Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PKM Pengembangan Usaha Pengeringan Ikan Asin untuk Peningkatan Daya Tahan Tubuh dan Pencegahan Covid-19 Muhaemin Badaruddin; Nasrah Natsir; Fatmawati Gaffar; Syahrul Syahrul; Jasruddin Jasruddin
Ininnawa : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): Volume 01 Nomor 01 (April 2023)
Publisher : Program Studi Manajemen FEB UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ininnawa.v1i1.192

Abstract

Program PKM dilakukan dengan metode memberikan pelatihan, bimbingan, dan pendampingan kepada peserta mengenai cara pengolahan ikan asin secara sehat dan higienis. Tujuan pelaksanaan PKM yaitu (1) untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta mengenai cara pengolahan ikan asin dengan benar, (2) untuk memberikan pengetahuan kepada peserta mengenai nilai gizi dari olahan ikan asin dalam upaya meningkatkan daya tahan tubuh dan pencegahan covid-19, dan (3) peserta dapat mengimplementasikan pengetahuan kewirausahaan yang diberikan. Wilayah lokasi mitra berada di Desa Tellumpanua Kabupaten Barru. Kegiatan pelatihan dan workshop dilaksanakan berpusat di Kantor Desa Tellumpanua. Hasil yang diperoleh dalam kegiatan program PKM yaitu (1) meningkatnya pengetahuan mengenai Teknik pengolahan ikan asin, (2) meningkatnya pemahaman peserta mengenai nilai gizi yang terkandung dalam ikan asin untuk peningkatan daya tahan tubuh dan pencegahan covid-19, dan (3) peserta dapat mengimplementasikan ilmu kewirausahaan yang diberikan pada saat pelatihan. Hasil lain yang diperoleh yaitu meningkatnya Taraf hidup peserta pelatihan. Luaran/output kegiatan PKM yaitu (1) meningkatnya pengetahuan peserta mengenai materi-materi kegiatan, (2) artikel ilmiah yang dipublikasi pada seminar nasional, dan (3) publikasi pelaksanaan PKM pada media online.
PKM Diversifikasi Produk Kuliner Berbahan Dasar Olahan Dari Buah Durian Di Desa Batetangnga Melalui Kegiatan PKM: Diversifikasi Produk Kuliner Berbahan Dasar Olahan Dari Buah Durian Di Desa Batetangnga Melalui Kegiatan PKM Nasrah Natsir; Imran; Ahmad Syawaluddin; Nurhijrah; Maya Sari Wahyuni
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Volume 03 Nomor 01 (April 2024)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jhp2m.v3i1.2422

Abstract

. This outreach to the community was carried out in Kanang, Batetannga Village, Binuang District, Polewali Mandar Regency, because most of the population there still depends on forest and agricultural products even though there is potential income from tourism and culinary businesses. This activity aims to train Kanang residents of Batetannga Village to diversify typical culinary products that can become the village's identity and tourist attraction. Village communities are also given cooking equipment to support entrepreneurial activities in the culinary sector. Product diversification with processed basic ingredients from durian fruit was chosen because durian is one of the mainstay commodities in Kanang, Batetannga Village. Durian fruit from the Kanang area of ​​Batetannga village is used as the main ingredient in making Durian Pie and Durian Pancakes. The training method is structured in several stages; (1) initial survey to determine the potential of culinary products, (2) planning and testing recipes, (3) creating standard recipes, (4) implementation, and (5) evaluation. The results of this activity are to help the Batetannga village community in producing culinary products typical of the Kanang region of Batetannga village, increasing product competitiveness (in terms of quality, quantity, added value, service and product diversification), as well as introducing the application of multimedia technology to promote and sell products. . The evaluation was carried out after training, and the diversification of durian products from the Kanang area of ​​Batetanngga village was marketed at food stalls in the Kanang tourist area, Batetannga Village.
Penerapan Media Visual Dan Audiovisual Terhadap Pembelajaran Anak Usia Dini Era Revolusi Industri 4.0 di Sulawesi Barat Nasrah Natsir
Information Technology Education Journal Vol. 3, No. 2, Mei (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media  pembelajaran  merupakan  alat  yang  digunakan  untuk  melakukan  suatu  pembelajaran.  Media sebagai perantara dalam merangsang perkembangan otak anak terutama untuk anak usia dini. Dengan menggunakan  media  pembelajar  membuat  minat  anak  dalam  belajar  semakin  bertambah  semangat, serta membuat anak memiliki imajinasi tersendiri dengan belajar menggunakan media pembelajaran. Media  yang  dipakai  dalam  melakukan  suatu  pembelajaran  untuk  anak  usia  dini  yaitu  dengan penerapan  media  visual  dan  media  audiovisual,  dengan  menggunakan  media  tersebut  anak  dapat dengan mudah memahami materi yang dijelaskan oleh guru. Dengan media berbasis teknologi dapat memudahkan  guru  dalam  menyampaikan  materi.    Hasil  dari  penggunaan  media  pembelajaran  yang diterapkan oleh guru pendidikan anak usia dini dengan mengimplementasikan media visual dan media audivisual  yaitu  media  yang  digunakan  dapat  menarik  perhataian  anak  dalam  melakukan pembelajaran bagi lembaga pendidikan yang ada di Sulawesi Barat.
Pengembangan Model Digitalisasi Perangkat Pembelajaran untuk Anak Penderita Kusta di Sulawesi Selatan Nasrah Natsir
Information Technology Education Journal Vol. 3, No. 3, September (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pengajaran yang valid dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Perangkat yang dikembangkan meliputi silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Bahan Ajar Siswa (BAS), Lembar Kerja Siswa (LKS), instrumen penilaian aspek pengetahuan dan keterampilan berpikir kritis, serta media berbasis Macromedia Flash. Metode penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang mencakup lima tahap: Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate. Validasi perangkat dilakukan melalui penilaian ahli untuk memastikan kelayakan dan kualitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pengajaran yang dikembangkan dinilai sangat valid berdasarkan hasil validasi, sehingga layak digunakan secara optimal dalam pembelajaran. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah dasar melalui penerapan media pembelajaran berbasis teknologi. 
Pelatihan Delapan Strategi Membangun Usaha Keluarga Masyarakat Desa Batetangnga Kabupaten Polewali Mandar Rudi Amir; Nasrah Natsir; Marzuki, Kartini; Imran; Suwahyu, Irwansyah
TEKNOVOKASI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 2 (May 2025)
Publisher : Jurusan Teknik Informatika dan Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/teknovokasi.v3i2.8509

Abstract

Family business is an economic entity that is controlled and inherited from generation to generation, has become an important foundation in the global economy. Rapid technological developments are very helpful in building family businesses, including in terms of finance. Digital-based financial products and services such as fintech are increasingly in demand by the public. One of the factors that drives the growth of the fintech industry is the development of SMEs. More and more SMEs are using digital services to make it easier for consumers to make transactions. The development of small and medium enterprises (SMEs) which continues to grow has also triggered the development of the fintech industry in the country. The purpose of this counseling and training is to find out how the influence of the eight-formula counseling strategy for building family businesses in Batetangnga Village, Polewali Mandar Regency. The methods used are conducting stages of observation, preparation of materials, making pre-tests and post-tests and evaluation stages. Participants in this counseling were 21 residents of Batetangnga Village. From the results of the counseling, it can be concluded that there is an increase in residents' knowledge about how to build a family business properly.
Edukasi Mengolah Buah Durian sebagai Industri Rumah Tangga di Kecamatan Sabbang Kabupaten Luwu Utara Untung; Kartini Marzuki; Nasrah Natsir; Rahmawati; Yolandika Arsyad
Tasnim Journal for Community Service Vol. 6 No. 2 (2025): Tasnim
Publisher : Anotero Lembaga Scientific Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55748/tasnim.v6i2.365

Abstract

Kecamatan Sabbang, Kabupaten Luwu Utara, merupakan salah satu sentra penghasil durian dengan produksi melimpah pada musim panen. Kondisi ini kerap menurunkan harga durian secara drastis, bahkan menimbulkan pembusukan akibat keterbatasan daya simpan buah, sehingga petani mengalami kerugian. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi pengolahan buah durian menjadi produk olahan bernilai tambah sebagai bentuk industri rumah tangga. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan dan pembinaan partisipatif melalui praktik langsung pembuatan berbagai produk, seperti dampok durian, pancake durian, nastar durian, dan pukis durian. Kegiatan berlangsung Februari–Juli 2024, melibatkan dosen, mahasiswa, petani durian, pengelola PKBM, serta dukungan pemerintah dan tokoh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi petani dalam mengelola buah durian, serta terbentuknya komunitas petani durian yang berorientasi usaha. Produk olahan yang dihasilkan berpotensi bersaing di pasar apabila memenuhi standar mutu, kemasan, labeling, dan legalitas. Program ini juga menginisiasi kolaborasi dengan pengusaha lokal sebagai mitra pemasaran dan permodalan. Kesimpulannya, edukasi pengolahan buah durian mampu menjadi strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan, sekaligus solusi atas fluktuasi harga durian pada musim panen. Rekomendasi diberikan pada tiga aspek: (1) akademik, berupa integrasi praktik kewirausahaan dalam pendidikan nonformal; (2) praktis, berupa penguatan manajemen usaha rumah tangga berbasis potensi lokal; dan (3) kebijakan, berupa dukungan pemerintah daerah dalam pembinaan berkelanjutan, akses modal, serta sertifikasi produk.
Budidaya Sayuran Dengan Vertikultur Untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Masyarakat Komplek Perkotaan: id Nasrah Natsir; Kartini Marzuki; Amir, Rudi; Latang; Febriansya
V-MACHINE: Vocational and Mechanical Community Service Journal Vol. 2 No. 2 (2025): November
Publisher : Program Studi Sarjana Terapan PTM FT UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69712/machine.v2i2.10661

Abstract

The growth of the population presents new challenges to food availability. One effort to enhance food adequacy, resilience, and self-sufficiency is the utilization of home garden spaces. However, in urban areas, limited land often becomes a barrier to maximizing yard use. Verticulture techniques offer a solution for vegetable cultivation in restricted spaces. This community service activity aims to introduce verticulture-based vegetable planting as a strategy to strengthen household food security. The participants consisted of residents from several housing complexes within the Somba Opu Subdistrict, Gowa Regency. The program was carried out through lectures and hands-on practice. The activity produced positive outcomes for the participants. Cognitively, their knowledge of verticulture-based vegetable cultivation increased significantly. Meanwhile, in terms of psychomotor skills, there was also an improvement in their ability to grow various types of vegetables using verticulture techniques.