Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Peningkatan Literasi Pengetahuan Kesehatan dan Teknologi untuk Pencegahan dan Deteksi Penyakit Menggunakan Digital Image processing Lia Farokhah; Achmad Noercholis; Fadhli Almuiini Ahda; Muhammad Rofiq; Danang Arbian Sulistyo
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 5 No. 02 (2021): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era sekarang, penyakit muncul bervariasi. Alat kesehatan di Indonesia sangat bergantung dengan impor karena beberapa produk yang dibutuhkan tidak diproduksi di dalam negeri. Selain itu, harganya menjadi cukup mahal. Adapun tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan literasi mengikuti model The European Health Literacy Survey: the 12 subdimensions. Adopsi model ini diharapkan akan pada tahap dimensi menilai atau mengevaluasi informasi yang relevan dengan kesehatan. Metode yang digunakan adalah edukasi masyarakat khususnya perguruan tinggi yang memiliki fokus keilmuan teknologi dan kesehatan untuk meningkatkan literasi kesehatan. Adapun hasil yang didapatkan selama pengabdian melalui kolaborasi webinar adalah cukup bagus untuk meningkatkan literasi kesehatan. Hal ini didasarkan atas fakta saat proses tanya jawab dalam penggalian informasi. kolaborasi dua keilmuan yaitu kesehatan dan teknologi bisa membuat alat deteksi maupun pencegahan penyakit yang lebih murah namun akurat menggunakan sistem cerdas.
PEMODELAN SISTEM DETEKSI WAJAH SEBAGAI PENGHITUNG JUMLAH PENUMPANG TRANSPORTASI PUBLIK Fransiska Sisilia Mukti; Lia Farokhah; Nur Lailatul Aqromi
Jurnal RESISTOR (Rekayasa Sistem Komputer) Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal RESISTOR Edisi April 2021
Publisher : LPPM STMIK STIKOM Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/jurnalresistor.v4i1.834

Abstract

Bus is one of public transportation and as the most preferable by Indonesian to support their mobility. The high number of bus traffics then demands the bus management to provide the maximum service for their passenger, in order to gain public trust. Unfortunately, in the reality passenger list’s fraud is often faced by the bus management, there is a mismatch list between the amount of deposits made by bus driver and the number of passengers carried by the bus, and as the result it caused big loss for the Bus management. Automatic Passenger Counting (APC) then as an artificial intelligence program that is considered to cope with the bus management problems. This research carried out an APC technology based on passenger face detection using the Viola-Jones method, which is integrated with an embedded system based on the Internet of Things in the processing and data transmission. To detect passenger images, a webcam is provided that is connected to the Raspberry pi which is then sent to the server via the Internet to be displayed on the website provided. The system database will be updated within a certain period of time, or according to the stop of the bus (the system can be adjusted according to management needs). The system will calculate the number of passengers automatically; the bus management can export passenger data whenever as they want. There are 3 main points in the architecture of modeling system, they are information system design, device architecture design, and face detection mechanism design to calculate the number of passengers. A system design test is carried out to assess the suitability of the system being built with company needs. Then, based on the questionnaire distributed to the respondent, averagely 85.12 % claim that the Face detection system is suitability. The score attained from 4 main aspects including interactivity, aesthetics, layout and personalization
Implementasi SCRUM dalam Perancangan Aplikasi Emergency Button PMI Kota Malang Lia Farokhah; Fadhli Almu'iini Ahda; Lukman Hakim
Digital Zone: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 11 No. 1 (2020): Digital Zone: Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi
Publisher : Publisher: Fakultas Ilmu Komputer, Institution: Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.965 KB) | DOI: 10.31849/digitalzone.v11i1.3869

Abstract

Abstrak Palang Merah Indonesia (PMI) Malang merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. PMI membutuhkan media komunikasi yang efektif kepada masyarakat. PMI bertugas menanggulangi kecelakaan, kedaruratan medis dan mengevakuasi korban. PMI memiliki beberapa kendala dalam menjalankan tugasnya yaitu kurangnya peran serta pelapor atau masyarakat dalam melaporkan kejadian. PMI menerima laporan kejadian melalui media sosial atau komunitas sehingga penanganannya kurang cepat dan tanggap. Perancangan Aplikasi emergency button dirancang untuk memenuhi kebutuhan para stakeholder yaitu PMI dan masyarakat. Pengembangan rancangan sistem menggunakan metode SCRUM. Metode ini membuat timeline pekerjaan menjadi lebih tertata dan detail Penelitian ini mengukur tingkat prioritas produk backlogs. Prioritas produk backlog admin PMI, driver dan masyarakat atau pelapor cukup tinggi dengan prosentase sekitar 70-100%. Adapun satu fasilitas pelapor memiliki prioritas terendah sekitar 44% tentang pemberian feedback kepada PMI tentang kecepatan layanan yang diberikan kepada pelapor. Kata kunci: Kecelakaan, Darurat, Medis, PMI, SCRUM Abstract Palang Merah Indonesia (PMI) Malang is one of the social organizations engaged in social humanity. PMI requires effective communication media to the public. PMI has a duty to deal with accidents, medical emergencies and evacuate victims to health facilities. PMI has several obstacles in carrying out of their duties, namely the lack participation of the society. PMI receives incident reports through social media so that the handling is less fast and responsive. Emergency button application is designed to meet the needs of the stakeholders namely PMI and the community. Development of system design using SCRUM. This method makes the work timeline more organized and detailed. This research measures the priority level of backlog products. The backlog product priority of PMI administrator, driver and society are quite high with a percentage of around 70-100%. One report facility has the lowest priority of about 44% regarding providing feedback to PMI about the speed of service provided to the society. Keywords: Accident, Emergency, Medical, PMI, SCRUM
Peningkatan Ketersediaan Darah Sesuai Segmentasi Umur Menggunakan K-Means Clustering Titania Dwi Andini; Lia Farokhah
Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA) Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA)
Publisher : Program Studi Manajemen Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jamika.v12i2.7897

Abstract

Availability of blood at blood banks in Malang city fluctuates unevenly every month and every year. This greatly affects the demand for blood which is very high every day, especially during the current pandemic. To meet the high demand for blood, a program is needed that aims to attract Malang city residents, especially the productive age segment to donate blood so that the availability of blood every month can be met. This study aims to look at blood stock data from BPS (Central Statistics Agency) Malang City every month for three years (2018-2020) which will be clustered / grouped using K-Means method according to the productive age segmentation (17, 18-24, 25-44, 45-59 years) so that it will produce information when there will be an increase in blood donor raising program according to age segmentation by maximizing the month that is the favorite month of the age segmentation and the month that is quiet for donors. This research resulted in cluster groups based on months with analysis on the best number of clusters so that the evaluation resulted in knowledge that the highest month with many donors was October, while the lowest month with few donors was June and December. The government of Malang and related parties can make a program to increase and maximize the blood donor program in that month.
Perbandingan Hasil Evaluasi Algoritma K-Means dan K-Medoid Berdasarkan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Suastika Yulia Riska; Lia Farokhah
INTEGER: Journal of Information Technology Vol 8, No 1: Maret 2023
Publisher : Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.integer.2023.v8i1.3659

Abstract

Kegiatan Pariwisata merupakan salah satu kegiatan yang dapat mempengaruhi tingkat perekonomian suatu negara. Kegiatan pariwisata yang dapat menarik minat wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia menjadi salah satu kontribusi pendapatan untuk Negara Indonesia. Berdasarkan data dari BPS menunjukkan adanya penurunan yang signifikan dari jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk membentuk kelompok negara-negara berdasarkan jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia dari yang paling banyak hingga yang paling sedikit. Kemudian hasil pengelompokkan tersebut dapat digunakan sebagai acuan pemerintah untuk menerapkan strategi yang tepat untuk meningkatkan antusias wisatawan datang ke Indonesia. Algoritma yang digunakan untuk proses clustering adalah K-Means dan K-Medoids, dengan menerapkan nilai k=2, k=3, dan k=5. Proses evaluasi digunakan metode davies bouldin index. Hasil cluster terbaik dalam kasus ini adalah dengan menggunakan Algoritma K-Means dengan k=5, dan dengan hasil nilai davies bouldin index -0.302.
Implementasi Metode SCRUM dalam Perancangan Produk Backlog Sistem Cerita Desa Lia Farokhah; Fadhli Almu'iini Ahda; Lilis Widayanti; Vivi Aida Fitria
Jurnal Informatika: Jurnal Pengembangan IT Vol 5, No 1 (2020): JPIT, Januari 2020
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/jpit.v5i1.1658

Abstract

Abstract  The village is the smallest part of governance. Data from the Central Statistics Agency in 2018, villages have poverty greater than cities. The village has various weaknesses and strengths such as economics, psychology, engineering, skills, capital, successful application of hydroponic agriculture and others. On the other hand, collages have mandatory programs for the entire academic such as society dedication, research and internship programs for students. In the business sector, there are companies that are required to carry out CSR (Corporate social responsibility) to follow regulations in Indonesia. The problem of all actors is the inaccurate target of the distribution of aid in their soft skills and hard skills to bring their contribution to village development. Documentation and classification of problems and strengths in the village need to be mapped. Both of these relationships will be mutually beneficial subjects and objects in a development cycle. This study will examine the importance of the backlog product of the system model that will be developed using the SCRUM method. The results of the level of importance and priority of the backlog product will be used in system development and have an influence in determining the next stage of the Scrum method namely sprint planning meeting, sprint execution and scrum analysis. The results of the college backlog priority analysis are facilities 1,3,4,5,8,2 and 6. On the other hand, the priority order of backlog products for villages / communities is facility 1, 4,2,3,6,7,9, and 8 while Facility 5 is a very undesirable only 36%. The conclusions of the synchronization of two stakeholders based on their respective needs are facility 1, which is about the community's need for assistance from tertiary institutions and the needs of objects by tertiary institutions. Abstrak - Desa merupakan bagian terkecil dalam tata kelola pemerintahan. Data Badan Pusat Statistik tahun 2018, desa memiliki tingkat kemiskinan lebih besar dari kota. Desa memiliki berbagai kekurangan dan kelebihan seperti masalah, perekonomian, psikologi, bidang teknik, skill, permodalan, keberhasilan penerapan pertanian hidroponik dan yang lainnya. Disisi lain, perguruan tinggi memiliki banyak program wajib untuk seluruh civitas akademika dosen seperti pengabdian, penelitian dan program magang atau kuliah kerja nyata (KKN) bagi mahasiswa. Pada bidang bisnis, ada perusahan yang wajib melakukan CSR (Corporate social responsibility) sesuai aturan yang diberlakukan di Indonesia. Permasalahan ketiga aktor tersebut adalah kurang tepatnya sasaran penyaluran bantuan dalam softskill maupun hardskill yang mereka miliki untuk membawa kontribusinya bagi pembangunan desa. Dokumentasi dan klasifikasi permasalahan serta kelebihan yang ada di desa perlu dipetakan. Kedua hubungan ini akan menjadi subjek dan objek yang saling menguntungkan dalam sebuah siklus pembangunan.  Penelitian ini akan menguji tingkat kepentingan produk backlog dari model sistem yang akan dikembangkan menggunakan metode SCRUM. Hasil dari tingkat kepentingan dan prioritas produk backlog akan dipakai dalam pengembangan sistem dan memiliki pengaruh dalam menentukan tahap metode scrum berikutnya yaitu sprint planning  meeting, eksekusi sprint dan analisis scrum. Hasil analisis prioritas backlog perguruan tinggi adalah fasilitas 1,3,4,5,8,2 dan 6. Disisi lain, urutan prioritas produk backlog untuk desa/masyarakat adalah fasilitas 1, 4,2,3,6,7,9, dan 8 sedangkan Fasilitas 5 menjadi fasilitas yang sangat tidak diinginkan karena hanya 36 %. Adapun simpulan singkronisasi dua stakeholder berdasarkan kebutuhan masing-masing adalah adalah fasilitas 1 yaitu tentang kebutuhan masyarakat akan bantuan dari perguruan tinggi dan kebutuhan objek oleh perguruan tinggi. Kata Kunci - Teknologi, Desa, Permasalahan, Solusi, Singkronisasi
Pengukuran Penerimaan Sistem Kartu Rencana Studi (SIMAKA) di STMIK Asia Malang Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) Modifikasi Hwang dan Yi Lia Farokhah; Siti Nurul Afiyah
Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Asia Vol 10 No 1 (2016): Volume 10 Nomor 1 (8)
Publisher : LP2M INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS ASIA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan Sistem Informasi kartu rencana studi (KRS) STMIK Asia Malang sudah dipakai selama bertahun tahun. Sistem KRS yang ada memiliki dampak kemudahan bagi para mahasiswa dalam kegiatan KRS-an yang dilakukan setiap semesternya, di sisi lain manfaat yang dirasakan masih belum optimal bagi para mahasiswa. Sistem KRS yang ada hanya dipandang sebagai kewajiban mahasiswa terhadap institusi karena sistem itu diimplementasikan pihak kampus dalam pengisian Kartu Rencana Studi (KRS). Hal ini dikemukakan mahasiswa dalam pertanyaan yang dikemukakan melalui kuesioner bagian II yaitu wawancara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan dan tingkat penerimaan pengguna sisem Kartu Rencana Studi (KRS) STMIK Asia Malang dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) yang telah dikembangkan lebih lanjut oleh Hwang dan Yi. Hubungan regresi antar konstruk dalam TAM diteliti dengan Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan software SmartPLS versi 3.0 M3. Penelitian dilakukan terhadap 120 responden pengguna sistem KRS dengan menyebar kuesioner yang berisi 24 indikator pengukur konstruk laten untuk menjawab delapan hipotesis yang diajukan. Hasil pengujian menggunakan = 0,05 menunjukkan bahwa Pengaruh Computer Self-Efficacy (CSE) terhadap Perceived Ease of Use (PEOU) dengan nilai korelasi sebesar 0,589 (H1 diterima), Computer Self-Efficacy (CSE) terhadap Actual System Use (ASU) dengan nilai korelasi sebesar 0,181 (H2 ditolak), PEOU terhadap Perceived Of Usefulness (POU) dengan nilai korelasi sebesar 0,683 (H3 diterima), PEOU terhadap Attitude Toward Using (ATU) dengan nilai korelasi sebesar 0,088 (H4 ditolak), POU terhadap ATU dengan nilai korelasi sebesar 0,733 (H5 diterima), POU terhadap Behavioral Intention To Use (BITU) dengan nilai korelasi sebesar 0,055 (H6 ditolak), ATU terhadap BITU dengan nilai korelasi sebesar 0,715 (H7 diterima), dan BITU terhadap Actual System Use (ASU) dengan nilai korelasi sebesar 0,384(H8 diterima). Artinya ada tiga hipotesis yang ditolak dimana kemampuan berkomputer secara mandiri (CSE) baik atau sebaliknya tidak mempengaruhi kenyamanan penggunaan secara nyata (ASU) dan kemudahan yang dirasakan (PEOU) terhadap sikap positif untuk menggunakan sistem tersebut (ATU) tidak mempunyai pengaruh positif, Persepsi manfaat dalam penggunaan sistem (POU) tersebut tidak mampu memberikan kepercayaan responden dalam meningkatkan penggunaan (BITU) tidak mempunyai pengaruh positif. Dari tiga hipotesis yang ditolak ada dua hipotesis yang harus menjadi perhatian yaitu persepsi kemudahan (PEOU) dan persepsi manfaat (POU) yang tidak berpengaruhi secara positif terhadap penggunaan dan peningkatan penggunaan sistem. Hal ini mengindikasikan adanya kelemahan sistem yang belum bisa diterima oleh user dalam pemakaian sistem. Indikasi tersebut bisa dibandingkan dengan hasil evaluasi kuesioner bagian II yaitu wawancara terhadap responden terhadap kendala dan pandangan tentang sistem yang sudah ada dimana mengarah kearah harus adanya perbaikan dan pengembangan sistem yang lebih baik lagi.
Sistem Pakar Penentuan Kualitas Garam di Desa Sedayulawas Kabupaten Lamongan Menggunakan Metode Forward Chaining Fadhli Almu'iini Ahda; Gandes Nawang Sari; Lia Farokhah
Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Asia Vol 14 No 1 (2020): Volume 14 Nomor 1 (8)
Publisher : LP2M INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS ASIA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jitika.v14i1.447

Abstract

Garam merupakan salah satu kebutuhan yang menjadi pelengkap dari kebutuhan pangan, dan merupakan sumber elektrolit bagi tubuh manusia. Garam banyak dimanfaatkan sebagai bumbu dapur dalam rumah tangga, pembuatan kosmetik, kaca, dan lain sebagainya. Pembuatan garam dilakukan dengan meratakan petak tambak yang sudah diisi air laut dan dengan bantuan sinar matahari air laut ini mengkristal dan menjadi butiran-butiran garam. Proses ini berlangsung rutin pada musim kemarau di daerah (pesisir) penghasil garam, dari bulan Juni hingga bulan November atau mulai turunnya hujan pada awal Desember, yang menjadi permasalahan petani garam adalah bagaimana cara menentukan kualitas garam tersebut. Dalam menentukan kualitas garam, sistem pakar digunakan untuk menentukan kualitas tersebut. Untuk itu metode yang digunakan adalah Forward Chaining. Metode ini dipilih karena mampu menentukan kualitas berdasarkan fakta yang ada yaitu seperti warna garam, rasa garam, dan bentuk garam. Dengan teknik pencarian fakta kemudian mencocokkan fakta tersebut dengan bagian IF, maka rule dieksekusi dan sebuah fakta baru THEN dan diimplementasikan dengan pemrograman berbasis web dan ditambahkan kedalam database MySQL untuk membantu pengolahan data. Setelah melakukan perancangan dan implementasi dari permasalahan, maka pengujian dilakukan dengan menggunakan black box. Pengujian ini untuk membuktikan sistem pakar untuk menentukan kualitas garam sudah sesuai dengan yang diharapkan yaitu mencapai 100%.
Penerapan Data Mining Menggunakan K-Means Clustering Dalam Mengelompokkan Tingkat Kesulitan Mata Pelajaran Fauji, Fahrul; Farokhah, Lia
Journal of Information System Research (JOSH) Vol 6 No 3 (2025): April 2025
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/josh.v6i3.6959

Abstract

SMA Kertanegara Malang is committed to providing and improving the quality of education to its students. One of the main challenges that is often faced is that there are certain subjects that students consider difficult. Difficult subjects often become an obstacle for students to achieve satisfactory grades. One approach that can be taken is Data Mining. The analysis technique used is the K-Means algorithm, Clustering method. The Elbow method helps in determining the right number of clusters for the data that has been processed. The results of the Elbow method in this research are the most optimal cluster value, namely K= 3 based on the Within-Cluster Sum Of Square value of 104.5298167. The data used are the report cards of class The aim of this research is to determine what groups of subjects are considered difficult. The research results after 163 data were transformed into 30 data obtained 3 optimal clusters using the Elbow method, namely Cluster_1 with a difficult subject category containing 8 subjects. Cluster_2 with the medium difficulty level lesson category contains 10 subjects. Cluster_3 with the easy lesson category contains 12 subjects. The results of this grouping can be used by teachers at SMA Kertanegara Malang to provide more assistance to students, especially in subjects that are categorized as difficult.
Sistem Pelacakan Administrasi Desa Ardimulyo Berbasis Bot Api Telegram Machrus, Machrus; Farokhah, Lia
Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Asia Vol 17 No 1 (2023): Volume 17 Nomor 1 (8)
Publisher : LP2M Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jitika.v17i1.892

Abstract

Sistem pelacakan administrasi desa Ardimulyo berbasis bot api telegram merupakan sebuah sistem yang digunakan sebagai sumber informasi desa. Sistem ini menangani kendala terkait pengajuan dan pelacakan surat secara manual yang mengakibatkan masyarakat harus datang beberapa kali ke kantor desa. Dengan menggunakan sistem ini, desa dapat memberikan pelayanan yang bagi masyarakat ardimulyo secara efektif. Metode yang digunakan dalam pengembangan sistem ini waterfall. Visualisasi sistem digambarkan menggunakan DFD (Data Flow Diagram) dengan tiga pihak terkait yaitu admin desa, masyarakat dan pegawai. Hasil pengujian penelitian ini menggunakan blackbox testing dimana dari 5 fungsionalitas yang diuji yaitu login, pelacakan surat, notifikasi, update status proses dan surat keluar menghasilkan hasil sesuai yang diinginkan. sired results