Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Sistem Peramalan Kebutuhan Spare Part Mobil Dengan WMA Finna Suroso; Gita Mustika Rahmah; Denny Riandhita Arief Permana
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol. 21 No. 2 (2023): JURNAL TEKNOLOGI DAN MANAJEMEN
Publisher : Politeknik STMI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52330/jtm.v21i2.136

Abstract

Pemangku usaha bengkel mobil dan motor dalam realitanya harus memiliki prioritas yang menjadi pembeda dengan pemangku usaha bengkel lainnya, salah satunya dalam pelayanan jasa pemeliharaan dan perbaikan kendaraan membutuhkan pengadaan dan penggunaan spare part. Permintaan akan spare part yang tepat dan efisien sangat penting untuk memastikan ketersediaan barang yang diperlukan dan menghindari penundaan dan keterlambatan serta menghindari buruknya pelayanan bengkel. Oleh karena itu, pengelolaan kebutuhan spare part yang baik sangat penting untuk menjaga operasional bengkel yang lancar. Permasalahan dari penelitian ini yaitu terkait upaya dalam peramalan kebutuhan spare part pada bengkel mobil. Hal ini melibatkan beberapa langkah, termasuk analisis permintaan, perencanaan persediaan, dan pengelolaan pesanan. Analisis permintaan bertujuan untuk memahami pola dan tren permintaan spare part. Dengan mempelajari data historis, bengkel dapat mengidentifikasi item yang paling sering diperlukan dan mengantisipasi kebutuhan di masa depan. Dengan melakukan peramalan kebutuhan spare part secara efektif, bengkel mobil dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya persediaan yang tidak perlu, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Metode yang digunakan untuk melakukan peramalan yaitu menggunakan weight moving average di mana penggunaan metode ini dianggap mampu memaksimalkan data histori untuk dapat memproses peramalan dari data. Penggunaan sistem informasi manajemen bengkel yang terintegrasi juga dapat memberikan keuntungan tambahan dari peramalan kebutuhan barang yang dibutuhkan. Melalui penggunaan perangkat lunak bengkel, bengkel dapat mengelola permintaan spare part secara lebih efisien dan akurat. Kesimpulannya, peramalan kebutuhan spare part pada bengkel mobil adalah aspek penting yang mempengaruhi operasional dan keberhasilan bengkel dengan adanya implemtasi sistem peramalan kebutuhan spare part untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya persediaan barang, dan memberikan layanan yang maksimal.
Developing Embedded Systems for E-Bike Rentals with Logistic Map-Based Token Generation Ahmad Juniar; Al Kautsar Permana; Finna Suroso; Gita Mustika Rahmah; Muchamad Taufiq Anwar
CommIT (Communication and Information Technology) Journal Vol. 20 No. 1 (2026): CommIT Journal (in press)
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research presents a novel electric bike rental system that operates efficiently without an internet connection. The system integrates a logistic map algorithm into an embedded microcontroller and a web-based rental information system. The logistic map has pseudo-random code generation properties, allowing identical activation tokens to be generated on both the server and the embedded system, enabling robust token validation on e-bike units. Users rent e-bikes by scanning a barcode on the e-bike unit. The barcode then directs the user to a web interface, where they can select the rental duration via a secure payment gateway. The rental system is pay-per-use, eliminating the need for deposits or account registration and enhancing user convenience. Once payment is verified, a message is sent containing the receipt details and an activation token that can be used on the e-bike. The obtained token generation and verification times are 0.68 ms and 0.72 ms, respectively. This test demonstrates the ability to generate tokens in real time without significant latency. However, this approach faces practical issues of token collisions and hardware limitations. Token collisions occur when a 9-digit token appears twice across five different ID tokens, with counters ranging from 1 to 10,000 for the same e-bike ID and rental duration. Rounding to significant digits causes this problem due to the microcontroller’s inherent limitations. However, these duplications occur at widely separated counters, making them difficult to exploit. This system effectively balances simplicity, security, and scalability for local e-bike sharing services.