Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Problematika Penerapan Kurikulum Merdeka dalam Mata Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Rejang Lebong Nelfa Sari; Widia Riani; Winda Lestari; Elsa Berliana; Aprija Kamelia
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i4.17339

Abstract

Penelitian ini membahas problematika penerapan kurikulum merdeka dalam mata pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMKN 1 Rejang Lebong. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan kepala sekolah, wakil kurikulum, guru PAI dan siswa SMKN 1 Rejang lebong, observasi langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan penerapan kurikulum merdeka pada mata pelajaran PAI di SMKN 1 Rejang Lebong masih dalam proses penyesuaian dikarenakan implementasi kurikulum merdeka yang masih baru dilaksanakan di SMKN 1 Rejang Lebong. Oleh sebab itu terdapat problematika yang dihadapi oleh guru PAI dalam menerapkan kurikulum merdeka yaitu seperti kesulitan dalam mengubah pola pikir dan kebiasaan dalam proses pembelajaran, minimnya pengetahuan guru PAI tentang kurikulum merdeka, serta terdapatnya perbedaan perangkat pembelajaran kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru PAI tentang kurikulum merdeka serta dengan cara kepala sekolah mengintruksikan guru PAI untuk mengikuti workshop/pelatihan/seminar tentang implementasi kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran. Upaya yang dilakukan oleh kepala sekolah dan guru PAI dalam menanggulangi problematika dalam penerapan kurikulum merdeka dapat memberikan dampak positif terhadap pengetahuan, kompetensi guru PAI sehingga implementasi kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat berjalan optimal sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan. Kata kunci : Problematika, Penerapan, Kurikulum Merdeka, Pendidikan Agama Islam
Pendidikan Agama Islam Bagi Anak Usia Dini Di Lingkungan Keluarga Sari, Nelfa; Hakim, Anwar
Zuriah : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Insititut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/zuriah.v4i1.6645

Abstract

This research was conducted to analyze Islamic religious education for early childhood in the family environment. This research is a narrative literature review using an overview article. The data analysis technique used is conduct a search, identify keywords, review abstracts and article and document results. The results of this research are Islamic religious education material for early childhood in the family environment, namely faith education, worship education, and moral education. Meanwhile, Islamic religious education methods for early childhood in the family environment are example, advise, customs attention, training, experience, games, songs, stories, praise, punishment, targhib and tarhib.
Implementasi Sekolah Program Berbasis Adab dalam Kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu Dan Relevansinya Terhadap Karakter Peserta Didik di SDIT Khoiru Ummah Rejang Lebong Syahril, Ahmad; Saputra, Angga; Sari, Nelfa; Karima, Annur; Badrotinnajah, Arju
Jurnal Literasiologi Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v11i1.665

Abstract

Pendidikan merupakan hal terpenting dalam kehidupan seseorang. Karena dengan pendidikan kita bisa mencapai kualitas dalam hidup. Menurut konsep Islam, bahwa ilmu harus dilindungi dan nilai moral (akhlak) yang bagus, sehingga tidak menyimpang.Begitu pentingnya masalah adab ini, maka bisa dikatakan jatuh bangunnya umat islam, tergantung sejauh mana mereka memahami dan menerapkan konsep adab dalam kehidupannya.Sekolah Islam Terpadu mungkin menjadi salah satu wadah untuk mengasah anak menjadi pribadi yang berkarakter, apalagi SIT (Sekolah Islam Terpadu) ini adalah sekolah yang berbasis keislaman, salah satu ciri khas atau misi dan tujuan dari SIT (Sekolah Islam Terpadu) yaitu untuk membina karakter/muwashofat kepada peserta didik secara bertahap menuju terbentuknya generasi pemimpin yang cerdas dan taqwa. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Adapun yang menjadi subjek penelitian dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru Pendidiakan Agama Islam SDIT Khairu Ummah.Dalam menjalankan sebuah program perlu melalui beberapa menejemen program adalah kegiatan yang dimulai dari perencanaan, pelaksaanaan dan evaluasi agar mencapai tujuan yang sudah ditetapkan secara efektif dan efisien. Kegiatan ini memiliki dampak positif yang signifikan terhadap pembentukan karakter anak-anak setiap pekannya, sejalan dengan visi dan misi sekolah untuk menciptakan anak-anak yang berakhlaqul karimah.Setelah program berbasis adab dilaksanakan di SDIT Khiru Ummah berdampak bagi karakter religius siswa dan tetntunya guru juga memegang peran penting dalam pelaksanaan program berbasis adab ini agar berjalan dengan maksimal.
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DAN IMPIKASINYA TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS X MAN REJANG LEBONG Sari, Nelfa; Fadhila, Fakhri; Desianti, Fitriani; Anggriani, Hellen; Nuryaningsih, Ita
Jurnal Pendidikan Guru Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/jurpendigu.v5i2.734

Abstract

Penggunaan media sangat membantu guru dalam proses belajar mengajar maka dari ini peneliti akan mendeskripsikan implikasi penggunaan media dalam pembelajaran akidah akhlak terhadap aktivitas belajar siswa, kendala guru dalam menggunakan media pada pembelajaran akidah akhlak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi dan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Subjek penelitian guru akidah akhlak dan siswa kelas X MAN Rejang Lebong. Serta analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Kredebilitas Data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan triangulasi waktu. Hasil penelitiannya adalah media yang digunakan dalam pembelajaran akidah akhlak berupa media visual seperti menampilkan PPT,poster dan juga gambar dan juga media audio visual seperti film, animasi dan juga video pembelajaran yang didukung dengan jaringan internet seperti wifi supaya bisa mengakses langsung ke media online, selain itu dalam penggunaan media visual dan audio visual guru menyesuaikan materi dan mempresentasikan materi tersebut,dalam hal ini implikasi penggunaan media sangat bedampak positif terhadap aktivitas belajar siswa dengan adanya media, antusias serta semangat belajar siswa meningkat, aktivitas belajar dan respon siswa sangat positif selain itu antusias dan semangat siswa meningkat saat proses pembelajaran berlangsung siswa juga sangat memperhatikan ketika pembelajaran menggunakan media dan saat diberikan pertanyan siswa menjawab dengan baik dan benar. Kendala kurangnya fasilitas media elektronik dikelas, kurangnya intelegensi, kesehatan jasmani, kesadaran setiap individu yang sangat mempengaruhi hasil belajar.
Monitoring Evaluation of the Learning Process Khoirunnisa; Juliadi; Nelfa Sari; Henny Septia Utami; Riyan Terna Kuswanto
Cendekiawan : Jurnal Pendidikan dan Studi Keislaman Vol 3 No 3 (2024): September Edition: Multiple Intelligences of Students in Formal, Informal, and No
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/cendekiawan.v3i3.266

Abstract

The learning process is a research theme that has constantly received attention from previous researchers. Given, that the learning process will determine the quality of learning outcomes. Previous research found that the learning process is highly dependent on the maturity of planning. On this basis, this study aims to carry out evaluation monitoring of the learning process. The setting of this research is located at the Faculty of Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Curup. The approach used in this research is qualitative with descriptive study method. Furthermore, the data were obtained from interview method, participant observation and documentation study. The results of this study concluded that the standard operating procedures (SOP) became a reference for monitoring the evaluation of the learning process. In fact, the SOP becomes a form of learning planning maturity process. For this reason, the SOP products produced in this study can be a reference in efforts to strengthen systematic learning from the planning to evaluation stages.
Implementation of the Project Based Learning (PjBL) Model in Improving the Ability to Understand the Qur'an in the Independent Curriculum at MTsN 4 Tanah Datar Sari, Nelfa; Tanjung, Alwin
BAHTSUNA: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LP3M UNZAH GENGGONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55210/bahtsuna.v7i1.536

Abstract

This study aims to analyze and describe the application of the Project Based Learning (PjBL) model to improve the ability to understand the Qur'an in the Merdeka curriculum. This study uses a qualitative approach with a case study type and a single case study type. This study was located at MTsN 4 Tanah Datar. Data were collected through participatory observation techniques, in-depth interviews and documentation studies. Data were analyzed using an analysis model developed by Miles, Huberman and Saldana. The implementation of project-based learning models can improve students' reading skills, especially in terms of tajwid and reading fluency. Project-based learning models are implemented by directing students to construct their own knowledge and understanding in understanding the Qur'an. Students' abilities in understanding the Qur'an, starting from understanding verse by verse, word by word, to the ability to understand the content of the interpretation of a verse and letter, can be improved because students implement it directly in a project. So that in the end, project-based learning models can be used to improve students' abilities in understanding the Qur'an, as evidenced by the increasing understanding of students regarding several verses taught in the Qur'an and Hadith subjects in the independent curriculum. The ability of students to understand the Qur'an, starting from understanding verse by verse, word by word, to the ability to understand lessons that can be absorbed can be improved by implementing a project-based learning model, but still under the supervision and direction of the facilitator.
Exploration of Project-Based Learning in Islamic Religious Education in Elementary Schools Nelfa Sari; Rini Putri Handayani
Ahlussunnah: Journal of Islamic Education Vol. 4 No. 3 (2025): December
Publisher : STIT Ahlussunnah Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58485/jie.v4i3.723

Abstract

This study aims to explore the planning and implementation of Islamic Religious Education learning based on Project Based Learning (PjBL). The research employs a qualitative approach with a case study design to gain an in-depth understanding of the phenomenon. The subjects consist of Islamic Religious Education teachers, school principals, and students from grades four and five, serving as the primary and secondary data sources. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation to ensure comprehensive and triangulated data. Data analysis is conducted through data reduction, data display, and drawing conclusions to provide a thorough interpretation of the findings. Prior to the learning process, the teacher prepares detailed lesson plans and learning devices to guide the implementation. The Project-based learning (PjBL) steps consist of project orientation, group division, project planning, implementation, presentation, and reflection, which are systematically carried out to foster active student engagement. This method encourages students to work collaboratively, develop creativity, and apply their knowledge in producing real projects. The findings of this study offer valuable insights into effective strategies for planning and implementing Project-based learning (PjBL) in Islamic Religious Education, emphasizing the importance of systematic preparation, teacher facilitation, and active student participation. The study highlights that when well-planned and executed, Project-based learning (PjBL) can enhance the quality of learning by making it more meaningful and relevant to students’ lives.
Exploring PAI Students' Critical Thinking Competencies for Seizing Society 5.0 Era Opportunities Using Mixed-Methods Study Muhammad Idris; Nelfa Sari; Tria Dian Ramadhayanti; Yesi Ramadhanti
Ta'dib Vol 29 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jt.v29i1.16489

Abstract

Critical thinking is a key competency for navigating the Society 5.0 era. In reality, the critical thinking abilities of Islamic Education students still vary across various aspects. This study aims to explore the level of critical thinking, identify development efforts, and analyze the obstacles encountered. The study employed a mixed-methods approach with a sequential explanatory design. Quantitative data were collected through a questionnaire administered to 105 sixth-semester students and analyzed using descriptive statistics. Qualitative data were gathered through in-depth interviews and documentation, then analyzed through the stages of data collection, data reduction, data display, and conclusion and verification. The results indicate that students’ critical thinking skills fall into the high category at 82.24%. All aspects of critical thinking achieved high levels. Development efforts include the application of critical thinking in learning, the use of student-centered models and strategies, the utilization of learning technology, and HOTS-based assessment. The challenges identified included differences in students’ initial abilities, time constraints, a learning approach that remains rote-memorization-oriented, low self-confidence, limited facilities and infrastructure, and a lack of training for instructors. The study concluded that PAI students’ critical thinking skills are generally good but still vary and require further development. Unlike previous studies that measured these skills through experimental treatments, this study did not examine the factors causing such variations. These findings should be taken into consideration by faculty members and the department to improve the quality of instruction so that students’ critical thinking skills can develop more optimally.