Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

IDENTIFIKASI JAMUR PASCAPANEN PADA BUAH TOMAT YANG DIJUAL DI BEBERAPA PASAR TRADISIONAL DI KUPANG Agnes V. Simamora; Julinda B.D Henuk; Petronella S. Nenotek; Mayavira V. Hahuly; Diana Y. L. Serangmo; Wista Kapitan
JURNAL AGRISA Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Agrisa
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/agrisa.v11i2.9289

Abstract

Serangan jamur patogenik pada buah-buahan dan sayuran merupakan salah satu masalah mendasar yang menyebabkan rendahnya produksi pasca panen di Indonesia. Buah tomat merupakan produk pertanian yang mudah rusak dan sangat rentan mengalami kerusakan mekanis, fisiologis, dan patologis apabila tidak dilakukan penanganan pascapanen yang benar. Hal ini menyebabkan buah tomat dengan mudah terkontaminasi oleh jamur patogen. Penelitian yang telah dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2018 ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur yang berasosiasi dengan buah tomat yang dijual pada beberapa pasar tradisional di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Pengambilan sampel dilakukan di lokasi pedagang buah tomat di empat pasar tradisional yang ada di Kupang yaitu pasar Penfui, pasar Oeba, pasar Inpres Naikoten, dan pasar Oesao. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei di lapangan dan eksperimen di laboratorium. Sampel buah tomat sakit dimasukkan ke dalam plastik sampel, diberi label dan dibawa ke laboratorium untuk pengamatan lebih lanjut dan pengidentifikasian patogen secara makroskopis dan mikroskopis. Pengamatan makrokopis dilakukan untuk mengamati warna dan bentuk koloni, serta kecepatan tumbuh pada cawan Petri. Pengamatan secara mikroskopis dilakukan untuk mengamati persekatan hifa, bentuk dan ukuran konidia, konidiofor, dan tubuh buah lainnya. Data gejala dan tanda patogen pada buah tomat serta identifkasi patogen secara makroskopis dan mikroskopis dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk gambar yang dibandingkan dengan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tujuh species jamur pascapanen yang berasosiasi dengan buah tomat di pasar, yaitu Aspergillus niger, Aspergillus wentii, Aspergillus flavus, Aspergillus parasiticus, Mucor circinelloides, Fusarium oxysporum, dan Penicillium lanosum.
DETEKSI DINI WERENG COKLAT DAN MUSUH ALAMINYA PADA TANAMAN PADI SAWAH DI DESA BENA KECAMATAN AMANUBAN SELATAN KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN Darni R. D. Siala; Petronella S. Nenotek; Yasintha L. Kleden; Jesayas A. Londingkene; Don H. Kadja; Libertus Wandi
JURNAL AGRISA Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Agrisa
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/agrisa.v11i2.9291

Abstract

Wereng batang coklat (Nilaparvata lugens) merupakan salah satu hama penting pada padi sawah. Hama ini juga menjadi salah satu vektor virus kerdil rumput dan kerdil hampa. Sejauh ini, informasi tentang keberadaan wereng masih sangat terbatas oleh karena itu perlu dilakukan deteksi dini untuk mengetahui keberadaan populasi, musuh alami, dan intensitas kerusakannyanya di Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey yaitu melakukan pengamatan langsung pada persawahan di lokasi penelitian. Pengamatan dilakukan secara diogonal pada luasan 25 m x 30 m dengan jarak antar unit pengamatan 1-1,5 ha. Masing-masing unit pengamatan, terdapat 5 sub unit pengamatan yang ukuran 1m x 1m. Pengamatan dilakukan 3 minggu setelah tanam sampai dengan dua minggu sebelum panen. Variabel pengamatan adalah populasi wereng batang coklat, intensitas kerusakan wereng batang coklat, dan musuh alaminya. Hasil penelitian menunjukan bahwa populasi wereng batang coklat adalah 4 ekor/m2, rerata intensitas kerusakan adalah 29,90%, yang dikategori serangan sedang. Di dalam agroekosistem tersebut ditemukan lima spesies musuh alami yang berperan sebagai predator. Kelima spesies tersebut adalah Metioche sp, Pardosa sp., Tetragnatha sp., Conocephalus sp., dan Micraspis sp. Berdasarkan rerata intensitas kerusakan, hama ini perlu diwaspadai dengan melakukan tindakan preventif sehingga tidak terjadi ekplosif hama. Hasil pengamatan keliling menunjukkan serangan N. lugens belum membentuk spot-spot hupperburn.
UJI EFEKTIFITAS BEBERAPA JENIS MOLUSKISIDA NABATI TERHADAP Pomacea canaliculata L. PADA TANAMAN PADI Don H. Kadja; Petronella S. Nenotek; Avila P. Herlina
JURNAL AGRISA Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Agrisa
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/agrisa.v11i1.9330

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana, Nusa Tenggara Timur dari bulan Juli 2020 sampai Agustus 2020. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas dari beberapa jenis moluskisida nabati yaitu pinang, tembakau, dan mimba terhadap keong mas pada tanaman padi. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan gejala teramati mortalitas pada keong mas yang diberi perlakuan ekstrak daun tembakau menunjukkan gejala gerakannya semakin lama semakin lambat, warna kulit keong mas memucat, keong mas yang mati akibat keracunan tidak ada gerakan lagi. Ekstrak daun tembakau bersifat toksik terhadap keong mas dan toksisitas berbeda pada setiap perlakuan, Konsentrasi sebanyak 20% dapat membunuh 100%. Hasil analisis probit menunjukan bahwa toksisitas ekstrak daun tembakau lebih beracun terhadap keong mas dibandingkan dengan kedua ekstrak daun mimba dan buah pinang. Pada konsentrasii 1,19% ekstrak daun tembakau dapat mematikan 50% keong mas (LC50). Sedangkan pada LC yang sama konsentrasi yang diperlukan oleh daun mimba dan buah pinang masing-masing adalah 3.15% dan 5.58%. Nilai LC95 menunjukkan ektrak daun tembakau lebih beracun 12,87 kali dari ekstrak daun mimba dan 8,06 kali dari ekstrak buah pinang. Sedangkan ekstrak buah pinang lebih beracun 0,62 kali dari ekstrak daun mimba. Dengan demikian ekstrak daun tembakau dapat digunakan sebagai molukusida dan direkomendasikan untuk mengendalikan keong mas.
Analisis Keragaman Gulma pada Tanaman Jagung di Kelompok Tani Usaha Maju, Desa Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang Opa Nikolas Benu; Petronella S. Nenotek; Agustina E. Nahas; Agnes V. Simamora; Diana S. Serangmo; Max J. Kapa; I Wayan Mudita; Yeni Radja Kana
Wana Lestari Vol 4 No 2 (2022): JURNAL KEHUTANAN
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v7i02.9465

Abstract

The purpose of this study was to analyze the diversity of weed species in corn plantings in the Usaha Maju Farmer Group, Naibonat Village, East Kupang District, Kupang Regency which took place from July to December 2020. Observation of weeds was carried out using the quadratic method. Observations in the sample plots by making observation subunits measuring 1 x 1 m2. Unknown weed species were collected and then identified using the Plant Snap application and making a herbarium. The results showed that there were 13 weed species found associated with corn plants, namely Eleusine indica, Setaria pumila, Echinochloa colona, Cynodon dactylon, Digitaria ciliaris, Xanthium strumarium, Centela asiatica Ipomoea obscura, Euphorbia hirta, Tridax procumbens, Spigelia anthelmia, Passiflora foetida, and Phyllanthus niruri. Based on vegetation analysis, Eleusine indica and Euphorbia hirta were more dominant than other weed species with absolute densities of 20.5m2 and 21.3m2 per maize plant, respectively.
Keanekaragaman Serangga Hama dan Musuh Alami pada Pertanaman Kacang Hijau (Vigna radiata) di Desa Lakekun Kecamatan Kobalima Kabupaten Malaka Fransiska Manek; Titik Sri Harini; Petronella S. Nenotek
Wana Lestari Vol 5 No 2 (2023): Wana Lestari
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v5i02.13479

Abstract

This research was conducted in Lakekun Village, Kobalima District, Malaka Regency from May to July 2023, aiming to determine the types of insect pests and natural enemies in mung beans. Data collection was carried out using direct observation techniques on mung bean plants and sampling using several traps. The types of traps used were pitfall trap, swepnet, yellow sticky trap, swing net and light trap. Sampling was done diagonally to determine the sample unit. The number of observation plots in the field is 3 observation plots. in 1 plot there are 5 sample units and a total of 3 observation plots there are 15 aub plots observed. Insect pests found on mung bean in the research location have three roles, namely as pests, predators and parasitoids. Species that act as pests consist of Artherigona exigua, Nezara viridula L, Aphis craccivora, Halyomopha halys, Riptortus linearis, Adoretus sp. and Gralliclava horrens. Insects that act as predators consist of Menochilus sexmaculatus, Coccinella transversalis, Orthhetrum sabina, Iscunara senegalensis. While insects that act as parasitoids are Tiphia femorata. The highest population found at the research site was Aphis craccivora which amounted to 315 individuals and the lowest population was Graliclava horrens with a total of 7 individuals. The value of the diversity index in mung bean plants is classified as moderate, namely 1.89. Keywords: diversity, insects, mung bean, identification.
Identifikasi Lalat Buah pada Tanaman Pare (Momordica charantia L.) di Kelompok Tani Tunas Muda Buraen Kelurahan Buraen Kecamatan Amarasi Selatan Kabupaten Kupang Martyn Bunga Radja Riwu; Petronella S. Nenotek; Don H. Kadja; Rika Ludji
Wana Lestari Vol 6 No 1 (2024): Wana Lestari
Publisher : Program Studi Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/wanalestari.v6i01.17200

Abstract

This research aims to determine the types of fruit flies that exist in bitter melon cultivation belonging to the Tunas Muda Buraen Farmers Group, Buraen Village, South Amarasi District, Kupang Regency. This research was carried out on land belonging to the Tunas Muda Buraen Farmers Group, Buraen Village, South Amarasi District, Kupang Regency and the Plant Pest Laboratory, Faculty of Agriculture, Nusa Cendana University in August-November 2024. The fruit flies obtained from the traps were Bactrocera dorsali, Bactrocera papayae, and Bactrocera carambolae. However, the species obtained from rearing is the Bactrocera cucurbitae species, this species is a different species from the existing trap results. The different results are thought to be because the species obtained had different hosts, or the main host was not the bitter melon plant. The second factor is because the rearing activity does not use all the fruit that is attacked, thus giving the possibility that the unused fruit has been attacked by fruit flies, and the last factor is because the traps have been set early so there is little chance for other species to attack the bitter melon plants. From these factors, it is proven that the B. cucurbitae species damages bitter melon plants with the intensity of damage to bitter melon fruit being expressed as light damage intensity with an assessment of 6.21%.