Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Marginalized Voices: Homeless Media as an Agent of Social Transformation Nur Azizah; Bambang Mudjiyanto; Hayu Lusianawati; Launa
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Juli 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i4.10414

Abstract

Today the shifting media platform usage from conventional media accounts to homeless media (HM) is an undeniable fact. Through qualitative research using a phenomenological and virtual ethnographic approach, as well as utility and satisfaction theory, this study found that HM accounts have been widely operating on various official social media platforms, filling the information gap that conventional media cannot reach, especially at the level of marginalized and local communities. Despite internal challenges still surrounding HM, it holds significant potential as an alternative information provider, especially for local and marginalized communities. HM is a crucial phenomenon in the social transformation of Indonesia's digital society landscape today. With its speed of distribution, content innovation, and social mobilization capabilities, HM opens new avenues for information democratization, public participation, and social change dynamics. Synergy between HM, conventional media, and the public, along with news content accuracy, ethics, and journalistic responsibility, will be key to achieving inclusive and meaningful social transformation in the future.
WACANA KEPEMIMPINAN ORGANISASI INTRA KAMPUS DALAM PANDANGAN MAHASISWA: PERSPEKTIF ANGGOTA BEM FISIP UNIVERSITAS BUNG KARNO Nur Azizah; Nursyamsi Nursyamsi; Fit Yanuar; Bambang Mudjiyanto; Launa Launa
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v9i1.3911

Abstract

Leadership is a fundamental element in shaping student character and attitudes. Student organizations such as faculty student executive boards (BEM) serve as strategic platforms for student leadership education and practice. However, student leadership concepts and practices need to be continually adjusted to be relevant to the dynamically evolving needs of the organization. This study seeks to explore the perceptions of BEM FISIP UBK members regarding ideal leadership, which encompasses motivation, communication, critical thinking, assertiveness, inclusiveness, and responsiveness. This study uses a descriptive qualitative approach through semi-structured interviews. The study's results are expected to form the basis for developing an inclusive and adaptive student leadership model. This study also recommends the importance of integrating student perceptions in shaping effective, reflective, empowering, motivating leadership that is capable of creating organizational harmony, thus strengthening the quality of student leadership in the future. Keywords: Student, BEM, ideal-effective leadership, student perception integration
Pencatatan Nikah Beda Agama Dalam Perspektif Hukum di Indonesia Hemestiana Matilda Sun; Tarmudi Tarmudi; F. Puspita Sari; Istiqomah Istiqomah; Nur Azizah
Jurnal sosial dan sains Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v6i1.32675

Abstract

Penelitian ini membahas praktik pencatatan perkawinan beda agama dalam perspektif hukum positif Indonesia, khususnya melalui studi kasus di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jakarta. Fenomena pernikahan beda agama semakin sering terjadi di masyarakat multikultural seperti Indonesia. Namun, regulasi yang ada, khususnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, masih menimbulkan berbagai persoalan yuridis dan administratif terkait pencatatan pernikahan lintas agama. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris, yaitu pendekatan hukum yang mengkaji dan menganalisis penerapan peraturan perundang-undangan dalam praktik nyata di masyarakat serta data primer dari hasil wawancara dengan petugas Disdukcapil Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara praktik di lapangan dengan norma hukum yang berlaku. Disdukcapil mencatatkan perkawinan beda agama meskipun tidak disertai penetapan pengadilan, melainkan hanya dengan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), padahal hal tersebut tidak memiliki kekuatan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 35 dan 36 UU No. 23 Tahun 2006. Temuan ini mencerminkan adanya ketidakharmonisan antara hukum agama, hukum negara, dan praktik administratif di lapangan. Selain itu, pencatatan tanpa dasar yang sah berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dalam aspek perdata seperti waris, hak asuh anak, dan perceraian. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan regulasi dan pengawasan oleh pemerintah pusat terhadap lembaga pencatatan sipil di daerah, serta reformulasi kebijakan yang lebih tegas terkait perkawinan beda agama, demi menjamin kepastian hukum dan perlindungan hak-hak sipil warga negara.