Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KENIKMATAN SURGAWI (Studi komparatif Ath-Thabari, Fakhruddin Ar-Razi dan Al-Manar) Ummy Machila; Ahmad Zainuddin; Amir Mahmud; Miftara Ainul Mufid
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjmis.v1i2.46

Abstract

Kenikmatan merupakan sebuah rasa atau sifat manusia yang muncul ketika manusia tersebut dalam keadaan senang atau bahagia. Surga merupakan kehidupan akhirat yang menjanjikan kebahagian terhadap roh manusia ketika berada didalamnya serta kekal didalamnya. Kenikmatan surgawi merupakan salah satu bentuk kenikmatan yang Allah janjikan. Di dalam surga Allah memfasilitasi banyak sekali kenikmatan, bahkan suatu perkara yang sebelumnya bernilai haram ketika di surga berubah menjadi halal, maka sebagai umat Muslim hendaknya kita tetap menjalankan yang telah di perintahkan.Kendati itu, muncul ragam perbedaan pemaknaan kenikmatan surgawi dalam pergeseran atau periodisasi mufassir. Di setiap masanya tafsir selalu mengalami perkembangan yang disebabkan oleh faktor berubahnya zaman serta tempat. Periode penafsiran digolongkan menjadi tiga generasi yakni klasik, pertengahan, kontemporer. Dari ketiga mufassir ini memunculkan sudut pandang yang berbeda, menurut Ath-Thabari dalam periode klasik, beliau memaknai kenikmatan surgawi yang digambarkan Al-Qur’an sesuai dengan yang disebut. Jadi adanya surga itu memang bisa dilihat berupa sungai dan lain-lain. Kedua, Menurut Ar-Razi dalam periode pertengahan, kenikmatan surgawi di maknai dan di takwilkan sebagai rahmat Allah terlepas apakah yang digambarkan Al-Qur’an berupa sesuatu yang bisa dirasakan panca indera atau tidak. Ketiga, Menurut Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha dalam kitab Al-Manar, ayat - ayat Al-Qur’an hanyalah symbol dari adanya kenikmatan yang lebih besar dari yang digambarkan.Maka dari itu, dengan melihat gambaran atas segala kenikmatan yang Allah berikan seharusnya menjadi motivasi agar lebih meluruskan niat untuk tetap berada di jalan Allah yang benar serta dapat merasakan kenikmatan-kenikmatan yang diturunkan Allah.
RAGAM PEMAKNAAN QIRO’AH Analisis Deskripsi Ayat-Ayat Hukum Dalam Tafsir Al-Bahr Muhith Lukman; Nyoko Adi Kuswoyo; Amir Mahmud; Miftara Ainul Mufid
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjmis.v1i2.47

Abstract

Skripsi ini berjudul Ragam Pemaknaan Qiro’ah Sab’ah Analis Deskripsis ayat-ayat hukum Dalam Tafsir Al-Bahr merupakan Karya Al-imam Atsiruddin abu hayyan muhammad ibn yusuf ibn ali ibn yusuf ibn hayyan al-Andalusi al-Gharnathi Al-Nafzi yang popupler di panggil dengan Abu hayyan. kitab tafsir yang bercorak lughowi dan membahas keragaman ilmu Qiro’ah pada tafsir tersebut apakah perbedaan qiro’ah bisa mempengaruhi pemaknaan dan penafsiran? dan bagaimana cara Abu hayyan menafsirakan Ayat-Ayat memiliki keragaman Qiro’ah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemaknaan dan penafsiran Abu hayyan terhadap ayat-ayat hukum yang memiliki perbedaan Qiro’ah. Serta pemakaian Qiro'ah sebagai sarana penafsiran al-Qur'an dalam Tafsir Al-Bahr Al-Muhith Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research) dengan mengunakan metode diskriptif-analitis yaitu mengambarkan atau menjelaskan perbedaan Qiro’ah yang menimbulkan perbedaan makna dan penafsiran yang berkaitan dengan penelitian tersebut menggali makna-makna yang terkandung dalam penafsiran ayat. Selama ini penelitian-penelitian tentang ’ilmu al-Qiro’ah yang dikaitkan dengan adanya perbedaan pemaknaan dan penafsiran masih sangat sedikit, beberapa penelitian menyimpulkan bahwa sebagian perbedaan tersebut juga berpengaruh besar terjadinya perbedaan penafsiran, bahkan juga meliputi dalam hukum fikih. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa Abu hayyan menggunakan perbedaan Qiro’ah sebagai salah satu saranah penafsiran pada aya-tayat yang memiliki perbedaan bacaan, bila dinilai perbedaan bacaan tersebut mempunyai implikasi terhadap berbedanya makna yang dihasilkan.
ANXIETY DISORDER DALAM AL-QUR’AN (Telaah Lafadz Khauf, Halu’ dan Huzn) Amira Fauziah; Ahmad Zainuddin; Amir Mahmud; Miftara Ainul Mufid
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjmis.v1i2.48

Abstract

Anxiety Disorder merupakan salah satu jenis gangguan mental dengan karakterisitik merasakan ketakutan dan kekhawatiran secara berlebihan. kecemasan dan ketakutan ini terus-menerus muncul, disertai dengan gejala seperti jantung berdebar, keringat berlebih, serta perasaan tidak nyaman di perut atau dada dapat disebabkan oleh kenangan buruk atau trauma masa lalu, perasaan tidak diterima dengan baik oleh lingkungan hingga disebabkan karena lemahnya daya pikir yang ketika dihadapkan hal-hal yang tidak diharapkan, penderita akan berusaha merespon dengan penolakan berlebihan. Masalah kejiwaan seperti ini sangat dekat dengan realita kehidupan sehingga kemudian menjadikannya penting untuk membahas fungsi dan peran Al-Qur’an terhadap masalah psikologi manusia khususnya pada fenomena Anxiety disorder yang dalam hal ini akan diungkap melalui metode Tafsir Mudlu’i dan dilakukan secara konseptual yaitu melalui langkah mengumpulkan term-term yang menjadi konsep terjadinya Anxiety Disorder antara lain : Khauf, Halu’, Huzn. Yang terdapat dalam al-Qur’an Dengan ditafsirkan secara Maudlu’i, yaitu dengan membahas tematik sebagai hal utama yang dilakukan metode penelitian ini dengan mengumpulkan ayat-ayat dengan satu tema yang sama dan ditafsirkan, melalui dua kajian ini makna dari term konseptual akan dikonfirmasi posisinya terhadap term utama Anxiety Disorder, setelah terkonfirmasi bahwa term-term tersebut memang cocok dijadikan konsep term Anxiety Disorder kemudian akan menghasilkan makna psikologis (Tafsir Al-Nafs) yang dijadikan tawaran solusi bagi penderita Anxiety Disorder dan dapat diterapkan pada realita kehidupan.
URGENSI KESETARAAN PASANGAN SEKUFU’ DALAM AL-QUR’AN (Tinjauan Tematik Konseptual Perspektif Tafsir Maqashidi) Azzahro Khulaifah; M.Mukhid Mashuri; Wiwin Ainis Rohtih; Miftara Ainul Mufid
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjmis.v1i2.49

Abstract

Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui urgensi dan maqashid adanya konsep kafa’ah dalam pernikahan secara mendalam dalam Al Quran dan hadis. Artikel ini berangakat dari latar belakang dari maraknya kesalahfahaman masyarakat yang membatasi makna kafa’ah secara sempit. Pernikahan yang berujung dengan rumah tangga yang tidak harmonis bahkan terjadi perceraian, hal ini dikarenakan tidak mengetahui dan mengamalkan makna kafa’ah secara utuh sebelum melakukakan pernikahan. Penelitian ini menggunakan riset tematik konseptual untuk menangkap makna dan maksud yang tidak dapat di ambil dari lafadz yang bersifat konkret. Dan menggunakan sudut pandang tafsir kontekstual teori tafsir maqasidi untuk mengetahui urgensi/maqashid konsep kafa’ah. Hasil dari penelitian ini ditemukan, bahwa dengan menggunakan tematik konseptual, kafa’ah terbagi menjadi tiga aspek, yaitu aspek agama, status sosial, dan materi (pendidikan, profesi, dan ekonomi). Adapun dilihat dari sudut pandang teori tafsir maqashid, kafa’ah dalam pernikahan mengandung beberapa unsur dhoruriyatil khomsah yaitu hifdz al din(menjaga agama) dan hifdz al nasl(menjaga keturunan atau nasab).
RELASI TUHAN DAN MANUSIA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN Rizqotul Maulidiah; Ahmad Zainuddin; Wiwin Ainis Rohtih; Miftara Ainul Mufid
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 1 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agama merupakan gambaran hubungan antara Tuhan dan manusia, baik dari segi antara sang pencipta dan ayang diciptakan atau pun pemberi hukum dan yang terkena hukum. Agama sering disebut juga dengan istilah religi. Kata religi dalam bahasa Inggris religion yang juga merupakan kata serapan dari bahasa latin religare yang artinya mengikat bersama.[1] Sedangkan dalam istilah Arab, agama disebut Din, menurut Mahmud Syaltut sebagaimana yang dikutib Quraisy Shihab, istilah itu menggambarkan “hubungan antara dua pihak dimana yang pertama mempunyai kedudukan lebih tinggi dari pada yang kedua.” Seluruh kata yang menggunakan huruf dal,ya’, dan nun seperti dain yang berarti utang atau dana yadinu yang berarti menghukum atau taat, dan sebagainya, kesemuanya menggambarkan adanya dua pihak yang melakukan interaksi seperti yang di gambarkan diatas. Maka dengan demikian, Agama adalah “hubungan antara makhluq dan Khaliq-nya”. Hubungan ini mewujud dalam sikap batinya sertatampak dalam ibadah yang dilaksanakanya dan tercermin pula dalam sikap keseharianya [1] Ronald L. Johnstone,Religion in Society: A Sociology of Religion (New York: Routledge, 2016), 8
PENAFSIRAN JALALUDDIN RAKHMAT TENTANG AYAT MUTASYABIHAT DALAM AL-QUR’AN DI DALAM BUKU TAFSIR SUFI AL-FATIHAH Kharisma Tri Wahyuni; Nyoko Adi Kuswoyo; Miftara Ainul Mufid
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjmis.v1i2.51

Abstract

Jalaluddin Rakhmat lahir pada tahun 1949 beliau adalah seorang tokoh Indonesia yang dikenal sebagai seorang ulama, cendekiawan, pakar komunikasi dan ahli keislaman. Beliau telah memberikan kontribusi dalam berbagai bidang, termasuk dalam wacana tafsir di Indonesia. Jalaluddin Rakhmat memiliki beberapa karya terkait dengan tafsir al-Qur’an yang menggambarkan pendekatan dan metodologi penafsirannya.Metode penelitian yang dijelaskan adalah kepustakaan atau library research. Dalam metode ini, akan mengumpulkan data berbagai sumber primer dan sekunder untuk mendukung pembahasan penelitian. Data primer yang digunakan adalah karya Jalaluddin Rakhmat yang berjudul Tafsir Sufi al-Fatihah (Mukaddimah). Data sekunder ini bisa berupa artikel-artikel yang membahas tentang penafsiran al-Qur’an, baik yang ditulis Jalaluddin Rakhmat maupun penulis lain. Data sekunder ini dapat membantu dalam memberikan pandangan yang lebih luas dan mendalam tentang topik.Metode analisis-deskriptif yang akan digunakan dalam menguraikan dan menganalisis data yang akan dikumpulkan. Dengan metode ini akan menggambarkan secara detail objektif data yang ditemukan, serta menghubungkannya dengan tujuan penelitian. Analisis deskriptif akan membantu dalam memahami dan menjelaskan pemikiran Jalaluddin Rakhmat serta konteks penafsiran al-Qur’an yang dibahas dalam karya-karyanya. Dengan menggunakan penelitian kepustakaan, data primer, data sekunder, dan metode analisis-deskriptif akan dapat menyusun penelitian yang berfokus pada penafsiran Jalaluddin Rakhmat tentang takwil untuk ayat mutasyabihat dengan pemahaman yang lebih baik.
KONSEPSI PACARAN DALAM AL-QUR’AN (Kajian Tematik) Siti Fatimah; Amir Mahmud; Miftara Ainul Mufid
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjmis.v1i2.52

Abstract

Pacaran adalah ketika dua orang yang tidak sama jenis kelamin berusaha mengenal satu sama lain. Ini bisa menjadi termin awal sebelum keduanya menikah. Pacaran adalah suatu hal yang dianggap kalangan masyarakat hal negatif. Pranikah sering diartikan sebagai pacaran yang membuat hubungan antara laki-laki dan perempuan seperti tidak ada batasnya. Dalam Al-Qur’an terdapat penekanan pentingnya menjaga batasan-batasan dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan sebelum pernikahan dengan menjaga pandangan, menjaga kesucian dan perbuatan zina. Namun, di Al-Qur’an tidak ada ayat yang secara spesifik membahas tentang konsepsi pacaran pranikah. Oleh karena itu, penting untuk merujuk penafsiran ulama dan pemahaman terkait konsep ini yang bervariasi diantara individu dan mazhab-madzab dalam Islam. Dengan fenomena-fenomena yang terjadi pada saat ini dan diungkap melalui mengumpulkan data atau karya tulis ilmiah yang relevan dengan subjek penelitian, Analisis data secara tematik dengan menggabungkan ayat-ayat yang berkaitan dengan pacaran pranikah dengan menggunakan teknik penyajian deskriptif. Tafsir Al-Qurthubi, Tafsir Al-Azhar, dan Tafsir Al-Misbah digunakan sebagai sumber data yaitu (Q.S An-Nur ayat 26) tentang mengajarkan bahwa jodoh yang kita dapatkan merupakan cerminan dari diri kita sendiri dan memberikan panduan tentang pentingnya memilih pasangan hidup yang baik dan menjaga kesucian serta pemurnian diri, (Q.S Al-Isra’ ayat 7) tentang menekankan pentingnya melakukan perbuatan baik, yang akan membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain dan bahwa kebaikan akan kembali kepada orang yang berbuat baik, sedangkan kerusakan dari perbuatan jahat juga akan kembali pada orang yang melakukan jahat, (Q.S An-Nur ayat 30) tentang perintah dari Allah Swt kepada seluruh hamba-Nya yang beriman untuk menjaga kehormatan diri mereka dengan cara menjaga pandangan dan kemaluan dan mengajarkan agar seluruh hamba-Nya yang beriman bertaubat kepada Allah Swt agar beruntung, dan (Q.S An-Nur ayat 32) tentang anjuran untuk menikah, yang berlaku bagi seluruh hamba sahaya laki-laki dan perempuan yang ingin menikah dan dengan menikah, manusia dapat terjaga dan terpelihara dari segala perkara yang diharamkan oleh Allah, seperti zina.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN SURAT AL-ANKABUT AYAT 16,17 DAN AL-HUJURAT AYAT 7,9,11 (STUDI PENAFSIRAN TAFSIR IBNU KASIR DAN ATH-THOBARI) Faizatur Rochmah; Amir Machmud; Miftara Ainul Mufid; Nyoko Adi Kuswoyo
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjmis.v1i2.54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dalam al quran, jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang mana sumber yang di dapatkan oleh penulis yaitu dari kitab tafsir dan al-Qur'an. kitab tafsir yang di gunakan yaitu tafsir ibnu kasir dan tafsir ath thobari Al-Qur’an merupakan kitab suci islam yang berisi firman Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Untuk dibaca, dipahami dan diamalkan diberikan kepada umat Nabi Muhammad SAW, melalui perantara malaikat Jibril sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Al-Qur’an merupakan sumber utama dalam perihal pendidikan, disini dapat di ketahui nikmat Allah SWT yang mana dapat kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Yaitu al-Qur’an, dengan adanya tersebut dapat membantu manusia dalam segala hal. Dalam Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan yang ada dalam al-Qur’an, Penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif bercorak studi pustaka dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik. Dalam surat yang di tafsirkan disini, terkandung nilai-nilai pendidikan yang ada dalam al-Qur’an di antara nya Nilai pendidikan ibadah, nilai pendidikan sosial, nilai pendidikan akhlak dan nilai pendidikan akidah.