Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Hubungan Antara Lama Menjalani Hemodialisa Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Ruang Hemodialisa Di Salah Satu RSUD Di Batam Siska Natalia; Fitriany Suangga; Wulan Pramadhani; Isnaini Isnaini
An-Najat Vol. 1 No. 2 (2023): MEI : An-Najat: Jurnal Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/an-najat.v1i2.162

Abstract

Chronic kidney failure is one of the most common diseases suffered by patients with palliative conditions. Health conditions that decline and require routine dialysis can affect the biopsychosociospiritual of patients, The purpose of this study was to determine the relationship between the duration of hemodialysis and the quality of life of patients with chronic kidney failure. The research design used quantitative correlational, questionnaire using KDQOL. Data analysis using the Kolmogrov-Smirnov bivariate test. The results showed a sufficient quality of life as many as 13 respondents (43.3%), respondents who had a good quality of life as many as 7 respondents (23.3%) and respondents with a quality of life of less than 10 respondents (33.3%). With a p value of 0.033 (P<0.05), these results showed a significant relationship between the length of hemodialysis and the quality of life of patients with chronic renal failure. The recommendation for future research is an in-depth exploration of patients using qualitative methods to be able to explore the quality of life of patients with chronic kidney failure.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESELAMATAN PASIEN OLEH PERAWAT DI RUMAH SAKIT X DI TANJUNGPINANG Zulfi Kurniadi; Rachmawaty M. Noer; Fitriany Suangga
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 17, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v17i4.3802

Abstract

PENGALAMAN KELUARGA DALAM MERAWAT ANGGOTA KELUARGA (ORANG) DENGAN HIV/AIDS Dewi Lusi Sagala; Siska Natalia; Fitriany Suangga
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v15i2.2424

Abstract

Orang yang terinfeksi HIV/AIDS (orang dengan HIV/AIDS) terus menjadi masalah kesehatan di dunia. Pengidap HIV pada akhir tahun 2021 berjumlah 38,4 juta orang. Data tahun 2023 terdapat 71 pasien orang dengan HIV/AIDS. Fenomena yang ditemukan adalah seiring bertambahnya stadium klinis, orang dengan HIV/AIDS mengalami penurunan kesehatan sehingga membutuhkan pendampingan keluarga untuk perawatan dan pengobatan ARV sepanjang hidupnya. Hal ini menjadi beban yang dialami keluarga dalam jangka panjang yang akan mempengaruhi kualitas hidup keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengalaman keluarga dalam merawat anggota keluarga orang dengan HIV/AIDS. Desain penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan adalah keluarga yang merawat anggota keluarga penderita orang dengan HIV/AIDS. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam pada 10 partisipan sesuai dengan kriteria inklusi dan dengan menggunakan saturasi data dan didukung oleh hasil observasi serta telusur dokumen. Hasil penelitian memberikan 4 tema utama yaitu krisis fisik dan beban keluarga orang dengan HIV/AIDS, pencegahan dan pengobatan, transmisi dan dilema dalam keluarga, koping dan dukungan. Perawat dapat melakukan pendekatan berbasis keluarga memberikan edukasi serta melibatkan keluarga dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan orang dengan HIV/AIDS. Membentuk kelompok dukungan bagi keluarga serta memperdayakan masyarakat dengan memberikan pendidikan kesehatan dan advokasi anti-stigma untuk membantu mengatasi masalah stigma dan diskriminasi di masyarakat.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESELAMATAN PASIEN OLEH PERAWAT DI RUMAH SAKIT X DI TANJUNGPINANG Zulfi Kurniadi; Rachmawaty M. Noer; Fitriany Suangga
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 17, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v17i4.3802

Abstract

Penerapan Endorphn Massage Dalam Upaya Menurunkan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Bersalin Kala I Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Toapaya Fitriany Suangga; Mira Agusthia; Siska Natalia; Wulan Pramadhani; Sri Kurniati
Jurnal Insan Pengabdian Indonesia Vol. 1 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Insan Pengabdian Indonesia
Publisher : PT. ALHAFI BERKAH INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62007/jouipi.v1i2.61

Abstract

Labour is a natural process experienced by mothers giving birth. Pregnant women, mothers giving birth, and postpartum women are groups that are prone to experiencing anxiety. The mother who those feeling anxious during labor stage can giving effect on the process of labor, which is reducing uteri contractility. Various methods than can be used to help reduce anxiety. One of the with Endorphin Massage. Endorphins are known as substances that have many benefits. Some of them are regulating the production of growth and sex hormones, controlling pain and persistent pain, controlling feelings of stress, and boosting the immune system. The emergence of endorphins in the body can be triggered through various activities, such as deep breathing and relaxation, and meditation. Since it is produced by the human body itself, endorphins are considered the best painkillers. Endorphin massage should be done for pregnant women whose gestational age has entered 36 weeks, because at this age the endorphin massage can stimulate the release of the hormone oxytocin which can trigger the birth process.The purpose of this program for the first stage Labour mother in Toapaya Health Center Working Area whose experience anxiety during labour stage ,so that through this program, it can be reduced their anxiety. The impmentation method was carried out by providing endophin message directly to the labour mother
Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Care Giver Eksternal Di The Play House Day Care Batam Siska Natalia; Fitriany Suangga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2125

Abstract

Keadaan gawat darurat merupakan hal yang tidak diharapkan, terjadi secara tiba-tiba, dan dapat berdampak kecacatan bahkan kematian. Setiap orang di segala usia dapat mengalami kejadian gawat darurat dimanapun juga. Kemampuan memberikan pertolongan pertama sangat penting sebagai upaya pencegahan. Di Kepulauan Riau beberapa daerah memerlukan waktu cukup lama untuk ke pelayanan kesehatan, diperlukan menyebrang lautan untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lengkap. Kejadian kegawatan di rumah, dapat diminimalisir dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat. Care giver eksternal merupakan seseorang yang ada di dekat kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan untuk memberikan bekal kepada care giver untuk meningkatkan pengetahuan serta meningkatkan ketrampilan untuk memberikan pertolongan pertama. Solusi yang digunakan adalah memberikan pelatihan menggunakan teknik ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi. Peserta pelatihan 14 care giver eksternal. Hasil yang didapatkan setelah melaksanakan pelatihan, setiap peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan seluruh peserta mampu melakukan tindakan pertolongan pertama dengan benar.
Penyuluhan: Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Di SD Swasta Advent Tanah Baru Fitriany Suangga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i2.2130

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri secara mandiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Program ini bertujuan untuk mendorong masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, untuk mengadopsi perilaku sejak dini. Kesehatan yang baik adalah fondasi penting bagi keberhasilan akademis dan perkembangan sosial emosional siswa. Lingkungan sekolah yang sehat tidak hanya menunjang proses pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai sehat yang akan terbawa hingga ke rumah dan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SD tentang perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah, dengan meningkatnya pengetahuan, maka perilaku hidup bersih dan sehat bisa dilaksanakan. Sasaran kegiatan ini adalah siswa SD. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan edukatif dan demontrasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang PHBS di sekolah. Melalui penyuluhan ini, diharapkan siswa dapat berperilaku hidup bersih dan sehat, sehingga dapat meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit serta meningkatkan prestasi.
PENGARUH PELATIHAN BHD TERHADAP PENGETAHUAN DAN KETERAMPULAN RESUSITASI JANTUNG PARU PADA MAHASISWA DI UKM OLAHRAGA UNIVERSITAS AWAL BROS Fitriany Suangga; Siska Natalia; Irmawaty Indryani
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 12 No 01 (2026): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/cq5fpm80

Abstract

Henti jantung mendadak dapat terjadi di mana saja dan siapa saja termasuk pada mahasiswa yang aktif berolahraga dan memerlukan pertolongan cepat melalui Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Resusitasi Jantung Paru (RJP) untuk meningkatkan kelangsungan hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pelatihan BHD terhadap pengetahuan dan keterampilan RJP pada Anggota di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga Universitas Awal Bros Batam. Desain yang digunakan adalah pra-eksperimen one group pretest-posttest dengan total sampling sebanyak 40 responden. Instrumen meliputi kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan RJP. Data dikumpulkan sebelum dan setelah pelatihan, lalu dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.  Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kedua variabel skor pengetahuan naik dari 11,53 menjadi 14,10 (p < 0,001) dan skor keterampilan dari 11,55 menjadi 80,18 (p < 0,001), dengan demikian dapat disimpulkan terdapat pengaruh pelatihan Bantuan Hidup Dasar terhadap tingkat Pengetahuan dan Keterampilan melakukan Resusitasi Jantung Paru. pelatihan BHD efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan RJP mahasiswa. Disarankan agar kampus dan UKM Olahraga menyelenggarakan pelatihan secara rutin, memanfaatkan manekin untuk latihan mandiri, serta peneliti berikutnya meneliti retensi keterampilan jangka panjang dan membandingkan metode pelatihan berbeda untuk hasil lebih komprehensif.
Pengaruh Pelatihan dan Kartu Kwartet Terhadap Pengetahuan First Aid Siswa SMA di Batam Siska Natalia; Bayu Hanggara; Fitriany Suangga
Jurnal Skolastik Keperawatan Vol 12 No 01 (2026): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/v055d703

Abstract

Latar Belakang: Ketidaktahuan masyarakat, termasuk remaja, dalam memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan sering kali menyebabkan cedera ringan menjadi fatal atau bahkan berujung pada kematian sebelum bantuan medis tiba. Fenomena ini juga ditemukan pada siswa di SMAN 10 Batam, di mana sebagian besar siswa belum pernah mendapatkan pelatihan pertolongan pertama formal dan memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai first aid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pelatihan yang dikombinasikan dengan media permainan kartu kwartet terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Metode: Menggunakan desain pre-experimental one group pretest-posttest, penelitian ini melibatkan 25 responden siswa kelas X yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil: Sebelum diberikan intervensi, skor pengetahuan siswa berada pada nilai median 9,00 dengan kategori pengetahuan yang mayoritas kurang. Setelah diberikan pelatihan dan intervensi media kartu kwartet, hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai median pengetahuan menjadi 13,00. Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test menghasilkan nilai p-value < 0,001 (p < 0,05), yang membuktikan adanya pengaruh nyata dari pelatihan dan penggunaan media kartu kwartet terhadap peningkatan pemahaman siswa. Diskusi: penggunaan media edukatif yang interaktif dan menyenangkan seperti kartu kwartet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan first aid pada siswa. Disarankan agar metode pembelajaran inovatif ini dapat diterapkan secara rutin di lingkungan sekolah untuk membangun kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi situasi darurat medis.
Pengaruh Bridging Exercise Terhadap Peningkatan Kekuatan Otot Dan Keseimbangan Tubuh Pasien Stroke Di Ruangan Rawat Inap RSBP Batam Fitriany Suangga; Rizki Sari Utami Muchtar; Sitija Ritonga
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1175

Abstract

Latar Belakang: Stroke merupakan penyebab utama disabilitas yang berdampak pada kelemahan otot dan gangguan keseimbangan tubuh. Bridging exercise adalah salah satu teknik latihan yang dapat meningkatkan stabilitas tubuh dan memperbaiki kekuatan otot pasien stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bridging exercise terhadap peningkatan kekuatan otot dan keseimbangan tubuh pada pasien stroke. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen dengan rancangan pretest-posttest. Sampel terdiri dari 22 pasien stroke dipilih dengan teknik pusposive sampling. Kekuatan otot diukur menggunakan Manual Muscle Testing (MMT) sedangkan keseimbangan tubuh diukur menggunakan Berg Balance Scale (BBS) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi bridging exercise dilakukan sebanyak 5 kali selama periode tertentu. Hasil: Analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai kekuatan otot p 0,000 (< 0,05) dan keseimbangan tubuh p 0,001 (α < 0,05) yang mengindikasikan adanya peningkatan yang signifikan pada kekuatan otot dan keseimbangan tubuh pasien stroke setelah diberikan intervensi bridging exercise. Diskusi: Bridging exercise efektif dalam meningkatkan kekuatan otot dan keseimbangan tubuh pasien stroke. Oleh karena itu, latihan ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari program rehabilitasi pasien stroke di rumah sakit untuk mempercepat pemulihan mobilitas.