Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Formulasi Strategi Pengembangan Bisnis Dengan Pendekatan Swot Dan Qspm (Studi Kasus: Schouten.Id) Nugraha, Salsa Aghniya; Rismayani, Risris; Alamsyah, Muhammad Iqbal
eProceedings of Management Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi bisnis yang tepat untuk mendukung pengembangan Schouten.id, sebuah UMKM yang bergerak di bidang pakaian pria, dalam menghadapi tantangan internal dan eksternal serta memanfaatkan peluang pasar. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan manajemen strategi tiga tahap: input stage (matriks IFE dan EFE), matching stage (matriks SWOT), dan decision stage (matriks QSPM). Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method, dengan analisis kualitatif dan kuantitatif serta pengambilan sampel purposive sampling dari enam narasumber. Hasil menunjukkan skor EFE sebesar 3,485 dan IFE sebesar 2,711, yang mengindikasikan kondisi lingkungan eksternal mendukung dan internal cukup kuat. Strategi prioritas yang dihasilkan, berdasarkan skor TAS sebesar 4,65, adalah mengoptimalkan pinjaman rendah bunga untuk membuka showroom kecil sebagai langkah transisi menuju toko fisik (offline store). Strategi ini diharapkan dapat memperkuat posisi pasar Schouten.id dan mendukung pertumbuhan bisnisnya.Kata Kunci: IFE, EFE, SWOT, QSPM, Strategi Bisnis, UMKM
Pengembangan Kompetensi Manajemen Strategi untuk Pengelola Pasar Rakyat di Kabupaten Bandung Rismayani, Risris; Tricahyono, Dodie; Manuel, Bram
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 3 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v8i3.14114

Abstract

Persoalan persaingan antara pasar rakyat dan pasar modern di Indonesia semakin hangat seiring dengan perkembangan jaman. Sebagai salah satu sumber pendapatan utama masyarakat, terutama di wilayah sub-urban seperti Kabupaten Bandung, pasar rakyat memegang peran penting dalam ekonomi kerakyatan. Namun, untuk dapat memenangkan persaingan dengan pasar modern yang menargetkan pangsa pasar yang sama, diperlukan pendekatan yang lebih holistik dan komprehensif dari sekedar merenovasi bangunan pasar. Program pengabdian masyakarat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pengelola dan pedagang pasar di bidang manajemen strategik. Materi penyuluhan yang diberikan adalah manajemen pasar rakyat memberikan penyuluhan bagaimana mengelola pasar rakyat di Indonesia bagi key players atau pengeola pasar rakyat. Sedangkan, terkait strategi bersaingĀ  masyarakat sasaran diberikan panduan trik-trik bersaing dengan minimarket atau retail modernĀ  Metode yang digunakan adalah ceramah, praktek, diskusi serta tanya jawab dengan peserta pelatihan. Peserta pelatihan sejumlah 45 orang yang terdiri dari 30 orang dari pihak pengelola dan 15 orang pedagang pasar. Sebanyak 84% dari peserta pelatihan merasa bahwa pelatihan yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan peserta untuk mengetahui bagaimana cara mengelola pasar tradisional yang mampu bersaing dengan pasar atau ritel modern.
Pengembangan Strategi Bisinis Menggunakan Metode QSPM (Studi Kasus Ritel Eggy Elektronik) Mahendra, Bartolomeus Ivan Ryan; Rismayani, Risris
eProceedings of Management Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan internal dan eksternal serta memberikan strategibisnis yang berguna untuk pengembangan ritel Eggy Elektronik dan pengembangan Usaha Mikor Kecil danMenengah (UMKM) di Jawa Tengah umumnya di Klaten untuk kedepannya. Penulis melakukan penelitianmenggunakan mix method yaitu memakai kualitatif dan kuantitatif. Penulis melakukan wawancara danmembagikan kuesioner untuk melakukan analisa IFE dan EFE kepada responden yang terdiri dari 2 orang pemilikUMKM dan 1 orang karyawan. Alternatif strategi yang didapatkan dari analisa ini adalah memperbanyak varianproduk dengan harga yang kompetitif, membuat toko online dan mendaftarkan produk pada e-commerce sehinggamembuka pasar baru, serta membentuk Customer Relationship Management (CRM) dengan memanfaatkan mediasosial.Kata kunci: IFE matriks, EFE matriks, SWOT, QSPM
The Awareness and Implementation of MBKM Program as Flexible Learning in Faculty Wahyuningtyas, Ratri; Isynuwardhana, Deannes; Rismayani, Risris; Gunawan, Indra
Humaniora: Journal of Indonesia Culture and Society Vol. 13 No. 3 (2022): Humaniora
Publisher : Bina Nusantara University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21512/humaniora.v13i3.8382

Abstract

The research discussed Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), an independent learning policy for universities in Indonesia issued by the Minister of Education and Culture in 2020. One highlighted policy was the right to study for students to study outside the study program for three semesters. The research intended to determine awareness and implementation of the MBKM program from students, lecturers, and education staff. The research applied a quantitative-descriptive method with a survey model. The research data and information were collected by distributing and filling out questionnaires at the Online Learning System (SPADA) of the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology of Indonesia. The data obtained were then processed through several analytical techniques, namely descriptive statistics using rank order and text processing and analysis. The population in the research consisted of students, lecturers, and educational staff at the Faculty of Economics and Business, Telkom University. The research indicates that the level of knowledge of lecturers, students, and educational staff regarding the MBKM program is relatively high, obtained from various sources of information, including through online/offline channels from the Directorate General of Higher Education. Follow-up that needs to be done as part of continuous improvement is the need for easy access to working groups at the Ministry of Education and Culture and the importance of socializing in terms of rules and technical aspects of MBKM implementation so that activities can run more optimally.