Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Abdidas

Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat dan Peningkatan Keterampilan Berbahasa Inggris di Desa Wisata Penglipuran, Kecamatan Kubu, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali Budiarta, I Wayan; Muliarta, I Nengah; Ana, I Wayan
Jurnal Abdidas Vol. 5 No. 5 (2024): October 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v5i5.992

Abstract

Pelaksanan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan menjawab permasalahan yang dihadapi oleh mitra, yaitu terkait dengan pengelolaan sampah di desa Penglipuran sebagai desa dengan predikat sebagai salah sati desa terbersih di dunia. Sejauh ini masyarakat desa Penglipuran telah mampu mengelola sampah pada tahap pemilihan sampah. Permasalahan yang timbul adalah dari hasil pemilihan sampah tersebut masih terdapat residu yang masih menjadi masalah terkait pengelolaanya. Bagaimana residu pemilahan sampah ini diolah menjadi produk yang dapat berguna dan memiliki nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat dan juga tetap menjaga kebersihan dan keindahan desa Penglipuran. Solusi yang ditawarkan terhadap permasalahan tersebut adalah penyuluhan atau sosialisasi tentang pengelohan sampah. Penyuluhan atau sosialisasi pengolahan sampah ini bertujuan untuk memperkenalkan berbegaia macam cara untuk mengolah sampah menjadi produk yang lebih bermanfaat dan tentu saja tidak menggangu citra desa ppenglipuran sebagai desa salah satu desa terbersih di dunia. Dengan penyuluhan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian masyatakat dalam mengolah sampah menjadi produk yang lebih bermanfaat dan tidak merusak lingkungan Permasalahan kedua adalah terkait dengan penyiapan Sumber Daya Manusia guna menunjang keberlanjutan pengembangan Desa Wisata Penglipuran. Prioritas dari peningkatan SDM ini ditujukan kepada siswa sekolah yang merupakan generasi penerus dalam upaya menjaga keberlanjutan pariwisata di desa Penglipuran. Materi pengajaran bahasa Inggris yang diberikan meliputi WH-question, preposition, asking and giving direction, asking and giving information, dan job.. Dalam pengajaran bahasa Ingrgis ini metode yang diaplikasikan adalah Metode Communicative Language Teaching (CLT). Metode pembelajaran ini merupakan metode yang terbukti efektif dalam bidang pengajaran bahasa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan bahasa Inggris siswa sekolah dasar yang siginifikan yang dibuktikan dengan adanya peningkatan kemampuan berdasarkan hasil pre-test dan post-test Sementara untuk kegiatan penyuluhaan/sosialisasi pengelolaan sampahjuga mendapat respon yang sangat positif dari ibu-ibu PKK desa Penglipuran.
Pengajaran Bahasa Inggris dan Edukasi Pemilahan Sampah bagi Siswa Sekolah Dasar untuk Pariwisata Berkelanjutan di Desa Wisata Penglipuran Budiarta, I Wayan; Muliarta, I Nengah; Rajistha, I Gusti Ngurah Adi
Jurnal Abdidas Vol. 6 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v6i5.1194

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Wisata Penglipuran, Bangli, dengan fokus pada peningkatan keterampilan berbahasa Inggris dan pemahaman pemilahan sampah bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan bahasa Inggris sebagai keterampilan dasar dalam mendukung pariwisata berkelanjutan, sekaligus kebutuhan akan edukasi lingkungan melalui praktik pemilahan sampah sejak dini. Metode yang digunakan meliputi pembelajaran interaktif, permainan edukatif, simulasi percakapan bahasa Inggris, serta edukasi dan pendampingan praktik pemilahan sampah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan motivasi belajar siswa, kemampuan dasar berbahasa Inggris yang lebih baik, serta kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah. Program ini juga menegaskan kontribusi sekolah dan masyarakat dalam membangun pariwisata berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga pendidikan dan pelestarian lingkungan.