Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOSIALISASI PENGEMBANGAN SOFT SKILL PADA ANAK-ANAK PANTI ASUHAN PELITA HARAPAN MEDAN Winda Sri Astuti Doloksaribu; Purnama Yanti Purba; Maisara Batubara; Esther Pradja Anggriany Panggabean; Mangasi Butarbutar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.2123-2127

Abstract

Perkembangan teknologi digital saat ini memberikan perubahan perilaku pada anak dan masyarakat dalam melakukan aktivitas. Permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak panti asuhan Pelita Harapan adalah kurangnya pengetahuan dan ketrampilan soft skill, hal ini disebabkan karena minimnya pendidikan dan pelatihan yang diberikan. Anak-anak panti asuhan merupakan generasi bangsa yang membutuhkan perhatian, bimbingan dan perkembangan ketrampilan agar menjadi manusia yang berkualitas dan memiliki masa depan yang penuh harapan. Metode yang dilakukan dalam PKM adalah kualitatif deksriptif melalui diskusi dan pelatihan. Pelatihan soft skill yang diberikan dosen Universitas Prima Indonesia memiliki tujuan untuk melatih kemampuan berfikir anak-anak, mengembangkan potensi diri, memberikan motivasi untuk berfikir inovatif dan menghasilkan karya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dilingkungan untuk meningkatkan perekonomian di masa depan.
SOSIALISASI PENGEMBANGAN SOFT SKILL PADA ANAK-ANAK PANTI ASUHAN PELITA HARAPAN MEDAN Winda Sri Astuti Doloksaribu; Purnama Yanti Purba; Maisara Batubara; Esther Pradja Anggriany Panggabean; Mangasi Butarbutar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 6 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i6.2123-2127

Abstract

Perkembangan teknologi digital saat ini memberikan perubahan perilaku pada anak dan masyarakat dalam melakukan aktivitas. Permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak panti asuhan Pelita Harapan adalah kurangnya pengetahuan dan ketrampilan soft skill, hal ini disebabkan karena minimnya pendidikan dan pelatihan yang diberikan. Anak-anak panti asuhan merupakan generasi bangsa yang membutuhkan perhatian, bimbingan dan perkembangan ketrampilan agar menjadi manusia yang berkualitas dan memiliki masa depan yang penuh harapan. Metode yang dilakukan dalam PKM adalah kualitatif deksriptif melalui diskusi dan pelatihan. Pelatihan soft skill yang diberikan dosen Universitas Prima Indonesia memiliki tujuan untuk melatih kemampuan berfikir anak-anak, mengembangkan potensi diri, memberikan motivasi untuk berfikir inovatif dan menghasilkan karya dengan memanfaatkan sumber daya yang ada dilingkungan untuk meningkatkan perekonomian di masa depan.
Building Literacy Through Reading and Storytelling Movements at Sinar Jaya Indonesia Orphanage Winda Sri Astuti Doloksaribu; Maisara Batubara; Rahmat Alamsyah Harahap; Jarunjung Hutagaol; Mangasi Butarbutar; Lidya Natali Pasaribu; Mohd. Nawi Purba; Lina
GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): GANDRUNG: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/gandrung.v7i2.8918

Abstract

The current rapid development of technology allows literacy to be connected with technological, informational, and scientific literacy. A person's ability to read and write is the most fundamental aspect of developing broader literacy skills. The Indonesian population, according to the Central Statistics Agency, has only 10% interest in reading. This research uses a qualitative approach. The PKM activities were conducted using the Training and Mentoring method, where children were invited to read using the interactive storytelling method and the visual education method thru bilingual media using an English-Indonesian picture dictionary, which involved the use of interactive and colorful visual media. The result of the community service was that the activities were met with enthusiasm from both the foundation's chairman and the orphanage children. The storytelling method effectively alleviated the children's boredom with regular textbooks, fostering their curiosity and engaging them in interactive Q&A sessions during the story. This demonstrates that this method has proven to change the perception that reading is an exciting and enjoyable activity. With the distribution of colorful bilingual picture dictionaries, children are given an easier way to memorize everyday vocabulary, starting from body parts and objects around the house, thereby enriching their English vocabulary.