Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Teaching Arabic Pegon through the AIR (Auditory Intellectually Repetition) Learning Model for New Female Students at the Tahfizh al-Qur'an Islamic Boarding School, Lirboyo Siti Wahyuni; Tri Handriani
AL GHAZALI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Jami Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69900/ag.v5i2.467

Abstract

  This study aims to describe the implementation of the AIR (Auditory, Intellectually, Repetition) teaching model in Arab Pegon learning for new students of Class IV A1 at the Tahfizhil Qur’an Lirboyo Female Islamic Boarding School in Kediri, as well as to analyze the learning outcomes achieved. The AIR teaching model integrates three main stages: listening to explanations and asking questions for clarification (auditory), thinking critically and solving problems (intellectually), and repeating the material (repetition). This method was implemented to guide new students who require intensive assistance, both in mastering the technical aspects of reading and writing Arab Pegon and in building Islamic character.The results indicate that the application of the AIR teaching model significantly improves students’ ability to read Arab Pegon texts fluently, write accurately and neatly, comprehend text meanings, and translate them correctly into Indonesian. Learning success is influenced by factors such as students’ initial abilities, learning motivation, teaching methods and media, time availability, and facilities. Various supporting strategies were applied, including memorization, language comparison, translation, qosidah, and hands-on practice, tailored to the needs and learning styles of the students.These findings affirm that the AIR teaching model is effective in enhancing Arab Pegon literacy among new students in the pesantren environment, provided it is supported by varied teaching methods, effective time management, and a conducive learning environment.
Internalisasi Nilai-Nilai Aswaja Melalui Pembelajaran PAI Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di SMP HM Lirboyo Papar Kediri Ibnu Ngubaidillah; Siti Wahyuni; Syaifudin Zuhri
MEDIA DAN STRATEGI PEMBELAJARAN Vol 3 No 2 (2026): International Journal of Teaching
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/ijt.v3i2.1184

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi internalisasi nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai upaya strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang religius, toleran, moderat, serta adaptif terhadap dinamika globalisasi. Dalam konteks pendidikan di lingkungan pesantren dan sekolah, nilai-nilai Aswaja tidak hanya dipahami sebagai materi keilmuan, tetapi juga sebagai landasan etik dalam pembentukan perilaku dan kepribadian peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada proses penanaman nilai-nilai Aswaja serta implikasinya terhadap pembentukan karakter peserta didik di SMP HM Lirboyo Papar Kediri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam proses internalisasi nilai-nilai Aswaja dalam pembelajaran PAI serta mengidentifikasi implikasinya terhadap perkembangan karakter peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pemilihan pendekatan tersebut didasarkan pada kebutuhan untuk memahami fenomena secara holistik dalam konteks alaminya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai Aswaja dilaksanakan melalui integrasi nilai tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i‘tidal dalam materi pembelajaran PAI, pembiasaan kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan sekolah, serta keteladanan guru dan pengasuh pesantren. Proses tersebut tidak hanya berlangsung pada ranah kognitif, tetapi juga mencakup ranah afektif dan psikomotorik, sehingga nilai-nilai Aswaja dapat diwujudkan dalam perilaku peserta didik. Implikasi penanaman nilai tersebut teridentifikasi melalui penguatan kesadaran beribadah, tumbuhnya sikap ukhuwah Islamiyah dan toleransi antarpeserta didik, serta berkembangnya karakter disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan sopan santun. Dengan demikian, penanaman nilai-nilai Aswaja melalui pembelajaran PAI di SMP HM Lirboyo Papar Kediri menunjukkan peran penting dalam membentuk karakter peserta didik yang religius, moderat, toleran, dan berakhlak mulia dalam konteks pendidikan Islam berbasis pesantren.