Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Perkembangan Jiwa Keagamaan Pada Fase Remaja Akhir Ramadhan Lubis; Setia Ningsih; Singgih Kusworo; Cahaya Maharani Sitompul
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.400

Abstract

Masa remaja merupakan masa perubahan dari masa anak-anak menuju masa dewasa yang sangat rentan akibat masa penyesuaian terhadap perubahan baik secara fisik maupun psikis fisik, psikis dan emosional yang timbul pada remaja. Masa remaja dibagi menjadi tiga periode, yaitu fase remaja awal antara usia 12 sampai 15 tahun, fase remaja pertengahan antara usia 15 dan 18 dan remaja akhir antara usia 18 dan 21 tahun. Perkembangan jiwa keagamaan pada remaja akhir sangat patut dan menarik untuk diteliti. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis perkembangan jiwa keagamaan pada remaja akhir yang tercapai. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data menggunakan teknik wawancara. Subjek penelitiannya seorang remaja akhir yakni Sekar Audia, usia 20 tahun yang beralamatkan Huta I Boluk, Kec. Bosar Maligas, Kab. Simalungun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa narasumber hanya menuntut ilmu agama hanya di sekolah formal aja dan pendidikanya tidak pada pendidikan agamis, jadi pembelajaran agama yang di dapatkan juga tidak terlalu mendalam. Pada fase remaja akhir ini pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikis telah mendekati sempurna, maka perkembangan keagamaan pada remaja pun sudah mendekati lebih baik dari pada masa kanak-kanak, akan tetapi pada narasumber tidak ada peningkatan yang signifikan.
PENGARUH MEDIA RODA PUTAR PELANGI TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKN DI KELAS III MIN 7 KOTA MEDAN Siti Rubiah Dalimunthe; Ramadhan Lubis; Eka Yusnaldi
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober : Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jipa.v2i4.925

Abstract

The learning process is not innovative, especially in terms of the use of media, and learning becomes monotonous and uninteresting if a conventional approach is used. This is the motivation of this research. This has an impact on students' low interest in learning, which in turn causes them not to have many learning activities. In this research, researchers used a quantitative approach, and the type of research used was quasi-experiment. This data is collected using questionnaires, tests and instructions. The purpose of this research is to find out how students who receive Rainbow Spinning Wheel training differ from students who do not receive such training.The results of the research show that the use of rainbow spinning wheel media significantly changes the learning abilities of students in class III MIN 7 Medan City. This is shown by the average learning activeness score of students who use the Rainbow Spinning Wheel media of 80. On the other hand, the t test results obtained, 20.6 versus 16.74, indicate that the average learning activeness of students who do not use the Roda media Rainbow Spin is 71.78.
Implikasi Perkembangan Kognitif Afektif Psikomotorik Moral dan Spiritual Peserta Didik dalam Pembelajaran pada Sekolah Dasar Kelas 6 Ramadhan Lubis; Aulia Rahmadani; Amelia Rika Fadillah; Fadillah Fadillah; Winda Amelia Putri; Laila Khairani Nasution; Khairunnisa Khairunnisa
ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Inspirasi Pendidikan
Publisher : LP3M INSTITUT KH YAZID KARIMULLAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59246/alfihris.v3i1.1187

Abstract

This research aims to determine the implications of the cognitive, affective, psychomotor, moral and spiritual development of grade 6 elementary school children in learning. The method used is a qualitative research method with a descriptive approach. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation, with the research subjects being grade 6 students and grade 6 homeroom teachers located at SDIT Al-Fatih. Based on the research conducted, the results showed that the implications of cognitive development in learning include good reasoning abilities, designing crafts, memorizing short surahs and problem solving abilities. The implications of affective development in learning are, having a sense of empathy and sympathy and having a sense of responsibility, psychomotor implications in learning, namely making comics and making handicrafts. And the implications for moral and spiritual development include obeying rules, respecting teachers, being able to lead prayers and regularly carrying out sunnah fasts.
Pengaruh Model Pembelajaran Picture and Picture Terhadap Kemampuan Menulis Paragraf Siswa Sekolah Dasar Hanny Nabila Humairo; Mardianto Mardianto; Ramadhan Lubis
Jurnal Garuda Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : Ali Institute of Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/gabdimas.v3i2.1154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran Picture and Picture terhadap kemampuan menulis paragraf siswa kelas III SDN 060834 Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan partisipan kepala sekolah dan guru kelas III. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan siswa dalam mengorganisir ide ke dalam paragraf yang runtut dan padu. Oleh karena itu, penelitian dibatasi pada kemampuan menulis paragraf deskripsi berdasarkan gambar, bukan jenis paragraf lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan model Picture and Picture, skor rata-rata kelas eksperimen dalam menyusun paragraf adalah 62,06, sedangkan kelas kontrol sebesar 60,23. Setelah penerapan model, skor rata-rata pasca-tes kelas eksperimen meningkat menjadi 81,94, sementara kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional tidak menunjukkan peningkatan berarti. Uji hipotesis menghasilkan nilai 3,516 > 1,68595 dengan signifikansi 0,001 < 0,05, sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian, pembelajaran Picture and Picture terbukti lebih efektif dibandingkan metode konvensional dalam meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa. Hasil ini menjadi acuan bagi lembaga pendidikan untuk mendorong guru meningkatkan kreativitas dan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan media yang tepat, sehingga minat belajar siswa dapat tumbuh dan tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai.
PENGARUH MEDIA EXPLOSION BOX TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS V MIN 5 LABUHANBATU Nurhayani Nurhayani; Ramadhan Lubis; Eka Yusnaldi
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 2 No. 3 (2024): Juni : Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v2i3.1861

Abstract

The research that has been carried out is entitled "THE INFLUENCE OF MEDIA EXPLOSION BOX ON STUDENTS' CRITICAL THINKING ABILITIES IN THE SUBJECT OF Social Sciences CLASS V MIN 5 LABUHANBATU" which is motivated by the fact that students' critical thinking abilities in Social Sciences subjects are quite worrying because students are less interested and consider science lessons Social Knowledge is a boring and unpleasant subject, and activities that take place in face-to-face classes are limited to listening and lecturing only. In fact, the curriculum demands that the skills to be achieved are high-level thinking such as conducting analysis.Explosion box is a learning media in the form of a cube shaped surprise box, which contains games, games and learning materials which are arranged in each layout to attract student attention in learning and improve students critical thinking skills in social studies subject.The research methodology uses a quasi-experimental design approach with a control class and an experimental class. The research population is MIN 5 LABUHANBATU students with a sample size of 33 control group students and 33 experimental group students. The research aims to determine the effect of students' critical thinking abilities who are taught using Explosion Box media with students who are not taught using Explosion Box media. Based on research conducted in class V MIN 5 LABUHANBATU, it shows that there is a significant influence from the application of Explosion Box media on students' critical thinking abilities in social studies subjects. This can be seen based on the average of students' critical thinking abilities using Explosion Box media, namely 87.27. Meanwhile, the average critical thinking ability of students without using Explosion Box media is 72.64. Based on the results of the t test which was obtained in 2017 > 1692.
Kajian Perkembangan Anak Kelas II SD Ditinjau dari Aspek Fisik, Moral, Spiritual, dan Emosional Ramadhan Lubis; Nurul Fadilah Nasution; Luthfiyah Hayati Rangkuti; Mutiara Indah Kharisma; Eyzi Pratiwi
Maksimal Jurnal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol 3 No 3 (2026): Februari
Publisher : Maximal Journal : Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengamati perkembangan anak kelas II sekolah dasar yang ditinjau dari aspek fisik, moral, spiritual, dan emosional. Perkembangan fisik anak tampak melalui peningkatan kemampuan motorik, serta aktivitas gerak yang lebih terkoordinasi. Pada aspek moral, perkembangan terlihat dari kemampuan anak memahami aturan, membedakan perilaku baik dan buruk, serta menunjukkan kepatuhan dalam kegiatan sehari-hari. Aspek spiritual muncul melalui kebiasaan berdoa, sikap menghargai nilai-nilai keagamaan, dan partisipasidalamkegiatanibadahsederhana.Sementaraitu, perkembangan emosional tampak dari kemampuan anak mengelola perasaan, menunjukkan empati, serta berinteraksi dengan teman sebaya secara lebih stabil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah seorang siswa kelas II SD bernama Luthfiah, sedangkan data pendukung diperoleh dari guru kelas serta lingkungan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan anak pada keempat aspek tersebut berada dalam kategori baik. Hal ini didukung oleh peran guru dan orang tua dalam memberikan pembiasaan, bimbingan, serta stimulasi yang konsisten sehingga perkembangan fisik, moral, spiritual, dan emosional anak dapat berkembang secara optimal.