Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : academicus

Pola Asuh Ayah dalam Perspektif Pendidikan Islam dan Implikasinya terhadap Regulasi Emosi Anak Usia Dini: Gita Candra Wulan; Khotimatus Sholikhah; Aisyah Durrotun Nafisah
Academicus: Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 1 (2026): Teaching and Learning
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/academicus.v5i1.118

Abstract

Rendahnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak usia dini di Indonesia menjadi isu krusial, meskipun ajaran Islam telah memberikan panduan komprehensif mengenai peran ayah sebagai pendidik utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola asuh ayah dalam perspektif Pendidikan Islam serta implikasinya terhadap regulasi emosi anak usia dini melalui pendekatan systematic literature review. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur secara sistematis pada Google Scholar dengan rentang tahun 2017–2026, dengan total 25 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan metode content analysis dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif Pendidikan Islam, ayah berperan sebagai pemimpin (ra’i), teladan (uswah hasanah), dan pendidik adab (mu’addib). Keterlibatan ayah terbagi menjadi tiga tipe, yaitu delegasi, partisipasi, dan kolaborasi, di mana keterlibatan langsung (engagement) terbukti memiliki pengaruh paling signifikan terhadap kemampuan regulasi emosi anak. Nilai-nilai Islam seperti kesabaran, syukur, pengendalian diri, dan komunikasi yang lembut menjadi fondasi utama dalam pembentukan regulasi emosi anak usia dini. Penelitian ini juga menemukan adanya kesenjangan antara konsep ideal dalam ajaran Islam dan praktik pengasuhan di masyarakat yang masih dipengaruhi oleh budaya patriarki serta rendahnya keterlibatan emosional ayah. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi antara perspektif Pendidikan Islam dan temuan empiris terkait keterlibatan ayah dalam membentuk regulasi emosi anak usia dini secara sistematis dan komprehensif.
Pembiasaan Ungkapan Sopan Santun dalam Pengembangan Sosial- Emosional Anak Usia 5 - 6 Tahun Putri Nur Jannah; Khotimatus Sholikhah; Diana Zuschaiya
Academicus: Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 1 (2026): Teaching and Learning
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/academicus.v5i1.119

Abstract

Perkembangan sosial-emosional merupakan fondasi penting dalam pendidikan anak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan anak berinteraksi, mengelola emosi, dan membangun hubungan sosial yang positif. Pembiasaan perilaku sopan santun menjadi strategi konkret untuk menstimulasi aspek tersebut. Namun, penelitian sebelumnya lebih banyak membahas pembiasaan perilaku positif secara umum, sedangkan kajian yang secara spesifik menghubungkan penggunaan ungkapan “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih” dengan dimensi sosial-emosional tertentu masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi pembiasaan penggunaan tiga ungkapan tersebut terhadap perkembangan sosial-emosional anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di TK Budi Luhur Sugio, Lamongan, dengan subjek 16 anak Kelompok B yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pembiasaan, sebagian besar anak belum menggunakan ungkapan sopan santun secara spontan. Setelah pembiasaan dilakukan secara konsisten melalui kegiatan rutin, modeling guru, dan reinforcement verbal, penggunaan kata “tolong” meningkat dari 4 menjadi 11 anak, “maaf” dari 3 menjadi 9 anak, dan “terima kasih” dari 5 menjadi 10 anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan ungkapan sopan santun efektif dalam mengembangkan empati, regulasi emosi, dan apresiasi sosial anak usia dini. Novelty penelitian terletak pada pengaitan eksplisit antara tiap ungkapan sopan santun dengan dimensi sosial-emosional yang berbeda.
Pengembangan Kemampuan Komunikasi Anak Berkebutuhan Khusus melalui Bermain Peran Adaptif di TK Inklusif Dewi Mashito Nur Islamiyah; Khotimatus Sholikhah; Sulhatul Habibah
Academicus: Journal of Teaching and Learning Vol. 5 No. 1 (2026): Teaching and Learning
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/academicus.v5i1.130

Abstract

Anak berkebutuhan khusus di kelas inklusif menghadapi hambatan komunikasi yang beragam. Anak dengan autisme ringan cenderung mengalami defisit komunikasi nonverbal berupa ketiadaan kontak mata, ekspresi wajah datar, dan minimnya inisiasi bicara, sedangkan anak dengan hambatan intelektual ringan menunjukkan kesulitan sintaksis, kalimat tidak runtut, serta kecenderungan ekolalia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil penerapan metode bermain peran adaptif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi anak berkebutuhan khusus di TK Golden School Lamongan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan observasi longitudinal kecil, multiple case, dan intervensi naturalistik yang memungkinkan dokumentasi prosesual secara mendalam. Subjek penelitian adalah dua anak usia lima tahun, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi partisipatif selama enam pertemuan, wawancara dengan guru, GPK, dan orang tua, serta dokumentasi perkembangan harian. Hasil menunjukkan peningkatan komunikasi sesuai karakteristik hambatan masing-masing, di mana AK mulai mampu melakukan kontak mata dua hingga tiga detik, menampilkan ekspresi wajah kontekstual, dan menginisiasi ucapan sederhana, sedangkan BR berkembang dari ekolalia menjadi jawaban runtut empat hingga lima kata dengan struktur subjek, predikat, dan objek serta mulai melakukan inisiasi bicara spontan. Novelty penelitian ini terletak pada dokumentasi prosesual longitudinal di TK inklusif penuh tanpa kelas khusus, analisis komparatif dua profil hambatan komunikasi dalam satu kelas, serta integrasi triangulasi multi sumber yang menghasilkan narasi utuh tentang mekanisme keberhasilan intervensi. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa bermain peran adaptif efektif apabila dirancang sesuai kebutuhan anak dan dilaksanakan secara kolaboratif antara guru, GPK, dan orang tua, serta penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk memperluas jumlah subjek dan memperkuat keterlibatan orang tua melalui program pendampingan terstruktur.