are very low. The Ministry of Education and Culture as a result introduced a program called Teaching Campus through the Merdeka Learning Kampus Merdeka (MBKM) initiative. This program motivates students to contribute in improving the education of students who are literate and numerate, Elementary Schools. Students continue to work tirelessly to support schools, teachers and students based on current circumstances and needs. Expanding literacy and numeracy education can connect more effectively. As a result, numeracy literacy instruction is very important to improve reading and arithmetic learning in elementary schools, as has been done at the Teaching Campus Batch 5. Carrying out literacy using letter cards, implementing the Quizizz application, and implementing numeracy using smart ladder media, numeration trees, and crossword puzzles can improve skills. Focusing on literacy and numeracy guidance activities, student use of technology, emotional intelligence, and the ability to create cool class characters for students. Keywords: Literation, Numeration, Freedom of Learning Independent Campus
PROGRAM PESANTREN KILAT DI SDN PATTINGALOANG 1 KOTA MAKASSAR St Muriati; Ersa Putri Ningsih; Nurfaizah Sahib; Muhammad Bakri; Anita Feronica; Muslimin Muslimin; Sunarti Sunarti
Jurnal Abdi Negeriku Vol 5, No 1 (2026): Jurnal Abdi Negeriku
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jan.v5i1.84069

Abstract

Program pesantren kilat di SDN Pattingaloang 1 Kota Makassar dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter dan motivasi ibadah peserta didik pada usia sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan motivasi ibadah serta pembentukan karakter religius peserta didik. Metode pengabdian dilakukan melalui tiga tahap yaitu observasi, pelaksanaan program, dan evaluasi. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi penyampaian materi keagamaan, sholat dhuha berjamaah, tadarus Al-Qur’an serta evaluasi melalui lomba ranking satu dan pemberian penghargaan. Hasil kegiatan ini menunjukkan kontribusi positif  terhadap motivasi dan kualitas ibadah serta penguatan iteraksi sosial antar peserta didik. Program ini juga menciptakan lingkungan belajar yang religius dan mendukung pembentukan karakter. Dengan demikian, program pesantren kilat berpotensi mendukung pengembangan karakter religius serta menumbuhkan motivasi ibadah peserta didik sekolah dasar. 
Pelatihan Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Humanistik Perbantuan Teknologi Interaktif Bagi Guru di Sekolah Dasar Zose Wirawan; Nurfaizah Sahib; Rampeng Rampeng; Fatma Fatma
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4285

Abstract

Dalam era digital, guru sekolah dasar dituntut mampu mengembangkan bahan ajar yang inovatif, humanistik, dan berbasis teknologi interaktif. Namun, masih banyak guru yang menggunakan bahan ajar konvensional serta mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan teknologi. Keunikan penelitian ini terletak pada pengintegrasian pendekatan humanistik dan teknologi interaktif dalam pelatihan pengembangan bahan ajar bagi guru sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar dalam mengembangkan bahan ajar berbasis humanistik berbantuan teknologi interaktif melalui kegiatan pelatihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi experimental) melalui model one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah guru sekolah dasar yang mengikuti pelatihan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, angket, dan observasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untuk melihat peningkatan kompetensi guru sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada nilai posttest dibandingkan dengan pretest. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan yang diberikan efektif dalam meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan bahan ajar. Pendekatan humanistik yang diterapkan dalam pelatihan mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan guru. Selain itu, penggunaan teknologi interaktif membantu guru dalam memahami materi secara lebih mudah dan aplikatif. Meskipun terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan, pelatihan tetap berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang positif. Dengan demikian, Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji penerapan bahan ajar berbasis humanistik berbantuan teknologi interaktif pada jenjang pendidikan yang berbeda dengan cakupan sampel yang lebih luas guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif dan dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.