Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENDEKATAN MULTISENSORI DALAM DESAIN LOBI HOTEL BUTIK UNTUK MENCIPTAKAN MEMORABLE EXPERIENCE fahriyah, talitha; Wardhana, Mahendra; Astuti, Susy Budi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE, Maret 2026
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i1.4544

Abstract

Abstract: Tourism growth in the city of Bandung has increased significantly, particularly in the hospitality industry. This has prompted hotels to provide a more impactful, memorable, and distinctive spatial experience compared to other hotels, especially in the lobby area, which serves as the first point of contact with guests. The lobby functions not only as a space for guests to wait but also as a representation of the hotel’s identity and a key factor in shaping the initial impression that influences visitors perceptions. This study employs a qualitative approach using a literature review method, involving the collectiob and synthesis of various scientific sources related to multisensory design, hospitality experience, and repeat visit behavior. The analysis was conducted thematically to identify the interrelationships between sensory stimuli (visual, auditory, olfactory, and tactile), spatial experiences, and the formation of revisit intentions. The results indicate that the integration of multisensory elements in hotel lobbies has the potential to strenghthen emotional engagement and create a more immersive and memorable experience. This study confirms that a multisensory approach plays a strategic role in building memorable spatial experiences without relying on new physical design interventions, but rather through the integrated optimization of sensory stimulation. Keyword: Hotel lobby; Memorable Spatial Experience; sensory perception Abstrak: Pertumbuhan pariwisata di Kota Bandung meningkat dengan jauh terutama pada industri perhotelan. Hal ini mendorong setiap hotel untuk memberikan pengalaman ruang yang lebih kuat, berkesan, dan berbeda dengan hotel lainnya, khususnya pada area lobi yang menjadi titik kotak pertama dengan tamu. Lobi tidak hanya berfungsi sebagai ruang singgah tamu, tetapi sebagai representasi identitas dan pembentuk kesan awal yang memengaruhi persepsi pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran multisensory experience dalam desain interior lobi hotel “X” serta mengkahi hubungannya terhadap niat tamu untuk kembali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review melalui pengumpulan dan sistesis berbagai sumber ilmiah terkait desain multisensory, pengalaman hospitality, dan perilaku kunjung ulang. Analisis dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi keterkaitan antaa stimulus sensorik (visual, auditori, olfaktori, dan taktil), pengalaman ruang, dan pembentukan niat kembali. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi elemen multisensori pada lobi hotel berpotensi untuk memperkuat keterlibatan emosional dan menciptakan pengalaman yang lebih imersif dan mudah diingat. Studi ini mengeaskan bahwa pendekatan multisensori memiliki peran strategis dalam membangun pengalaman ruang yang berkesan tanpa bergantung pada intervensi desain fisik baru, melainkan melalui optimalisasi stimulasi inderawi secara terintegrasi Kata Kunci: Lobi Hotel; Memorable Spatial Experience; Persepsi Indrawi. Keyword: Hotel lobby; Memorable Spatial Experience; sensory perception
Peran social furniture arrangement dalam mendukung interaksi sosial pada fasilitas kesehatan: Tinjauan literatur Kamila, Annisa; Wardhana, Mahendra; Astuti, Susy Budi
Jurnal Desain Vol 13 No 3 (2026): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jd.v13i3.1674

Abstract

Lingkungan fasilitas kesehatan membentuk lebih dari sekadar latar bagi aktivitas medis, ruang di dalamnya juga memengaruhi cara pasien, keluarga dan tenaga kesehatan saling berinteraksi. Sejumlah kajian menunjukkan bahwa pengalaman sosial yang positif berkontribusi terhadap kenyamanan psikologis dan proses pemulihan pasien. Namun, dalam pembahasan desain terapeutik, peran pengaturan furnitur sering kali hadir sebagai aspek teknis, bukan sebagai elemen utama yang membentuk hubungan sosial di dalam ruang perawatan. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk menelaah peran social furniture arrangement dalam mendukung interaksi sosial di fasilitas kesehatan. Kajian ini dilakukan melalui metode narrative literature review. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengaturan tata letak furnitur, keterbukaan visual, serta skala dan fleksibilitas ruang memiliki keterkaitan dengan terbentuknya interaksi sosial yang lebih suportif. Temuan menunjukkan bahwa social furniture arrangement berperan melalui mekanisme spasial seperti fleksibilitas tata duduk, keterbukaan visual, pengelompokan furnitur berskala kecil dan kejelasan sirkulasi, yang secara bersama-sama memfasilitasi pilihan interaksi sosial, rasa kendali, serta kenyamanan psikologis pengguna dalam pengalaman terapeutik.
AN ANALYSIS OF BUSINESS DEVELOPMENT IN PLASTIC WASTE RECYCLING INTO ECO-FRIENDLY FURNITURE: A CASE STUDY OF KAMPUNG BERSERI ASTRA KEPUTIH Astuti, Susy Budi; Wahyudie, Prasetyo; Harwinanto, Agrie Pratama; Koraag, Chaterine Eunice Michelle Naomi
Management and Sustainable Development Journal Vol 8 No 1 (2026): Management and Sustainable Development Journal (On Progress)
Publisher : Department of Management - Institut Shanti Bhuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46229/msdj.v8i1.1062

Abstract

This study analyzed the potential and strategy for developing plastic waste recycling into eco-friendly furniture at Kampung Berseri Astra Keputih, Surabaya. Using a qualitative descriptive method, the research involved literature review, field observation, and design exploration. SWOT analysis was applied to identify internal and external factors influencing community-based business feasibility. The results showed that the area had strong potential supported by material availability, environmental awareness, and CSR programs. The study produced Eco-Block Furniture, a modular and multifunctional recycled plastic product applying knockdown and self-locking systems for practical and aesthetic purposes. Despite these advantages, challenges such as limited technical skills and public perception of recycled products remain. Continuous support and design validation are necessary to sustain implementation. In conclusion, recycling plastic waste into furniture contributes to environmental improvement and generates sustainable economic opportunities for the local community.
Peran Emotional Design dalam Membentuk Daya Tarik dan Keputusan Berkunjung ke Kafe: Kajian Literatur Integratif Untoro, Attira Dwisthi; Astuti, Susy Budi; Hawari, Firman; Indraprasti, Anggri
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 5 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i5.11149

Abstract

Perkembangan kafe di perkotaan menunjukkan pergeseran fungsi kafe dari sekadar tempat konsumsi menjadi ruang sosial, ruang kerja informal, dan bagian dari gaya hidup konsumen muda. Dalam konteks tersebut, desain interior tidak hanya berperan sebagai elemen estetis, tetapi juga sebagai stimulus yang dapat membentuk pengalaman emosional pengunjung. Artikel ini bertujuan mengintegrasikan literatur mengenai emotional design, desain interior kafe, dan perilaku konsumen untuk menjelaskan bagaimana aspek visceral, behavioral, dan reflective berperan dalam membentuk daya tarik serta keputusan berkunjung ke kafe. Metode yang digunakan adalah integrative literature review dengan mengkaji berbagai penelitian terdahulu yang relevan untuk mengidentifikasi pola hubungan antara desain emosional dan keputusan konsumen. Hasil kajian menunjukkan bahwa ketiga respons emosional saling berkaitan dalam membentuk persepsi daya tarik, preferensi, dan keputusan berkunjung. Artikel ini menghasilkan model konseptual yang menempatkan emotional design sebagai pendekatan integratif untuk memahami hubungan antara desain interior kafe dan perilaku konsumen muda.