Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Olahraga Saat Berpuasa Sharlini Desfika Nasution; Rahmi Rahmi
JURNAL PANDU HUSADA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v4i2.16442

Abstract

Abstrak: Puasa didefinisikan sebagai tidak adanya asupan makanan dan cairan. Selama puasa, sel mengaktifkan jalur yang meningkatkan pertahanan intrinsik terhadap stres oksidatif dan metabolik serta jalur yang menghilangkan atau memperbaiki molekul yang rusak. Puasa intermiten mencakup pola makan di mana individu menjalani periode waktu yang lama dengan sedikit atau tanpa asupan energi, dengan periode asupan makanan normal dan secara berulang. Olahraga dan puasa intermiten meningkatkan ekspresi brain-derived neurotrophic factor (BDNF) di beberapa wilayah otak dan BDNF secara parsial memediasi peningkatan plastisitas sinaptik. Sinyal BDNF di otak juga dapat mempengaruhi respons perilaku dan metabolik terhadap puasa dan olahraga, termasuk pengaturan nafsu makan, tingkat aktivitas dan metabolisme glukosa perifer.
Peran Leptin Dalam Metabolisme Rahmi Rahmi; Sharlini Desfika Nasution
JURNAL PANDU HUSADA Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v4i2.16449

Abstract

Abstrak: Jaringan adiposa, yang sering disebut sebagai “lemak”, merupakan organ yang dulunya dianggap hanya sebagai penyimpan lipid, ternyata dapat menghasilkan berbagai substansi, seperti hormon, sitokin, dan peptide lainnya. Oleh karena itu, jaringan adiposa memiliki fungsi yang sangat banyak dalam fisiologi tubuh. Salah satu hormon yang dihasilkan adalah leptin. Secara umum leptin merupakan hormon pengatur nafsu makan, tetapi ternyata leptin dapat berperan dalam metabolisme tubuh. Studi ini bertujuan untuk membahas peran leptin dalam metabolisme tubuh. Leptin merupakan salah satu hormon utama yang dihasilkan oleh jaringan adiposa. Leptin bekerja mengatur keseimbangan energi tubuh dengan menekan rasa lapar dan menstimulasi rasa kenyang. Selain itu, leptin juga dapat mempengaruhi metabolisme glukosa dan lipid secara sentral dan perifer melalui berbagai mekanisme. 
PERAN INTERLEUKIN-6 PADA OLAHRAGA : KAJIAN PUSTAKA Nasution, Sharlini Desfika; Rahmi, Rahmi; Fauziyah, Yulia
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 4 (2023): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i4.11460

Abstract

Abstrak: Olahraga dan Interleukin-6. Otot rangka tidak hanya berperan dalam pergerakan, tetapi juga dikenal sebagai organ sekretori yang dapat menghasilkan banyak sitokin. Hal ini menjadi konsep dasar bagaimana otot rangka dapat berkomunikasi dengan organ lain seperti jaringan lemak, hati, dan pancreas, tulang, dan otak. IL-6 merupakan salah satu sitokin yang berperan penting dalam regulasi metabolism tubuh. IL-6 yang dihasilkan pada saat olahraga memiliki efek antiinflamasi. Oleh karena itu IL-6 menjadi salah satu mekanisme bagaimana olahraga dapat mencegah berbagai penyakit.
Molecular Mechanisms and Effectiveness of Sports On Hypertension Treatment Nasution, Sharlini Desfika; Rahmi, Rahmi
Buletin Farmatera Vol 9, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v9i3.23362

Abstract

Abstract: Hypertension is a serious global health problem. Exercise is an effective non-pharmacological intervention in the management of hypertension through several molecular mechanisms, including vascular endothelial regulation, oxidative stress modulation, and anti-inflammatory effects. This literature study aims to increase readers' knowledge about the molecular mechanism and effectiveness of exercise in the treatment of hypertension by conducting literature searches in national and international journals published in the last 5 years. The main pathological changes in hypertension are changes in the structure and function of arterial vessels, which are characterized by increased peripheral vascular resistance due to vascular remodelling. Regular aerobic exercise has been shown to increase the activity of antioxidant enzymes, including superoxide dismutase (SOD), which plays an important role in protecting cells from oxidative damage. The frequency and duration of exercise play a key role in the effectiveness of exercise programs to lower blood pressure in hypertensive patients.
Olahraga Sebagai Intervensi Non-Farmakologis Pada Lansia Nasution, Sharlini Desfika; Rahmi, Rahmi
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i3.23340

Abstract

Abstrak: Peningkatan populasi lansia global mengalami tantangan kesehatan, termasuk penurunan fungsi fisik, kognitif, dan kualitas hidup. Aktivitas fisik teratur, seperti functional training (FT) dan latihan aerobik, terbukti efektif dalam meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan, fleksibilitas, dan kebugaran kardiorespirasi. Program ini mendukung kemandirian lansia dalam aktivitas sehari-hari serta mengurangi risiko jatuh hingga 50%. Selain itu, latihan aerobik intensitas ringan hingga sedang dapat memperbaiki fungsi kognitif, termasuk daya ingat dan konsentrasi, serta menurunkan risiko gangguan kognitif. Olahraga juga berkontribusi pada peningkatan kesehatan mental dengan mengurangi stres dan depresi melalui peningkatan aliran darah otak dan stabilitas emosional. Studi menunjukkan bahwa olahraga memiliki efektivitas yang sebanding dengan antidepresan pada lansia yang rentan. Dengan manfaat multidimensi ini, olahraga menjadi intervensi non-farmakologis yang penting untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental lansia serta kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
Hubungan Resiliensi terhadap Kualitas Hidup akibat Low Back Pain Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran UMSU Angkatan 2021 Muthmainnah, Marva Marwah; Rahmi, Rahmi; Tapiheru, Luhu Avianto; Zahara, Iqrina Widya
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 8, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v8i3.26113

Abstract

Low back pain (LBP) adalah nyeri yang timbul disekitar area punggung bagian bawah pada L4-L5 atau L5-S1 dengan onset akut hingga kronis. LBP dapat terjadi pada siapa saja, dimana mahasiswa kedokteran memiliki risiko terkena LBP akibat banyaknya menghabiskan waktu akademis dengan posisi duduk berjam-jam, posisi kurang ergonimis, hingga kurangnya aktivitas fisik. Tingkat keparahan LBP dapat menggangu aktivitas sehari-hari yang dapat berdampak pada kualitas hidup. Kejadian LBP banyak dihubungkan dengan resiliensi, karena penerimaan terhadap nyeri membantu mengurangi kecemasan bahwa berkegiatan dapat memperparah nyeri. Dalam konteks LBP, resiliensi penting diketahui lebih lanjut karena berperan dalam mengoptimalkan kualitas hidup individu. Metode: Jenis studi ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Muhammadiyah Sumatera Utara Angkatan 2021. Data dikumpulkan melalui kuesioener yang disebarkan menggunakan G-form. Analisis data menggunakan Spearman correlation. Hasil: Mahasiswa kedokteran banyak merasakan LBP pada derajat berat sebesar (40,7%), tingkat resiliensi terbesar mahasiswa berada di sedang sebesar 74%, dan kualitas hidup mahasiwa  yang mengalami LBP memiliki kualitas hidup sedang (85,5%). Adanya hubungan signifikan antara resiliensi dan kualitas hidup dibuktikan dengan nilai r = 0,439, menunjukkan korelasi sedang. Kesimpulan: Resiliensi berkontribusi dalam peningkatan kualitas hidup dan adanya hubungan antara resiliensi dan kualitas hidup mahasiswa yang mengalami LBP.Kata Kunci: kualitas hidup, low back pain, resiliensi
Pengaruh Olahraga Aerobik Terhadap Memori Tikus Yang Diinduksi Kebisingan Rahmi, Rahmi; Fauziyah, Yulia; Nasution, Sharlini Desfika
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 4 (2025): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i4.21802

Abstract

Kebisingan merupakan salah satu polusi lingkungan yang dapat meningkatkan hormon stres, sehingga dapat mencetuskan inflamasi dan jalur stres oksidatif sehingga menganggu kerja sel saraf. Hal tersebut dapat menurunkan kemampuan belajar dan memori. Olahraga, terutama olahraga aerobik dapat meningkatkan fungsi memori spasial dan induksi plastisitas hipokampus dengan menurunkan proses inflamasi dan stres oksidatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai pengaruh olahraga aerobic terhadap memori tikus yang diinduksi kebisingan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan sampel penelitian sebanyak 2 kelompok dengan tiap kelompok terdiri dari 5 tikus. Kedua kelompok dipaparkan kebisingan selama 14 hari. Setelah itu, kelompok 1 tidak diberikan olahraga, dan kelompok 2 diberikan olahraga treadmill selama 4 minggu. Fungsi memori tikus dinilai dengan menggunakan maze Y dengan menghitung spontaneous alternation. Hasil yang diperoleh bahwa terdapat perbedaan rerata spontaneous alternation sebelum dan sesudah kebisingan (p 0.001). Rerata spontaneous alternation kedua kelompok mengalami perbedaan signifikan (p0.05). Kesimpulan penelitian yaitu olahraga aerobic dapat meningkatkan fungsi memori tikus setelah diinduksi kebisingan.