Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Paradigma dan Isu dalam Pendidikan Seni: Strategi Untuk Pengembangan Pendekatan yang Relevan dan Berkelanjutan Ken Steven; Hartono; Muhammad Fazli Taib Bin Saearani
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.924

Abstract

Pendidikan seni memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan keterampilan siswa. Penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis sembilan isu utama dalam pendidikan seni, yaitu akhlak, akses, perkembangan teknologi, multikulturalisme, kreativitas, nilai seni, keberlanjutan, evaluasi, dan peran guru. Setiap isu dianalisis dengan strategi yang relevan untuk mengatasi tantangan, termasuk integrasi nilai-nilai akhlak dalam kurikulum seni, program inklusi untuk mengatasi kesenjangan akses, dan penggunaan teknologi dalam pembelajaran seni. Selain itu, artikel ini menekankan pentingnya kurikulum multikultural, pendekatan holistik dalam pengajaran seni, dan evaluasi berbasis proses kreatif. Peran guru sebagai fasilitator dan mentor diuraikan untuk mendukung pembelajaran seni yang inklusif dan kreatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur dan analisis konten dari berbagai sumber yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penerapan strategi-strategi yang tepat, pendidikan seni dapat menjadi lebih relevan dan berkelanjutan, memberikan pengalaman pendidikan yang bermakna bagi semua siswa. Artikel ini diharapkan dapat membantu pendidik seni mengembangkan pendekatan yang lebih efektif dalam menyediakan pengalaman pendidikan seni yang berkelanjutan dan bermakna.
MEMBUAT MINIATUR HONAI : BELAJAR RUMAH ADAT PAPUA DAN BAHAN ALAMI DI SEKITAR KITA Astrid Lekatompessy; Hartono; Wagiran; Faktur Rokhmand
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.36097

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media manipulatif berbentuk rumah adat Honai Papua sebagai media pembelajaran IPA pada jenjang sekolah dasar. Media ini dirancang untuk mendukung pembelajaran berbasis konstruktivisme dan kontekstual, serta mendorong pemahaman konsep lingkungan, adaptasi makhluk hidup, dan pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (R&D) dengan model ADDIE. Subjek penelitian terdiri atas 25 siswa kelas V SD Agape Terpadu di Kabupaten Nabire. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, serta angket validasi ahli dan respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media manipulatif Honai memiliki validitas tinggi (skor rata-rata 89%) dan sangat layak digunakan dalam pembelajaran IPA. Penggunaan media juga meningkatkan keterlibatan siswa, rasa ingin tahu, serta kemampuan memahami konsep IPA secara kontekstual. Kesimpulan utama menunjukkan bahwa media manipulatif Honai Papua efektif digunakan sebagai alternatif media konkret dalam pembelajaran IPA sekolah dasar.
EKSPLORASI MANIFESTASI MORALITAS PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN SENI TARI DAN SENI SUARA BERBASIS PROYEK KOLABORATIF: Studi Deskriptif Kualitatif di SMA Kristen Anak Panah Nabire Hana Sumiati Widjaja; Hartono; Fathur Rokhman; Wagiran
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2026): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8684

Abstract

This qualitative descriptive study explores the manifestations of student morality in collaborative project-based learning in dance and vocal arts education at SMA Kristen Anak Panah Nabire, Indonesia. This research aims to investigate how aesthetic experiences and collaborative artistic activities contribute to the internalization and expression of moral values. Data collection was conducted through participant observation, in-depth interviews, and documentation analysis during the "Warisan Budaya Nusantara" (Nusantara Cultural Heritage) collaborative art project, with 64 students and 2 art teachers as participants. Data were collected through classroom observations, reflective journals, and semi-structured interviews with students and teachers. The analysis results show four main manifestations of morality: (1) the growth of personal and collective responsibility in group commitments; (2) the development of empathy and social awareness during the rehearsal process; (3) the strengthening of cooperation and solidarity in resolving conflicts and achieving artistic goals; and (4) the emergence of moral reflection through aesthetic experiences. These findings indicate that moral values are not only transmitted cognitively but are also experienced through social interaction, emotional experiences, and shared reflection within a contextual creative process. The implications highlight that project-based learning in arts education can function as a moral ecology—an environment where artistic collaboration becomes a living process of ethical formation. This study contributes to the theoretical discourse on art and morality, and provides practical recommendations for teachers and curriculum designers to foster character development through arts education.
HAKIKAT PENILAIAN DALAM PENDIDIKAN SENI: MENAFSIRKAN HASIL PENGUKURAN UNTUK MENILAI KUALITAS PEMBELAJARAN Kingkin Prasetyo Wati; Hartono; Udi Utomo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 In Press
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i04.8738

Abstract

Authentic assessment is an evaluation approach designed to measure students' competencies comprehensively and contextually in arts and culture learning. This study aims to examine the implementation of authentic assessment, measurement results, and its effectiveness in improving motivation and quality of arts and culture learning at the elementary and secondary school levels. The research method used a literature study with techniques of reviewing various sources such as books, journals, articles, and previous research results relevant to the field of arts and culture and the Merdeka Curriculum. Data analysis was carried out descriptively by organizing and presenting the results of the literature review systematically to obtain comprehensive findings regarding the process and results of authentic assessment. The results of the study show that authentic assessment not only assesses artistic works but also the creative process and reflective attitudes of students, thereby supporting more interactive and meaningful learning. In addition, authentic assessment has a positive impact on increasing learning motivation and the development of students' multidimensional competencies. This study recommends teacher training and the development of assessment instruments as strategies to strengthen the implementation of authentic assessment in the field of arts and culture. Thus, authentic assessment plays an important role in improving the quality of arts education through a holistic and sustainable approach.