Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Framing Analysis of The Announcement of Membership Mandatory Requirements of Social Security Agency to Obtain Public Services in Indonesia Arief Nuryana; Faisal Abubakar; N Ilis; Roy Nurfan; Muslih Faozanudin
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.5165

Abstract

Abstrak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) merupakan program yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. BPJS Kesehatan mempunyai tugas menyelenggarakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi masyarakat Indonesia. Dua media online terpilih memiliki konstruksi pemberitaan yang berbeda untuk kebijakan ini, yaitu Kontan dan CNBC Indonesia. Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, muncul pertanyaan tentang bagaimana media, Kontan dan CNBC Indonesia, membingkai pemberitaan mengenai polis kepesertaan asuransi kesehatan sebagai syarat untuk memperoleh pelayanan publik dalam pemberitaan di kedua media tersebut melalui struktur analisis framing Robert Entman. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan paradigma konstruktivis. Metode analisis yang digunakan adalah framing Robert Entman dengan empat dimensi framing. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kontan dan CNBC Indonesia melakukan framing yang berbeda dalam pemberitaan polis kepesertaan jaminan kesehatan, dimana Kontan lebih fokus melaporkan hal-hal lain selain kebijakan tersebut berdasarkan perspektif masyarakat, sedangkan CNBC Indonesia hanya berfokus pada pelaporan kesehatan polis asuransi sebagai informasi umum dan dasar untuk berbagi dengan masyarakat umum. Kata Kunci: BPJS, Media Online, Pelayanan Publik Abstract The Social Security Administration Agency (BPJS) is a programme that is directly responsible for the President. Health BPJS has the task of administering the National Health Insurance (JKN) for the Indonesian people. The two selected online media have different news constructions for this policy, namely Kontan and CNBC Indonesia. Based on the background of this problem, the question arises about how the media, Kontan and CNBC Indonesia, frame news regarding health insurance membership policies as a condition for obtaining public services in reporting in these two media through Robert Entman's framing analysis structure. The approach used is a qualitative one with a constructivist paradigm. The analytical method used is Robert Entman's framing with four framing dimensions. The results of the analysis show that Kontan and CNBC Indonesia carry out different framing in reporting on the health insurance membership policy, where Kontan focuses more on reporting other things apart from these policies based on a community perspective, while CNBC Indonesia only focuses on reporting health insurance policies as general information and the basis for sharing with the general public. Keywords: BPJS, Online Media, Public Services
Development of “My Eyes” Learning Media to Improve Students’ Understanding of the Eye and Its Functions Hesti Mustika Ati; Sipatun Zahro; N Ilis; Syahroni Syahroni
Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Vol 26 No 02 (2025): PLPB: Jurnal Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, Volume 26 Nom
Publisher : Program Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/plpb.v26i02.66487

Abstract

This study aims to develop a concrete learning medium called “My Eyes” to improve fifth-grade elementary school students’ understanding of the structure and functions of the human eye in the IPAS subject. The research employed a Research and Development (R&D) approach based on the stages proposed by Borg and Gall. The process began with a preliminary study conducted at SDIT Attasyakur, which revealed that the average pretest score was 35.94, with most students scoring below the minimum passing grade (KKM) of 75. The development process then proceeded through planning, initial product development, limited testing, revision, and extensive testing in three development schools. The test instrument was analyzed using a validity test (r-count > r-table 0.329) and the Kuder–Richardson reliability formula, resulting in a reliability coefficient (r11) greater than 0.70, indicating that the instrument was reliable. The feasibility of the media was evaluated through questionnaires administered to media experts (improving from 56% to 88% after revision), subject matter experts (87%), teachers (≥80%), and students (categorized as good to very good). The results of the paired-sample t-test involving 54 students showed that the average pretest score of 10.83 increased to 12.02. The t-count value of 12.399 exceeded the t-table value of 1.674 at α = 0.05, indicating a statistically significant difference between students’ scores before and after using the media. The effectiveness analysis also showed an improvement of 18.28%. Therefore, the “My Eyes” learning media is considered feasible, practical, and effective as an instructional tool to enhance students’ understanding of the structure and functions of the human eye in elementary science learning.
Implementasi Media Visual Edukatif secara Berkelanjutan Untuk Meningkatkan Pemahaman Tentang Sistem Pencernaan Manusia Hesti Mustika Ati; Juliana Hastika; N Ilis
Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Vol 27 No 0`1 (2026): PLPB: Jurnal Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, Volume 27 No
Publisher : Program Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/plpb.v27i0`1.69367

Abstract

Penelitian R&D Borg & Gall ini mengembangkan media Video Audio Visual Edukatif secara berkelanjutan pada materi Sistem Pencernaan Manusia kelas V SD dan menguji kelayakan, kepraktisan, serta efektivitasnya di empat sekolah di Depok. Produk dibuat dengan Canva, divalidasi ahli, direvisi, lalu diuji melalui respon pengguna dan pretest–posttest 12 soal. Hasil validasi menunjukkan ahli materi 90% (sangat layak) dan ahli media 60% (layak dengan perbaikan). Kepraktisan tampak dari respon guru sangat tinggi (94% di sekolah pilot dan >90% di sekolah pengembang) serta respon siswa pada kategori menarik (rata-rata >80%). Efektivitas ditunjukkan oleh peningkatan skor belajar dari rata-rata pretest 5,88 menjadi posttest 10,56 pada sekolah pilot dan dari 6,17 menjadi 10,65 pada sekolah pengembang, dengan perbedaan signifikan (t-hitung -21,519 > t-kritis 2,007) dan efektivitas 72,20%. Media ini layak digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan pemahaman dan membuat pembelajaran lebih bermakna.