Sharlini Desfika Nasution
Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Pengaruh Olahraga Saat Berpuasa Sharlini Desfika Nasution; Rahmi Rahmi
JURNAL PANDU HUSADA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v4i2.16442

Abstract

Abstrak: Puasa didefinisikan sebagai tidak adanya asupan makanan dan cairan. Selama puasa, sel mengaktifkan jalur yang meningkatkan pertahanan intrinsik terhadap stres oksidatif dan metabolik serta jalur yang menghilangkan atau memperbaiki molekul yang rusak. Puasa intermiten mencakup pola makan di mana individu menjalani periode waktu yang lama dengan sedikit atau tanpa asupan energi, dengan periode asupan makanan normal dan secara berulang. Olahraga dan puasa intermiten meningkatkan ekspresi brain-derived neurotrophic factor (BDNF) di beberapa wilayah otak dan BDNF secara parsial memediasi peningkatan plastisitas sinaptik. Sinyal BDNF di otak juga dapat mempengaruhi respons perilaku dan metabolik terhadap puasa dan olahraga, termasuk pengaturan nafsu makan, tingkat aktivitas dan metabolisme glukosa perifer.
Peran Leptin Dalam Metabolisme Rahmi Rahmi; Sharlini Desfika Nasution
JURNAL PANDU HUSADA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v4i2.16449

Abstract

Abstrak: Jaringan adiposa, yang sering disebut sebagai “lemak”, merupakan organ yang dulunya dianggap hanya sebagai penyimpan lipid, ternyata dapat menghasilkan berbagai substansi, seperti hormon, sitokin, dan peptide lainnya. Oleh karena itu, jaringan adiposa memiliki fungsi yang sangat banyak dalam fisiologi tubuh. Salah satu hormon yang dihasilkan adalah leptin. Secara umum leptin merupakan hormon pengatur nafsu makan, tetapi ternyata leptin dapat berperan dalam metabolisme tubuh. Studi ini bertujuan untuk membahas peran leptin dalam metabolisme tubuh. Leptin merupakan salah satu hormon utama yang dihasilkan oleh jaringan adiposa. Leptin bekerja mengatur keseimbangan energi tubuh dengan menekan rasa lapar dan menstimulasi rasa kenyang. Selain itu, leptin juga dapat mempengaruhi metabolisme glukosa dan lipid secara sentral dan perifer melalui berbagai mekanisme. 
PERAN NITRIT OKSIDA TERHADAP TEKANAN DARAH Rahmi, Rahmi; Nasution, Sharlini Desfika; Fauziyah, Yulia
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 4 (2023): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i4.11500

Abstract

Abstrak: Peran Nitrit Oksida Terhadap Tekanan Darah. Hipertensi merupakan faktor risiko paling penting yang dapat dimodifikasi untuk semua penyebab morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia yang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, stroke, infark miokard, fibrilasi atrium dan penyakit arteri perifer. Tekanan darah dan prevalensi pasien hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia. Pemeliharaan tekanan darah secara fisiologis melibatkan interaksi kompleks dari berbagai elemen sistem neurohumoral terintegrasi yang mencakup Renin–Angiotensin–Aldosterone System (RAAS), peran peptida natriuretik, endotelium, Sympathetic Nervous System (SNS) dan sistem kekebalan tubuh. Nitrit oksida merupakan salah satu molekul pensinyalan penting dalam mempertahankan homeostatis vaskular. Penurunan bioavailabilitas NO adalah faktor utama yang menghubungkan stres oksidatif dengan disfungsi endotel dan hipertensi.
PERAN INTERLEUKIN-6 PADA OLAHRAGA : KAJIAN PUSTAKA Nasution, Sharlini Desfika; Rahmi, Rahmi; Fauziyah, Yulia
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 4 (2023): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i4.11460

Abstract

Abstrak: Olahraga dan Interleukin-6. Otot rangka tidak hanya berperan dalam pergerakan, tetapi juga dikenal sebagai organ sekretori yang dapat menghasilkan banyak sitokin. Hal ini menjadi konsep dasar bagaimana otot rangka dapat berkomunikasi dengan organ lain seperti jaringan lemak, hati, dan pancreas, tulang, dan otak. IL-6 merupakan salah satu sitokin yang berperan penting dalam regulasi metabolism tubuh. IL-6 yang dihasilkan pada saat olahraga memiliki efek antiinflamasi. Oleh karena itu IL-6 menjadi salah satu mekanisme bagaimana olahraga dapat mencegah berbagai penyakit.
Molecular Mechanisms and Effectiveness of Sports On Hypertension Treatment Nasution, Sharlini Desfika; Rahmi, Rahmi
Buletin Farmatera Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v9i3.23362

Abstract

Abstract: Hypertension is a serious global health problem. Exercise is an effective non-pharmacological intervention in the management of hypertension through several molecular mechanisms, including vascular endothelial regulation, oxidative stress modulation, and anti-inflammatory effects. This literature study aims to increase readers' knowledge about the molecular mechanism and effectiveness of exercise in the treatment of hypertension by conducting literature searches in national and international journals published in the last 5 years. The main pathological changes in hypertension are changes in the structure and function of arterial vessels, which are characterized by increased peripheral vascular resistance due to vascular remodelling. Regular aerobic exercise has been shown to increase the activity of antioxidant enzymes, including superoxide dismutase (SOD), which plays an important role in protecting cells from oxidative damage. The frequency and duration of exercise play a key role in the effectiveness of exercise programs to lower blood pressure in hypertensive patients.
Olahraga Sebagai Intervensi Non-Farmakologis Pada Lansia Nasution, Sharlini Desfika; Rahmi, Rahmi
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i3.23340

Abstract

Abstrak: Peningkatan populasi lansia global mengalami tantangan kesehatan, termasuk penurunan fungsi fisik, kognitif, dan kualitas hidup. Aktivitas fisik teratur, seperti functional training (FT) dan latihan aerobik, terbukti efektif dalam meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan, fleksibilitas, dan kebugaran kardiorespirasi. Program ini mendukung kemandirian lansia dalam aktivitas sehari-hari serta mengurangi risiko jatuh hingga 50%. Selain itu, latihan aerobik intensitas ringan hingga sedang dapat memperbaiki fungsi kognitif, termasuk daya ingat dan konsentrasi, serta menurunkan risiko gangguan kognitif. Olahraga juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan mental dengan mengurangi stres dan depresi melalui peningkatan aliran darah otak dan stabilitas emosional. Studi menunjukkan bahwa olahraga memiliki efektivitas yang sebanding dengan antidepresan pada lansia yang rentan. Dengan manfaat multidimensi ini, olahraga menjadi intervensi non-farmakologis yang penting untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental lansia serta kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
The Impact of Wet Cupping on Sleep Quality in Healthy People at Medan City Health Clinic Nasution, Sharlini Desfika
Journal of Islamic Medicine Vol 9, No 2 (2025): JOURNAL OF ISLAMIC MEDICINE EDISI SEPTEMBER 2025
Publisher : Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v9i2.35565

Abstract

Background: Sleep quality is an essential need for health and body recovery. Sleep disorders are a serious health problem with a global prevalence reaching 19.1% according to WHO (2020). In Indonesia, the prevalence of sleep disorders among individuals aged ≥15 years is reported at 11.0% for clinically significant insomnia symptoms and 33.3% for sub-clinical insomnia. Cupping therapy as a complementary treatment has been known since ancient civilization and is recommended in Islam, but research on its impact on sleep quality is still limited. Objective:   To determine the impact of wet cupping on sleep quality in healthy people at a health clinic in Medan City. Methods:    This quantitative study used a descriptive analytical design with a one-group pretest-posttest pre-experimental approach, involving 36 respondents at the Medan City Cupping Health Clinic. Sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), and data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank test. Results:  Wet cupping intervention resulted in significant improvements in sleep quality. The results of the Wilcoxon Signed-Rank Test showed a significant difference between sleep quality before and after the intervention (p-value = 0.000) with a decrease in the average PSQI score from 9.428 to 5.167. Conclusion: Wet cupping has been proven effective in improving sleep quality in healthy people and can be an alternative non-pharmacological treatment to overcome sleep disorders and improve quality of life.
Pengaruh Olahraga Aerobik Terhadap Memori Tikus Yang Diinduksi Kebisingan Rahmi, Rahmi; Fauziyah, Yulia; Nasution, Sharlini Desfika
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.21802

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu polusi lingkungan yang dapat meningkatkan hormon stres, sehingga dapat mencetuskan inflamasi dan jalur stres oksidatif sehingga menganggu kerja sel saraf. Hal tersebut dapat menurunkan kemampuan belajar dan memori. Olahraga, terutama olahraga aerobik dapat meningkatkan fungsi memori spasial dan induksi plastisitas hipokampus dengan menurunkan proses inflamasi dan stres oksidatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh olahraga aerobic terhadap memori tikus yang diinduksi kebisingan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan sampel penelitian sebanyak 2 kelompok dengan tiap kelompok terdiri dari 5 tikus. Kedua kelompok dipaparkan kebisingan selama 14 hari. Setelah itu, kelompok 1 tidak diberikan olahraga, dan kelompok 2 diberikan olahraga treadmill selama 4 minggu. Fungsi memori tikus dinilai dengan menggunakan maze Y dengan menghitung spontaneous alternation. Hasil yang diperoleh bahwa terdapat perbedaan rerata spontaneous alternation sebelum dan sesudah kebisingan (p 0.001). Rerata spontaneous alternation kedua kelompok mengalami perbedaan signifikan (p0.05). Kesimpulan penelitian yaitu olahraga aerobic dapat meningkatkan fungsi memori tikus setelah diinduksi kebisingan.