Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Health Belief Model Theory Approach to Analyze Pregnant Women's Ability to Prevent Anemia Irawati, Deasy; Madinah, Ali; Wayanti, Sri; Esyuananik, Esyuananik
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v15i1.4216

Abstract

One of the nutritional problems that often occurs in pregnant women is anemia. The inability of pregnant women to prevent anemia needs to be predicted based on various factors using the Health Belief Model theory. The research aims to analyze the mother's ability to prevent pregnancy anemia using the theoretical approach of the Health Belief Model. The quantitative research method, with a cross-sectional approach, was carried out at the Arosbaya Bangkalan Community Health Center from May to August 2023. The sampling technique was determined using simple random sampling with a sample size of 101 respondents. Data analysis used the Chi-Square Test. Statistical test results perceived susceptibility (ρ=0.000), perceived severity (ρ=0.007), perceived benefits (ρ=0.000), perceived barrier (ρ=1.000) and self-efficacy (ρ=0.028). The research conclusion is that perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, and self-efficacy influence the ability of pregnant women to prevent anemia. In contrast, perceived barriers do not affect the ability of pregnant women to prevent anemia.
Pelatihan Kader Kesehatan Pendamping Gizi bagi Ibu Hamil Kekurangan Energi Kalori (KEK) Wayanti, Sri; Anisak, Siti; Irawati, Deasy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17822

Abstract

ABSTRAK Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil adalah kondisi kekurangan zat gizi kalori dan protein yang berlangsung menahun dan menimbulkan berbagai masalah bagi ibu dan janin. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Bangkalan pada Mei 2023, angka kejadian KEK di Puskesmas Tongguh menempati urutan yang tertinggi dan jumlah ibu hamil KEK terbanyak berada pada desa Pandan Lanjang dan Karang Duwak dengan angka prevalensi 15,22%. Peran kader dalam mengenali dan skrening ibu hamil dengan KEK sangatlah penting. Namun selama ini kegiatan penanggulangan ibu hamil KEK hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan dan belum memberdayakan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran kader kesehatan dalam skrening dan pendampingan ibu hamil KEK. Metode Pengabmas 1. Pelatihan kader kesehatan tentang KEK, 2. Skrening ibu hamil KEK oleh kader kesehatan, 3. Pendampingan kader kesehatan dalam pemberian edukasi kesehatan pada ibu hamil dengan KEK.  dan 4. Pendampingan serta kunjungan rumah ibu hamil KEK oleh kader kesehatan. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang KEK (kategori pengetahuan baik menjadi 90%), peningkatan ketrampilan skrening KEK (keterampilan kategori baik sebesar 96,7%), cakupan ibu hamil KEK yang ditemukan oleh kader kesehatan dan dilaporkan ke bidan desa sebesar 100% serta 75% ibu hamil KEK didampingi oleh kader kesehatan. Pelatihan kader kesehatan tentang KEK dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan skening KEK, serta peningkatan cakupan ibu hamil KEK yang ditemukan oleh kader dan juga peningkatan angka pendampingan KEK oleh kader kesehatan. Kata Kunci: Ibu Hamil, KEK, Kader Kesehatan, Gizi  ABSTRACT Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is a condition of chronic calorie and protein nutrient deficiency that causes various problems for the mother and fetus. Based on data from the Bangkalan Health Office in May 2023, the incidence of CED at the Tongguh Health Center was the highest and the number of pregnant women with CED was the highest in the villages of Pandan Lanjang and Karang Duwak with a prevalence rate of 15.22%. The role of cadres in recognizing and screening pregnant women with CED is very important. However, so far, activities to overcome CED pregnant women have only been carried out by health workers and have not empowered the community. This community service aims to increase the role of health cadres in screening and assisting pregnant women with CED in Community Service. 1. Training of health cadres on CED, 2. Screening of pregnant women with CED by health cadres, 3. The assistance of health cadres in educating pregnant women with CED and 4. Assistance and home visits to pregnant women with CED by health cadres. This activity can improve health cadres' knowledge about CED (good knowledge category becomes 90%), increase CED screening skills (good category skills are 96.7%), coverage of CED pregnant women found by health cadres and reported to village midwives is 100% and health cadres accompany 75% of CED pregnant women. Health cadre training on CED can improve CED screening knowledge and skills, increase the coverage of CED pregnant women found by cadres, and increase the number of CED assistants by health cadres.   Keywords: Pregnant Women, CED, Health Cadres, Nutrition
The Effectiveness of Problem-Based Learning Strategies and Integrity Values in Anti-Corruption Education in Higher Education Istikayati, Sri Nur; Wayanti, Sri; Rodiyatun, Rodiyatun
Jurnal Ar Ro'is Mandalika (Armada) Vol. 6 No. 1 (2026): JURNAL AR RO'IS MANDALIKA (ARMADA)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/armada.v6i1.5402

Abstract

This study explores the effectiveness of Problem-Based Learning (PBL) strategies and the integration of integrity values in anti-corruption education within higher education institutions. The primary objective is to assess how these pedagogical approaches contribute to the development of ethical awareness and anti-corruption attitudes among university students. By utilizing a qualitative literature review method, this research synthesizes existing studies, articles, and academic papers that examine the intersection of PBL and integrity in anti-corruption education. PBL, with its emphasis on real-world problem-solving and active student engagement, is shown to promote critical thinking and ethical decision-making, which are crucial in understanding and combating corruption. The incorporation of integrity values within the curriculum further strengthens students' commitment to ethical behavior and social responsibility. Findings suggest that PBL not only enhances learning outcomes but also instills a deeper understanding of the importance of integrity in the fight against corruption. Moreover, the study identifies key factors that influence the effectiveness of these strategies, including faculty training, student participation, and institutional support. This paper concludes with recommendations for higher education institutions to implement PBL strategies and embed integrity values to foster a generation of students equipped to challenge corruption in their professional and personal lives.
Case Report Pada Primigravida Trimester III dengan Letak Lintang dan Anemia Ringan di Wilayah Puskesmas Tongguh Sofia Sarira; Wayanti, Sri; Anisak, Siti; Suryaningsih
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v7i1.6832

Abstract

Anemia pada masa kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai dengan angka kejadian yang cukup tinggi, termasuk di Jawa Timur (10,58%) dan Bangkalan (9,07%). Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko komplikasi pada ibu maupun janin, terutama bila disertai kelainan posisi janin. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan asuhan kebidanan pada ibu primigravida trimester III dengan janin posisi lintang dan anemia ringan di wilayah kerja Puskesmas Tongguh. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah ibu hamil G1P0A0 usia kehamilan 33–34 minggu dengan kadar Hb 10,2 g/dL. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi SOAP, kemudian dilakukan asuhan kebidanan dalam tiga kali kunjungan. Hasil kunjungan pertama menunjukkan keluhan nyeri perut bawah dengan pemeriksaan janin posisi lintang dan Hb 10,2 g/dL. Pada kunjungan kedua, keluhan nyeri masih dirasakan dan disertai edema pada tungkai bawah. Kunjungan ketiga menunjukkan peningkatan kadar Hb menjadi 11,3 g/dL meskipun nyeri semakin terasa. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi keteraturan konsumsi tablet Fe, anjuran pola makan bergizi, latihan posisi sujud untuk membantu perbaikan letak janin, serta anjuran posisi tidur yang nyaman. Disimpulkan bahwa pendampingan secara berkesinambungan dapat meningkatkan kadar Hb dan mendukung kesehatan ibu serta janin, meskipun posisi lintang tetap memerlukan pemantauan intensif.
Case Report Pada Multigravida Trimester III Dengan Anemia Ringan Di Puskesmas Jaddih Kabupaten Bangkalan Akmalia, Nabila; Wayanti, Sri; Suryaningsih; Esyuananik
Jurnal Mahasiswa Kesehatan Vol. 7 No. 1 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jumakes.v7i1.6871

Abstract

Kehamilan multigravida merujuk pada keadaan di mana seorang wanita telah mengalami lebih dari satu kali kehamilan, yang dapat menyebabkan peningkatan risiko anemia akibat hemodilusi, di mana volume plasma bertambah lebih besar dibandingkan dengan jumlah sel darah merah.Tujuan penelitian ini mendeskripsikan pengkajian data subjektif, objektif, analisa,  penatalaksanaan dan evaluasi  pada ibu hamil multigravida G3P2A0 usia kehamilan 29-30 minggu dengan anemia ringan. Metode ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan 3 kali melalui wawancara yang terstruktur, pemeriksaan fisik dan laboratorium. Kunjungan pertama terdapat keluhan pusing saat bangun tidur dan tidak rutin mengkonsumsi tablet Fe dan MMS, hasil laboratorium menunjukkan kadar Hb 10,2 g/dl (anemia ringan). Asuhan yang diberikan edukasi anemia, pola makan bergizi, menjaga kebersihan vagina, dan edukasi tanda bahaya kehamilan. Kunjungan kedua, keluhan pusing sudah teratasi, terdapat keluhan nyeri pinggang dan sering berkemih. Asuhan yang diberikan menjelaskan penyebab dan cara mengatasi keluhan tersebut. Pada kunjungan ketiga sudah tidak ada keluhan, hasil laboratorium menunjukkan peningkatan kadar Hb menjadi 12,8 g/dl. Ibu diharapkan dapat menjaga pola makan dan melanjutkan konsumsi MMS untuk mencegah anemia berulang. Setelah dilakukan tiga kali kunjungan anemia pada ibu sudah teratasi, kepatuhan konsumsi tablet Fe meningkat, serta pentingnya pemantauan rutin untuk menjaga kondisi kesehatan.
Case Report pada Ibu Multigravida Trimester III dengan Nyeri Pinggang: Case Report on A Multigravida Woman In The Third Trimester With Lower Back Pain Hasjim, aushaffira Tabriza Rishardini; Esyuananik, Esyuananik; Suryaningsih, Suryaningsih; Wayanti, Sri
Jurnal Ilmiah Kebidanan dan Kesehatan (JIBI) Vol. 3 No. 2 (2025): Volume 3 Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jibi.v3i2.1746

Abstract

Nyeri pinggang merupakan keluhan umum yang sering dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester ketiga, yang dapat memengaruhi kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Asuhan ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan kebidanan pada ibu hamil multigravida trimester III dengan nyeri pinggang di wilayah kerja Puskesmas Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan. Metode Asuhan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi (inspeksi dan palpasi), dan telaah dokumentasi. Subjek Asuhan adalah ibu hamil multigravida trimester III dengan usia kehamilan 37-40 minggu yang mengalami nyeri pinggang dan berdomisili di Tanah Merah. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa penerapan asuhan kebidanan komprehensif, meliputi edukasi tentang penyebab nyeri pinggang, anjuran nutrisi seimbang (vitamin D, magnesium, omega-3, fosfor, kalsium), penggunaan kompres hangat, latihan yoga, pijatan, serta perbaikan mekanika tubuh dan posisi tidur, efektif dalam mengurangi intensitas nyeri pinggang dari tingkat sedang (skor 5) menjadi ringan (skor 2). Intervensi non-farmakologis terbukti meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup ibu hamil.
Combining Prenatal Yoga and Self-Hypnosis as Effective Intervention to Reduce Blood Pressure of Pre-Eclampsia Pregnant Women Anisak, Siti; Irawati, Deasy; Wayanti, Sri
Journal of Ners and Midwifery Vol 12 No 2 (2025)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v12i2.ART.p150-160

Abstract

Pre-eclampsia (PE) is a significant cause of maternal and fetal morbidity and mortality. PE requires intervention to prevent it from developing into severe pre-eclampsia or eclampsia. One of the non-pharmacological therapies for PE that has not been widely used is prenatal yoga and self-hypnosis. This research aimed to determine the effect of combining prenatal yoga and self-hypnosis on decreasing blood pressure in pregnant women with PE. The method was quasi-experimental, with a pretest-posttest and a control group design. The population was all pregnant women with PE in 5 health centers in Bangkalan district from May to August 2024. The sampling technique used simple random sampling with the Federer formula, with a total sample of 32 people, 16 in each group. The research instruments used calibrated digital tension meters and SOPs for prenatal yoga and self-hypnosis. The results of the Wilcoxon analysis test showed that prenatal yoga and self-hypnosis effectively reduced blood pressure in pregnant women with pre-eclampsia with a p-value of 0.000 (p <0.05). Yoga and self-hypnosis are effective in lowering blood pressure by increasing the physical, mental, and spiritual strength of the mother in dealing with pregnancy with PE.
Case Report pada Primigravida Trimester II dengan Masalah Kurang Energi Kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Kamal Kabupaten Bangkalan Leonita Krisantie Putri, Angel; Wayanti, Sri; Anisak, Siti
Sinar : Jurnal Kebidanan Vol 8 No 1 (2026): Vol 08 No.1 Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/sinar.v8i1.28541

Abstract

Background: Chronic Energy Deficiency (CED) is a condition caused by inadequate intake of energy and protein, resulting in insufficient nutritional fulfillment for the body. Nutritional adequacy in pregnant women is indicated by a Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) >23.5 cm or a Body Mass Index (BMI) >18.5 kg/m². Continuous monitoring and comprehensive midwifery care are essential for early detection and management of potential complications. Purpose: This study aimed to identify subjective and objective findings, analyze data, provide appropriate care, and evaluate outcomes for a pregnant woman with CED. Methods:  This research employed a case study design focusing on a single patient, Mrs. “W”, G1P0A0, at 28–29 weeks of gestation, diagnosed with CED. The care process consisted of three home visits conducted in Banyu Ajuh Village during June 2025. Inclusion criteria included primigravida in the second trimester with CED, aged 20–35 years, free from infectious diseases, able to communicate, and literate. Data were obtained through anamnesis, physical examination, review of the Maternal and Child Health (MCH) handbook, data analysis, midwifery management, and evaluation. Results: During the first visit, the patient was diagnosed with CED, presented with fatigue, and had a MUAC below 23.5 cm. The care included nutritional counseling, iron and multiple micronutrient supplementation, and education on pregnancy danger signs. Although weight gain was observed, CED persisted. Fatigue resolved by the second visit, and back pain experienced afterward subsided during the third visit. Conclusion: Midwifery care was provided according to appropriate standards. Despite several discomforts, they were effectively managed. Midwives are advised to continue integrated antenatal care, provide nutritional support, ensure compliance with iron supplementation, and encourage regular check-ups, particularly for women with a history of CED
Pemberdayaan Kader Kesehatan dan Ibu Hamil dalam Deteksi serta Pencegahan Anemia di Desa Karang Duwak, Bangkalan: Empowerment of Health Cadres and Pregnant Women in the Detection and Prevention of Anemia in Karang Duwak Village, Bangkalan Anisak, Siti; Wayanti, Sri; Irawati, Deasy
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v5i1.1110

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema “Pemberdayaan Kader Kesehatan dan Ibu Hamil dalam Deteksi dan Pencegahan Anemia' dilatarbelakangi oleh tingginya angka prevalensi anemia di kalangan ibu hamil di Desa Karang Duwak Bangkalan, yang merupakan salah satu desa binaan Poltekkes Kemenkes Surabaya. Rendahnya pengetahuan kader kesehatan dan ibu hamil tentang anemia mengakibatkan rendahnya kepatuhan dalam konsumsi tablet zat besi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan ibu hamil mengenai anemia serta memberikan pendampingan kepada kader dalam edukasi kepada ibu hamil. Metode pengabdian mencakup persiapan pelatihan, pelaksanaan pelatihan yang dimulai dengan pretest, pemberian materi, demonstrasi edukasi oleh pengabdi, simulasi edukasi oleh kader dan posttest. Tahapan selanjutnya adalah kegiatan pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil oleh pengabdi dan dilanjutkan dengan pendampingan kader dalam edukasi kepada ibu hamil. Tapahan terakhir adalah inisiasi pembentukan grup komunikasi sebagai bentuk keberlanjutan program ini. Luaran kegiatan pengabdian ini meliputi peningkatan rata-rata pengetahuan kader kesehatan sebesar 33,31%, dari 53,35% menjadi 86,66% setelah mengikuti pelatihan. Pengetahuan ibu hamil tentang anemia juga mengalami peningkatan sebesar 26,66%. Hasil pemeriksaan kadar Hb menunjukkan bahwa 60% ibu hamil menderita anemia, dengan rincian 13,33% kategori sedang dan 46,67% kategori ringan. Temuan ini mendorong terbentuknya jejaring komunikasi antara kader kesehatan, ibu hamil dan tenaga kesehatan, sehingga tercipta sistem pendampingan yang lebih terstruktur. Hal tersebut mencerminkan keberhasilan program pengabdian dalam meningkatkan keterlibatan masyarakat serta memperkuat upaya penanganan anemia pada ibu hamil.