Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DAN POLA MAKAN DENGAN KEJADIAN DISPEPSIA PADA MAHASISWA STIKES FAATHIR HUSADA TANGERANG TAHUN 2022 Siti Hamidah; Abdul Karim; Antonius Rino Vanchapo
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v9i2.677

Abstract

Dispepsia merupakan istilah yang digunakan untuk sindrom atau kumpulan gejala/keluhan yang terdiri dari nyeri atau rasa tidak nyaman di ulu hati, kembung, mual, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, perut rasa penuh atau begah. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan pola makan dengan kejadian dispepsia pada mahasiswa STIKes Fathir Husada Tangerang. Metode penelitian ini menggunakan survey analitik dengan menggunakan desain cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan total sampling yaitu dengan mengambil sampel dari keseluruhan populasi sebanyak 45 orang. Anaslisis data menggunakan uji chi-square dengan program SPSS. Hasil penelitian ini menununjukan Terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres dengan kejadian dispepsia (p value = 0.033) dan tidak terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian dispepsia (p value = 0.07). Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres dengan kejadian dispepsia dimana nilai p value = 0.033 < α = 0.05, dan tidak terdapat hubungan antara pola makan dengan kejadian dispepsia p value = 0.07 > α = 0.05.
HUBUNGAN PERAN KELUARGA SEBAGAI PENGAWAS MINUM OBAT (PMO) DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TUBERKULOSIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CISOKA TAHUN 2022 Dwi Ayu Lestari; Abdul Karim; Mizwar Taufiq Pirmansyah
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jpk.v9i2.684

Abstract

Tuberkulosis Paru merupakan penyakit menular yang saat ini telah menjadi ancaman global, karena hampir sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran keluarga sebagai pengawas minum obat (pmo) dengan kepatuhan minum obat pada penderita tuberkulosis di wilayah kerja puskesmas cisoka. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah penderita TBC di Wilayah Kerja Puskesmas Cisoka sebanyak 39 orang. Dan untuk sempelnya sejumlah 35 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji fisherʼs exact test. Deskriptif kuantitatif dengan Pendekatan Cross Sectional. Sebagian besar responden PMO (Pengawas Minum Obat) mendukung tetapi kepatuhan rendah minum obat sebanyak 4 responden (15,4%), sedangkan PMO yang mendukung dan kepatuhan tinggi minum obat sebanyak 21 responden (80,8%). Berdasarkan penelitian hubungan yang kuat antara peran keluarga dengan kepatuhan minum obat pada klien Tuberkulosis (TBC) di Puskesmas Cisoka dan perlunya pelayanan kesehatan setempat dapat digunakan untuk merencanakan dan menerapkan program promosi atau edukasi kesehatan pada penderita TB.
Effective Communication on Adolescent Delinquency at SMK Jaya Buana Mustikawati Mustikawati; Hendrawati Hendrawati; Windi Rahayu; Abdul Karim
Journal of Community Engagement in Health Vol. 6 No. 1 (2023): March
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v6i1.371

Abstract

Communication is the process of delivering messages by communicators to communicants through media that cause certain effects. This understanding identifies us that which includes the elements of communication are communicators, messages, media, communicants, and effects. Effective communication is communication that is able to produce attitudes (attitude change) in people involved in communication. In the social environment, the role of effective communication is very important, especially at the age of teenagers. Most juvenile delinquency is a lack of communication to parents or to their social environment which causes ineffectiveness in communicating. Parents are the front line in interacting with their teenagers and must prepare how to overcome their children's problems at a young age. The purpose of this counseling is want to know students' understanding of effective communication related to juvenile delinquency so that students are able to understand what messages are conveyed to parents. This activity is carried out in one day in April 2022. The students are students of SMK JAYA BUANA. This outreach activity is expected to be able to increase understanding of communication and be able to use effective listening and correct communication in their daily lives.