Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Siklamat Berbagai Merk Kopi Sachet Yang Di Jual Di Pasar Keputih Surabaya Kartikorini, Nastiti; Ariana, Diah; Samsudin, Rinza Rahmawati; Mardiyah, Siti; Kunsah, Baterun
Indonesian Academia Health Sciences Journal Vol 4 No 1 (2023): Indonesian Academia Health Sciences Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coffee is a type of plant that contains caffeine and can be processed into a delicious drink. In the process of making coffee usually used artificial sweeteners and natural sweeteners. People prefer artificial (synthetic) sweeteners because they are relatively cheap and easy to obtain. The artificial sweetener that is often used by traders is cyclamate. Cyclamate is highly soluble in water and has a sweetness level of 30 times that of sugar. According to research conducted by Indoforum, 2008 in Sebayang, et.al. 2015, Artificial sweeteners (cyclamate) can have negative effects on human health. This study aims at Cyclamate Analysis of Various Brands of Coffee Sachets Sold at Pasar Keputih Surabaya. This type of research is descriptive with a total sample of 30 samples, with qualitative analysis. Using the deposition reaction test method, namely if there is a white precipitate of BaSO4, it means that the sample contains cyclamate / the sample is positive. The results of the cyclamate analysis study on 30 samples of sachet packaged coffee drinks taken from the Surabaya keputih market were not detected or did not contain cyclamate, this was because no white precipitate of BaSO4 was formed when analyzed with the BaCl2 reaction. It can be concluded that the 30 samples of coffee drinks that were The cyclamate has been examined and does not contain artificial sweeteners (cyclamate).
The Empowerment of Fried Food Sellers with Used Cooking Oil using The Addition of Carrot Peels (Daucus Carota) In The Sutorejo Area - Surabaya Kartikorini, Nastiti; Suwarto, Suwarto Harapan; Lestri, Eny
Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat 2025 Prosiding Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SNPPKM 2025)
Publisher : Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/snppkm.v4i1.1418

Abstract

Kenyataan pada umumnya penjual gorengan wilayah Kecamatan Mulyorejo, Kelurahan Dukuh Sutorejo Surabaya lebih memilih minyak goreng yang murah dan mudah didapat misalnya minyak sawit curah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis karakteristik penjual gorengan dengan minyak jelantah di lokasi penelitian. Sutorejo, kecamatsan Mulyorejo, kotamadya Surabaya. Waktu penelitian dilaksanakan selama 6 bulan, mulai Februari 2024 hingga Agustus 2024. Metode penelitin desin experimen dengan sampel penelitian menggunkn purposive sampling sejumlah 96 responden penjual gorengan. Waktu pemeriksaan dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2024.Lokasi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini di wilayah Sutorejo RT: 01 RW: 04 Surabaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dan praktik penjual gorengan terhadap penggunaan minyak jelantah sehat meliputi: Faktor ekonomi penjual, khususnya pendapatan bersih (X7.2), memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan minyak jelantah sehat. Frekuensi penggunaan minyak jelantah (X6.1) dan jenis minyak yang digunakan (X6.2) berpengaruh negatif terhadap praktik sehat. Sementara itu, faktor umur, pendidikan, jumlah keluarga, jenis gorengan, dan lama berjualan tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Model konseptul transisi penggunaan minyak jelantah sehat menggambarkan bahwa penjual dengan pendapatan lebih tinggi dan laba usaha yang besar cenderung lebih mampu menerapkan praktik sehat. Sebaliknya, penjual dengan kebiasaan menggunakan minyak secara berulang dan dengan jenis minyak kualitas rendah lebih sulit menerapkan perubahan. Oleh karena itu, perbaikan kondisi ekonomi dan penyediaan alternatif minyak sehat yang terjangkau menjadi kunci utama keberhasilan model perubahan perilaku ini.