p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Literasiologi
Sasi Hanila
Institut Agama Islam Negeri Curup

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendekatan Brain-Based Learning dalam Pendidikan Abad 21: Perspektif Neuroscience dan Keterampilan 6C Rio Pujangga; Sasi Hanila; M. Azimmullah Ilyas; Sutarto Sutarto; Aida Rahmi Nasution
Jurnal Literasiologi Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v15i1.1127

Abstract

Pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki keterampilan 6C sebagai kompetensi utama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan global. Kondisi tersebut memerlukan pendekatan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Artikel ini bertujuan menganalisis relevansi Brain-Based Learning dalam pendidikan abad ke-21 melalui perspektif educational neuroscience dan pengembangan keterampilan 6C. Penelitian menggunakan metode library research dengan teknik content analysis terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Brain-Based Learning mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna sesuai dengan cara kerja alami otak. Pendekatan ini berkontribusi terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, kesadaran sosial, dan pembentukan karakter peserta didik. Perspektif neuroscience juga menunjukkan bahwa emosi, motivasi, perhatian, dan pengalaman belajar berpengaruh terhadap efektivitas pembelajaran. Namun, implementasi Brain-Based Learning masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan pemahaman pendidik mengenai neuroscience pendidikan dan keterbatasan fasilitas pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kompetensi guru dan strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
EKSPLORASI FILSAFAT RELIGIUS RASIONAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER STUDI KUALITATIF TERHADAP INTEGRASI AKAL DAN WAHYU Sasi Hanila; Revan Marhamah; Amrullah Amrullah; Fakhruddin Fakhruddin
Jurnal Literasiologi Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v15i1.1131

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan pemikiran filsafat religius rasional dalam pendidikan Islam kontemporer sebagai upaya mengintegrasikan akal dan wahyu dalam proses pendidikan. Pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada aspek spiritual semata, tetapi juga menuntut kemampuan berpikir kritis, rasional, dan reflektif dalam memahami ajaran Islam di tengah perkembangan zaman. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pendidikan yang mampu menghubungkan nilai-nilai wahyu dengan kemampuan rasional peserta didik secara seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi filsafat religius rasional dalam pendidikan Islam kontemporer melalui studi kualitatif terhadap integrasi akal dan wahyu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas pendidik, peserta didik, serta tokoh pendidikan Islam yang memahami konsep integrasi akal dan wahyu dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat religius rasional dalam pendidikan Islam kontemporer dapat diterapkan melalui pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara pemahaman tekstual dan kontekstual, pengembangan kemampuan berpikir kritis, reflektif, serta penguatan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi akal dan wahyu dalam proses pendidikan mampu membentuk peserta didik yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual secara seimbang. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti dominasi metode pembelajaran konvensional, keterbatasan pemahaman pendidik terhadap pendekatan filsafat religius rasional, serta kurangnya inovasi dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi pendidik serta pengembangan model pembelajaran yang mampu mengintegrasikan akal dan wahyu secara harmonis agar pendidikan Islam kontemporer dapat berjalan lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Implementasi Kurikulum Humanistik dan Rekonstruksi Sosial dalam Membangun Kompetensi Abad 21 Peserta Didik di SMAN 3 rejang Lebong Sasi Hanila; M. Azimmullah Ilyas; Epa Kristina; Muhammad Idris; Deri Wanto
Jurnal Literasiologi Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v15i1.1132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum humanistik dan rekonstruksi sosial dalam membangun kompetensi abad 21 peserta didik di SMAN 3 Rejang Lebong. Penelitian dilatarbelakangi oleh tuntutan pendidikan abad 21 yang menekankan pengembangan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas peserta didik, sementara proses pembelajaran di sekolah masih cenderung berpusat pada guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum humanistik dilakukan melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, sedangkan pendekatan rekonstruksi sosial diterapkan melalui diskusi, kerja kelompok, dan pembelajaran kontekstual berbasis masalah sosial. Implementasi kedua pendekatan tersebut memberikan dampak positif terhadap pengembangan kompetensi abad 21 peserta didik, terutama dalam kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan fasilitas, kesiapan guru, dan rendahnya kemandirian belajar sebagian peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum humanistik dan rekonstruksi sosial dapat menjadi pendekatan yang relevan dalam mendukung pengembangan kompetensi abad 21 di sekolah menengah.
Internalisasi Nilai-Nilai Tarbawi dalam Kerangka Teoritis Pendidikan Islam: Identifikasi Nilai Dasar Tarbiyah, Analisis Ayat dan Hadis dengan Pendekatan Tafsir Maudhu’i, serta Konseptualisasi sebagai Landasan Filosofis Pendidikan Agama Islam Sasi Hanila; Feni Karya Utami; Jerri Sundari; Abdul Rahman; Nelson Nelson
Jurnal Literasiologi Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Literasiologi
Publisher : Yayasan Literasi Kita Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47783/literasiologi.v15i1.1148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji internalisasi nilai-nilai tarbawi dalam kerangka teoritis pendidikan Islam dengan fokus pada identifikasi nilai dasar tarbiyah yang meliputi tauhid, adab, akhlak, keadilan, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis pendidikan menggunakan pendekatan tafsir maudhu’i dan analisis tematik, serta merumuskan konseptualisasi nilai tarbawi sebagai landasan filosofis pendidikan agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis library research, di mana data dikumpulkan melalui studi literatur terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan content analysis dengan langkah reduksi, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan secara sistematis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tarbawi membentuk suatu sistem yang terintegrasi dengan tauhid sebagai nilai sentral yang melandasi dimensi etis dan sosial. Pendekatan tafsir tematik mengungkap bahwa Al-Qur’an dan hadis mengandung konstruksi nilai pendidikan yang bersifat holistik, mencakup aspek spiritual, moral, dan sosial secara seimbang. Penelitian ini juga merumuskan tiga dimensi utama nilai tarbawi, yaitu teologis, etis, dan sosial, yang dapat dijadikan sebagai landasan filosofis pendidikan Islam.Kesimpulannya, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat fondasi teoritis pendidikan Islam berbasis nilai, serta menawarkan kerangka konseptual yang integratif bagi pengembangan pendidikan agama Islam.