Faisal Basri, Faisal
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Akademi Digital Lansia (ADL) Pada Jemaah Lansia GMIM Yarden Singkil Kampung Islam Kota Manado. Jafar, Muhammad Kamil; Taufani, Taufani; Jamaluddin, Yuliana; Basri, Faisal
TARSIUS : Jurnal Pengabdian Tarbiyah, Religius, Inovatif, Edukatif & Humanis Vol 5 No 1 (2023): 2023 Volume 5 Nomor 1
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/tarsius.v5i1.574

Abstract

Akademi digital lansia (ADL) merupakan salah satu program dari Tular Nalar yang dilaksanakan oleh MAFINDO. Tujuan dari kegiatan ini memberikan pelatihan literasi digital kepada warga lansia yang memiliki rentan usia dari 50 – 70 tahun agar mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengengola aplikasi daring yang mereka miliki, terutama dalam menghindari penipuan-penipuan dari berbagai pihak yang tidak bertanggung jawab. Dalam pelatihan ini mereka diberikan pengetahuan berkenaan dengan algoritma dalam pencaharian youtube dan keterampilan melakukan verifikasi berita serta website yang berbahaya untuk melakukan pencurian data pribadi. Hasil menunjukkan bahwa melalui akademi digital lansia dapat memberikan mereka pengetahuan dan keterampilan untuk mencegah berbagai kejahatan di dunia digital.
Penguatan Literasi Digital dan Budaya pada Siswa SMA Negeri 1 Langowan: Penguatan Literasi Digital dan Budaya pada Siswa SMA Negeri 1 Langowan Bahrain, Evira; Taufani; Jafar N, Muh Kamil; Hadirman; Musafar; Aisyiah Rasyid, Lisa; Alfyani, Nur; Hunawa, Rahmawati; Basri, Faisal
Al-Khidmah : Jurnal Pengabdian dan Pendampingan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian dan Pendampingan Masyarakat
Publisher : LPPM IAIN Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47945/al-khidmah.v3i2.1181

Abstract

Pengabdian dan Pendampingan dalam bidang pendidikan dan Keagamaan kepada siswa SMA Negeri 1 Langowan bertujuan untuk memberikan pemahaman literasi digital dan budaya, sehingga siswa dapat bermedia sosial secara positif. Hasil analisis data dari pre-test menunjukkan bahwa pemahaman literasi digital sebesar 17%, sedangkan hasil post-test menunjukkan bahwa pemahaman siswa setelah diberikan materi literasi digital sebesar 83. Artinya terdapat perubahan yang signifikan, sehingga pemahaman literasi digital dianggap efektif dalam menangkal kegiatan media sosial secara negatif.
Dari Ruang Ritual ke Ruang Sosial: Masjid sebagai Institusi Sosial Keagamaan dalam Perspektif Sosiologi Agama Basri, Faisal
Jurnal JINNSA (Jurnal Interdipliner Sosiologi Agama) Vol 5 No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jinnsa.v5i1.1823

Abstract

The mosque is a central religious institution in Muslim societies. However, its role is often narrowly understood as merely a place for ritual worship. This article aims to analyze the functions of the mosque from the perspective of the sociology of religion by conceptualizing it as a socio-religious institution with multidimensional roles in society. This study employs a qualitative approach through library research. Data were collected from classical and contemporary works in the sociology of religion, Islamic studies, and relevant scholarly articles, and analyzed using content analysis techniques. The theoretical framework draws on Émile Durkheim’s theory of social solidarity, Max Weber’s theory of social action, and Peter L. Berger’s theory of the social construction of reality. The findings indicate that the mosque performs several key functions: a ritual function that strengthens social solidarity and collective consciousness; a social function as a religious public space and a center of community integration; an educational function in transmitting and reproducing religious values; an economic function through the management of zakat, infaq, and almsgiving; and a cultural function as a symbol of identity and a site for negotiating religious values and local culture. This article argues that the mosque is a dynamic socio-religious actor with significant potential to contribute to the development of a religious, inclusive, and socially cohesive society. Strengthening the social functions of mosques is therefore essential to ensure their relevance in responding to contemporary social dynamics.