Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KOSMOLOGI BUNYI : SIMBOLISME TRILOGI BANUA DALAM ENSAMBEL GONDANG SIPOTANG PADA MASYARAKAT PARBARINGIN Roventus Simamora, Swingly; Rithaony, Rithaony; Gulo, Hubari
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 13, No 2 (2026): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v13i2.2026.655-660

Abstract

Musik dalam tradisi kepercayaan Batak Toba tidak sekadar berfungsi sebagai estetika hiburan, melainkan sebagai teknologi spiritual yang memetakan tatanan alam semesta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis simbolisme kosmologis dalam ensambel Gondang Sapotang yang digunakan pada ritual Ulaon Gondang Saborginoleh komunitas Parbaringin Isumbaon di Desa Lobu Rappa, Kabupaten Asahan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnomusikologi, penelitian ini membedah struktur organologi dan pola musikal berdasarkan konsep "Trilogi Banua" (Tiga Dunia). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gondang Sapotang berfungsi sebagai "kosmogram bunyi" yang merepresentasikan struktur mikrokosmos dan makrokosmos. Secara spesifik, bunyi Ogung yang siklis merepresentasikan Banua Toru (Dunia Bawah) sebagai fondasi bumi, ritme Tagading merepresentasikan dinamika Banua Tonga (Dunia Tengah/Manusia), dan melodi Sarunemerepresentasikan suara Banua Ginjang (Dunia Atas/Ilahi). Selain itu, ditemukan adanya eskalasi tempo (accelerando) dalam repertoar yang menyimbolkan pendakian spiritual untuk mencapai transendensi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bagi penganut Parbaringin, memainkan musik adalah upaya merawat keseimbangan kosmis dan harmonisasi hubungan antara manusia, alam, dan pencipta.
Penggunaan Alat Musik Tambua pada Acara Baralek di Hamparan Perak, Deli Serdang Sitepu, Piere Steven Randall; Hutajulu, Rithaony; Sebayang, Vanesia Amelia
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 6, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei (In-Press)
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v6i1.1075

Abstract

This research discusses the use of the Tambua musical instrument in the Baralek ceremony (Minangkabau traditional wedding) held in Hamparan Perak, Deli Serdang. The study focuses on the presentation form, function, and symbolic meaning of the Tambua music within the context of the ritual. The approach used is qualitative descriptive ethnomusicology, with data collection through observation, in-depth interviews, and documentation. The key informants are members of Sanggar Tuah Sakato Medan, who are actively preserving Minangkabau musical practices in the migrant area (perantauan). The results show that the Tambua is presented as an ensemble (along with Tansa, Gandang, Talempong, and Bansi), with a dynamic musical structure that is integrated with every stage of the Baralek procession. The Tambua plays a role as the accompaniment for the traditional procession, a builder of the sacred atmosphere, and a medium for symbolic communication. The embedded symbolic meanings reflect core Minangkabau cultural values, such as mutual cooperation (gotong royong) and kinship ties. It can be concluded that the use of the Tambua in Baralek not only functions as an artistic expression but is also a marker of cultural identity as well as a vital medium for the preservation of Minangkabau tradition in the migrant land.