p-Index From 2021 - 2026
1.573
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Fisikokimia Kualitas Air Reverse Osmosis (RO) di PT. XYZ Indra Hariyanto; Lia Amalia
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24510

Abstract

Air merupakan kebutuhan esensial bagi manusia, namun kualitasnya dapat memengaruhi kesehatan sehingga perlu memenuhi standar tertentu. Pada industri minuman, air hasil pengolahan Reverse Osmosis (RO) harus diuji untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas air RO berdasarkan parameter fisika dan kimia sebagai bentuk pengendalian mutu. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional yang dilakukan di PT XYZ pada periode Juli–Agustus 2025. Sampel air RO diambil secara berkala (harian) sebanyak 100–250 mL, kemudian diuji parameter fisika (bau, warna, rasa, kekeruhan, TDS) dan kimia (pH) menggunakan pH meter, TDS meter, dan turbidity meter. Data dianalisis dengan membandingkan hasil pengujian terhadap standar mutu air demineral SNI 6241:2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter memenuhi standar mutu. Air tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa. Nilai pH berkisar 5,5–6,5, kekeruhan 0,36–0,71 NTU, dan TDS 4,86–9,73 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem RO bekerja optimal dalam menghilangkan kontaminan dan menghasilkan air dengan tingkat kemurnian tinggi. Penelitian ini terbatas pada parameter fisika dan kimia, sehingga diperlukan analisis lanjutan pada parameter mikrobiologi. Secara keseluruhan, air RO layak digunakan sebagai bahan baku industri minuman karena memenuhi standar mutu yang ditetapkan.
Pengawasan Mutu Proses Produksi Mi Instan Gaga Goreng Spesial di PT. Jakarana Tama Ciawi – Bogor Siti Ariska Yuliyana; Lia Amalia
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 6 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i6.24547

Abstract

Mi instan merupakan produk pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia sehingga memerlukan pengawasan mutu yang ketat untuk menjamin keamanan dan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pengawasan mutu pada proses produksi mi instan Gaga Goreng Spesial di PT Jakarana Tama dengan menggunakan metode praktik kerja lapang, observasi, wawancara, analisis data, dan studi pustaka melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengawasan mutu dilakukan secara menyeluruh meliputi bahan baku, proses produksi, dan pengemasan. Pengawasan bahan baku mencakup pemeriksaan fisik, kimia, dan organoleptik sesuai standar SNI, sedangkan pada proses produksi dilakukan pengendalian pada setiap tahapan seperti pencampuran, pengepresan, pengukusan, hingga penggorengan yang merupakan Critical Control Point (CCP). Pengawasan pada tahap pengemasan meliputi uji kebocoran, pengecekan kode produksi, serta pengujian produk akhir secara kimia, mikrobiologi, dan organoleptik. Secara keseluruhan, penerapan pengawasan mutu yang konsisten mampu memastikan produk memenuhi standar keamanan pangan, menjaga kualitas, serta meningkatkan kepercayaan konsumen.
Perbandingan Talas dan Tepung Terigu terhadap Karakteristik Kimia dan Sensori Donat Sekar Wiraningrum; Lia Amalia; Raden Siti Nurlaela
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 1 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i1.15699

Abstract

Donat ialah satu diantara makanan yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Pembuatan donat tidak hanya dengan menggunakan tepung terigu dalam pembuatan donat dapat disubtitusikan dengan talas.  Penelitian ini bertujuan untuk membuat diversifikasi donat dengan subtitusi talas dan tepung terigu, serta memperoleh karaktersitik sensori, hedonik dan kimia. Rancangan penelitian ini memanfaatkan RAL (Rancangan Acak Lengkap) suatu faktor dalam rasio enambahan pure talas serta tepung terigu menggunakan lima taraf perlakuan yaitu A1 (400:250), A2 (375:275), A3 (350:300), A4 (325:325), A5 (300:350) dengan dua kali pengulangan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan sidik ragam analysis of variant (ANOVA) melalui uji lanjut Duncan pada kepercayaan 95%. Hasil uji hedonik berpengaruh secara nyata terhadap overall donat, namun tidak berdampak nyata pada warna, aroma, rasa dan tekstur. Pada uji sensoris untuk semua parameter berpengaruh secara nyata terhadap mutu aroma, mutu rasa dan mutu tekstur donat namun tidak berpengaruh nyata pada mutu warna. Hasil uji karakteristik kimia donat talas menunjukkan bahwa setiap perlakukan dihasilkan telah memenuhi syarat mutu donat (SNI) 8372:2018 dengan kadar air minimal 25,40%, kadar karbohidrat yang dihasilkan 53,03%-55,68%, kadar protein sebesar 6,20%-7,02%, kadar lemak sebesar 11,80-11,83 dan kadar abu sebesar 0,88%-1%.
Evaluasi Sistem Sanitasi pada Proses Produksi di PT. X sebagai Upaya Menunjang Keamanan Pangan Syalwa Dania Putri; Lia Amalia; Muhammad Fakih Kurniawan
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21517

Abstract

Sanitasi merupakan faktor penting dalam menjamin keamanan pangan di industri makanan ringan. PT. X sebagai produsen sereal berkomitmen menjaga kualitas produk melalui penerapan sanitasi yang baik. Namun, belum diketahui secara detail bagaimana praktik sanitasi diterapkan di lapangan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi sistem sanitasi secara menyeluruh. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung dan wawancara kepada beberapa informan di PT. X. Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan standar CPPOB dan ISO 22000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. X telah menerapkan sanitasi personal, lingkungan, peralatan, dan pengolahan limbah secara cukup baik. Karyawan menggunakan APD, fasilitas kebersihan tersedia memadai, dan limbah dikelola dengan sistem IPAL. Meski demikian, ditemukan beberapa kelemahan, seperti kurang optimalnya penggunaan APD karena kenyamanan dan keterbatasan waktu pembersihan mesin saat produksi padat. Selain itu, beberapa area seperti ruang pencucian alat masih terbuka sehingga berisiko terjadi kontaminasi silang. Penelitian ini memberikan gambaran nyata tentang praktik sanitasi di industri makanan ringan. Batasan studi adalah lingkupnya hanya mencakup satu perusahaan dalam waktu terbatas. Studi lanjutan disarankan mencakup lebih banyak objek untuk validasi temuan yang lebih luas.
Penerapan Sanitasi pada Produksi Air Minum dalam Kemasan (AMDK) 220 ML di PT. XYZ, Pelabuhan Ratu Ullyanna Rachmah Sugandi; Lia Amalia
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21533

Abstract

Air baku yang telah dibersihkan, dikemas, dan dibuat aman untuk digunakan oleh manusia dikenal sebagai air minum dalam kemasan (AMDK). Penerapan sanitasi di sebuah industri sangat penting untuk memastikan bahwa produk yang diproduksi berkualitas tinggi dan aman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana PT XYZ, Pelabuhan Ratu, menerapkan sanitasi AMDK 220 mL. Metodologi penelitian ini adalah penelitian lapangan, yang mencakup sejumlah kegiatan di lapangan, pengumpulan data, tinjauan literatur, serta wawancara dan diskusi. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data. Penerapan sanitasi pada AMDK kemasan cup 220 mL yang diterapkan oleh PT. XYZ, Pelabuhan ratu antara lain yaitu sanitasi peralatan produksi dan sanitasi lingkungan. Penerapan sanitasi peralatan produksi meliputi penampungan air, reservoir tank I, ravid sand, slow sand, reservoir sand II, sand filter, carbon filter, catridge filter, sinar UV, ozon generator, finish tank, pipa-pipa, dan cup sealer. Sedangkan penerapan sanitasi lingkungan meliputi sanitasi ruang produksi, sanitasi ruang filling dan sanitasi ruang pengepakan. Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No. 75/M-Ind/Per/7/2010 mengatur tentang pembersihan dan sanitasi mesin dan peralatan produksi PT XY.  Hal ini memungkinkan konsistensi dalam penerapan sanitasi yang sesuai dengan hukum yang berlaku.
Proses Produksi dan Pengendalian Mutu Yogurt di PT. Q Ahmad Miftahul Rizki; Lia Amalia; Raden Siti Nurlaela
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21592

Abstract

Yogurt merupakan produk olahan susu hasil fermentasi yang digemari karena memiliki cita rasa khas, tekstur lembut, serta manfaat kesehatan. Meskipun konsumsi yogurt di Indonesia terus meningkat, kajian mengenai proses produksi dan pengendalian mutu pada skala industri masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tahapan produksi yogurt di PT. Q serta menganalisis parameter mutu yang diuji pada setiap proses. Penelitian dilaksanakan melalui praktik lapang selama satu bulan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan staf produksi dan quality control, serta dokumentasi hasil uji mutu (pH, Brix, total solid, dan organoleptik). Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menyajikan hasil pengamatan dalam bentuk narasi dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi yogurt di PT. Q telah memenuhi standar mutu internal perusahaan dan regulasi keamanan pangan. Nilai pH menurun dari 6,55 pada tahap mixing menjadi 4,31 pada storage tank, menunjukkan keberhasilan fermentasi. Nilai Brix mengalami fluktuasi, yaitu meningkat dari 24,35 menjadi 25,29 pada culture tank, lalu menurun menjadi 20,30 setelah fermentasi. Total solid tercatat rata-rata 24,81%, yang mendukung tekstur kental yogurt. Uji organoleptik pada seluruh tahapan menunjukkan hasil “OK”, menandakan produk sesuai standar kualitas. Batasan penelitian ini adalah pengamatan hanya dilakukan selama satu periode praktik lapang, sehingga belum mencakup variasi proses dalam jangka panjang. Temuan ini memberikan kontribusi dalam memahami penerapan teknologi pangan di industri dan dapat menjadi acuan untuk peningkatan mutu serta efisiensi produksi yogurt di masa depan.
Penerapan Sistem Penerimaan Bahan Baku Halal pada PT. Gizi Indonesia Muhammad Ikbal Rambe; Noli Novidahlia; Lia Amalia; Aminullah
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21610

Abstract

Sistem Penerimaan Bahan Baku Halal merupakan bagian integral dari Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) yang bertujuan memastikan kehalalan bahan baku yang digunakan dalam proses produksi suatu produk. PT. Gizi Indonesia bergerak pada sektor industri kosmetik yang berbasis bahan alami berupa ekstrak. Kosmetik merupakan produk wajib bersertifikat halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem penerimaan bahan baku pada PT. Gizi Indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode yang menggunakan studi pustaka atau berbagai literatur sebagai sumber informasi yang telah dilakukan sebelumnya. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Hal ini dilakukan agar penyusunan data yang sudah didapatkan kemudian dipaparkan dan dianalisis sehingga bisa menginformasikan bagi pemecahan masalah yang dihadapi. Salah satu hal yang menentukan terpenuhinya kriteria jaminan halal adalah proses penerimaan bahan baku, dimana bahan baku merupakan asal mula dihasilkannya produk halal sehingga terjaminnya bahan baku yang digunakan menjadi sangat penting untuk diperhatikan. PT Gizi Indonesia dalam hal ini sudah mengatur prosedur tetap untuk menjamin bahwa setiap bahan baku yang masuk dan digunakan terjamin kehalalannya sehingga bisa menghasilkan produk berkualitas yang juga terjamin kehalalannya.
Review Jurnal Perubahan Mutu Kimia dan Sensori Nugget Tempe dengan Penambahan Wortel (Daucus carota L.) Selama Penyimpanan Haura Luthfiya Azzahra; Sri Rezeki Retna Pertiwi; Lia Amalia
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.21619

Abstract

Nugget merupakan produk makanan yang memerlukan penyimpanan pada suhu rendah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh lama penyimpanan terhadap perubahan mutu kimia dan sensori nugget berbahan baku tempe dan wortel pada penyimpanan suhu beku (-10°C) dan suhu dingin (10°C). Metode penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental dengan dua kondisi penyimpanan dan lima interval waktu (0, 5, 10, 15, 20 hari). Nugget tempe wortel disimpan selama 20 hari, dengan pengujian kadar air,abu, protein, serat kasar, mutu sensori, dan hedonik pada hari ke-0,5,10,15, dan 20. Hasil Penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar air dan mutu sensori, serta peningkatan kadar abu,protein, dan serat kasar selama penyimpanan. Meskipun terjadi perubahan, mutu kimia nugget tempe wortel masih memenuhi standar SNI 6683-2014 (kadar air < 60%, protein > 12%). Secara sensori, nugget tempe wortel layak dikonsumsi hingga ke-15 pada penyimpanan beku, dan hari ke-10 pada penyimpanan dingin.
Karakteristik Kimia dan Sensori Abon Cabai Merah Keriting – Terasi Nurhaeni Syifa; Lia Amalia; Noli Novidahlia
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 10 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i10.21673

Abstract

Abon cabai adalah produk olahan dari cabai kering yang digiling halus dan diperkaya oleh bumbu dan rempah, serta berpotensi dalam meningkatkan efisiensi pemasaran cabai melalui diversifikasi. Studi ini ditujukan untuk mengetahui karakteristik kimia dan sensori abon cabai merah seiring penambahan bubuk terasi. Penelitian disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas satu faktor dengan tiga taraf perlakuan, yaitu A1 (10 g bubuk terasi), A2 (20 g bubuk terasi), dan A3 (30 g bubuk terasi). Analisis mencakup uji kimia (kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, dan serat kasat), uji sensori (uji mutu sensori dan uji hedonik). Data dianalisis secara statistik menggunakan sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengna uji lanjut Duncan taraf 95%. Penentuan produk terpilih abon cabai merah terasi menggunakan metode De Garmo, abon cabai merah dengan penambahan bubuk terasi 30 g memiliki nilai produktifitas tertinggi sebesar 0,58 dengan kadar air berkisar 7,05%, abu berkisar 28,10%, protein berkisar 20,10%, lemak berkisar 12,01%, karbohidrat berkisar 33,05%, serta serat kasar berkisar 19,25%.
Implementasi Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) pada Industri Skala UMKM: Studi Kasus CV. Amal Mulia Sejahtera Qatrun Nada Aghia Samsu; Lia Amalia
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 4 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i4.23510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) pada industri herbal skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di CV Amal Mulia Sejahtera, Bogor. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung di lapangan, wawancara dengan pihak Quality Assurance dan Quality Control, serta penelaahan dokumen terkait SJPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CV Amal Mulia Sejahtera telah mengimplementasikan sebagian besar kriteria utama SJPH, mencakup komitmen dan tanggung jawab manajemen, pengendalian bahan baku, penerapan proses produksi halal, serta sistem keterlacakan (traceability) produk. Meskipun demikian, pelaksanaan audit internal dan kaji ulang manajemen belum dilakukan secara formal dan terdokumentasi. Secara umum, penerapan SJPH memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu produk herbal dan kepercayaan konsumen. Namun, diperlukan penguatan pada aspek evaluasi dan pemantauan agar implementasi SJPH dapat berjalan secara lebih optimal dan berkelanjutan.