Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Bisnis Model Canvas Dan Profil Bisnis Google: Peningkatan Keahlian Berwirausaha Bagi Mahasiswa Kebidanan Yulia Fitri; Putri Santy; Irma Seriana
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6741

Abstract

Perubahan kondisi pasar dalam bidang kebidanan memerlukan pergeseran paradigma dalam peran bidan. Lulusan kebidanan perlu mengembangkan keterampilan berwirausaha untuk memasarkan produk dan layanan mereka secara independen. Bisnis Model Canvas (BMC) merupakan intrumen penting dalam pemasaran sedangkan untuk untuk meningkatkan visibilitas bisnis  dapat dilakukan dengan memanfaatkan  profil bisnis Google . Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menggunakan bussines model canva dan digitalisasi google bisnis profil  bagi usaha rintisan dalam bidang produk dan jasa kebidanan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa pemberian materi dalam bentuk ceramah, tanya jawab , praktikum dan diskusi. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarkatat diperoleh peningkatan pengetahuan peserta sebesar 24, 6 poin  tentang BMC dan Penggunaan profil bisnis Google . Implikasi yang diharapkan dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan Keterampilan berwirausaha alumni khususnya dalam mengembangkan tehnik pemasaran produk dan jasa layanan kebidanan dengan memanfaatkan digitalisasi
Pelatihan Massage Post Partum Dan Prenatal Yoga Sebagai Solusi Untuk Meningkatkan Kompetensi Wirausaha Alumni Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh Juliastuti, Juliastuti; Seriana, Irma; Sari, Yuni; Santy, Putri; Fitri, Yulia
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i4.10654

Abstract

Potensi besar terbuka bagi alumni Kebidanan untuk berwirausaha dalam mengembangkan layanan kebidanan. Faktor pendukungnya meliputi meningkatnya permintaan akan layanan kebidanan, kesadaran masyarakat akan kesehatan dan kebugaran ibu pasca bersalin, serta tradisi pijat pasca bersalin yang kuat di masyarakat Aceh. Semakin terbatasnya peluang kerja bagi alumni pada tahun pertama setelah kelulusan mendorong institusi untuk mendukung mahasiswa agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri melalui kewirausahaan. Layanan home care menjadi salah satu pilihan wirausaha yang menjanjikan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mengembangkan kemampuan mahasiswa dan alumni dalam melakukan keterampilan massage post partum dan prenatal yoga dan membuka peluang usaha bagi mahasiswa dan alumni. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa pelatihan massage post partum dan prenatal yoga selama dua hari dan evaluasi pengetahuan dan keterampilan dengan pre test, post test dan praktik. Hasil evaluasi kegiatan, Pelatihan massage post partum dan prenatal yoga mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan alumni Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh
Pelatihan Pemantauan Status Gizi Balita pada Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Blang Mangat Kota Lhokseumawe Elizar, Elizar; Iswani, Rayana; Putri, Hendrika Wijaya Kartini; Seriana, Irma
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 7 No. 3 (2025): November
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v7i3.970

Abstract

Malnutrition, in all its forms, includes undernutrition (wasting, stunting, underweight), vitamin or mineral deficiencies, overweight, obesity, and non-communicable diseases caused by diet. Nearly half of deaths in children under 5 years of age are caused by malnutrition. The active role of cadres in early detection of malnutrition and stimulation of growth and development in children at the Integrated Health Post (Posyandu) contributes to reducing the prevalence of malnutrition and thus improving the quality of health. This community service activity trained Posyandu cadres to monitor the nutritional status of toddlers in the Blang Mangat Lhokseumawe Community Health Center (Puskesmas) working area. The problem-solving method was carried out through education, training on measuring nutritional status and filling out the Health Card (KMS). Activities included outreach, pre-tests, group discussions, training, post-tests, and mentoring. Cadres were trained to measure the height and weight, upper arm circumference, and head circumference of toddlers, and to fill out the KMS. The assessment results revealed that the cadres' understanding of how to measure nutritional status and fill out the Health Card (KMS) improved significantly, with 100% coverage, and 80% of them were able to carry out the nutritional status measurements correctly. Observations during the cadre skills training at the integrated health post (Posyandu) showed that all cadres were able to accurately measure the nutritional status of toddlers. This demonstrates active participation and the practical application of the knowledge gained during the training. Improving cadre skills through ongoing training is crucial for monitoring toddler nutritional status.
Strengthening the Regulation of Pokjanal and Pokja from District or City Posyandu in Aceh: A Strategic Study Based on Policy Brief Irnawati, Irnawati; Seriana, Irma; Ibrahim, Ibrahim; Sumihardi; Hayati, Wirda
Journal Keperawatan Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58774/jourkep.v4i2.149

Abstract

Background:  The transformation of health services through the rebranding of Integrated Health Posts (Posyandu) as a community-friendly service positioned Posyandu as the primary hub for community-based health services, with a lifecycle approach, from pregnant women to the elderly. However, in Aceh Province, Posyandu's functioning still faces challenges such as limited funding, unequal capacity of cadres, and the suboptimal institutional role of the Posyandu Operational Working Group (Pokjanal) and Working Group (Pokja). Purpose: To compile policy recommendations in the form of a policy brief regarding the formation and strengthening of regulations for Pokjanal and Pokja Posyandu at the district/city level in Aceh. Methods: The research employed a strategic review approach based on a policy brief. Data were collected through focus group discussions (FGDs) and in-depth interviews with stakeholders, including the Ministry of Home Affairs, the Ministry of Health, the Health Office, the Community Empowerment Office, the Family Welfare Movement (PKK), the Integrated Health Service Post (Posyandu) working group (Pokjanal), and the National Population and Family Planning Board (BKKBN). Data were analyzed qualitatively through thematic synthesis to formulate policy recommendations. Results:  The findings show that 54% of Posyandu in Aceh are not yet active. Posyandu working groups at the district/city and sub-district levels are not yet functioning optimally, while Posyandu working groups at the village level are still limited. Synthesis of the results of FGDs and interviews resulted in nine policy recommendations, including: socialization of Posyandu's position as a Village Community Institution; affirmation of Posyandu's function as a forum for health and social activities; strengthening the role of working groups in services; increasing the capacity of cadres based on 25 basic competencies; structuring the management structure through Village Regulations/Village Decrees; strengthening lifecycle-based and cross-sectoral services; harmonizing regulations following Law No. 17/2023 concerning Health; and regulating cadre terms of office and incentives. Conclusion: Optimizing Posyandu in Aceh requires derivative regulations at the district/city level for the formation and strengthening of Pokjanal-Pokja, accompanied by clear institutional support and increasing the capacity of Posyandu cadres so that integrated health services can be sustainable.