Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

RAGAM PEMAKNAAN QIRO’AH Analisis Deskripsi Ayat-Ayat Hukum Dalam Tafsir Al-Bahr Muhith Lukman; Nyoko Adi Kuswoyo; Amir Mahmud; Miftara Ainul Mufid
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjmis.v1i2.47

Abstract

Skripsi ini berjudul Ragam Pemaknaan Qiro’ah Sab’ah Analis Deskripsis ayat-ayat hukum Dalam Tafsir Al-Bahr merupakan Karya Al-imam Atsiruddin abu hayyan muhammad ibn yusuf ibn ali ibn yusuf ibn hayyan al-Andalusi al-Gharnathi Al-Nafzi yang popupler di panggil dengan Abu hayyan. kitab tafsir yang bercorak lughowi dan membahas keragaman ilmu Qiro’ah pada tafsir tersebut apakah perbedaan qiro’ah bisa mempengaruhi pemaknaan dan penafsiran? dan bagaimana cara Abu hayyan menafsirakan Ayat-Ayat memiliki keragaman Qiro’ah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemaknaan dan penafsiran Abu hayyan terhadap ayat-ayat hukum yang memiliki perbedaan Qiro’ah. Serta pemakaian Qiro'ah sebagai sarana penafsiran al-Qur'an dalam Tafsir Al-Bahr Al-Muhith Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research) dengan mengunakan metode diskriptif-analitis yaitu mengambarkan atau menjelaskan perbedaan Qiro’ah yang menimbulkan perbedaan makna dan penafsiran yang berkaitan dengan penelitian tersebut menggali makna-makna yang terkandung dalam penafsiran ayat. Selama ini penelitian-penelitian tentang ’ilmu al-Qiro’ah yang dikaitkan dengan adanya perbedaan pemaknaan dan penafsiran masih sangat sedikit, beberapa penelitian menyimpulkan bahwa sebagian perbedaan tersebut juga berpengaruh besar terjadinya perbedaan penafsiran, bahkan juga meliputi dalam hukum fikih. Kesimpulan dari penelitian ini, bahwa Abu hayyan menggunakan perbedaan Qiro’ah sebagai salah satu saranah penafsiran pada aya-tayat yang memiliki perbedaan bacaan, bila dinilai perbedaan bacaan tersebut mempunyai implikasi terhadap berbedanya makna yang dihasilkan.
PENAFSIRAN JALALUDDIN RAKHMAT TENTANG AYAT MUTASYABIHAT DALAM AL-QUR’AN DI DALAM BUKU TAFSIR SUFI AL-FATIHAH Kharisma Tri Wahyuni; Nyoko Adi Kuswoyo; Miftara Ainul Mufid
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjmis.v1i2.51

Abstract

Jalaluddin Rakhmat lahir pada tahun 1949 beliau adalah seorang tokoh Indonesia yang dikenal sebagai seorang ulama, cendekiawan, pakar komunikasi dan ahli keislaman. Beliau telah memberikan kontribusi dalam berbagai bidang, termasuk dalam wacana tafsir di Indonesia. Jalaluddin Rakhmat memiliki beberapa karya terkait dengan tafsir al-Qur’an yang menggambarkan pendekatan dan metodologi penafsirannya.Metode penelitian yang dijelaskan adalah kepustakaan atau library research. Dalam metode ini, akan mengumpulkan data berbagai sumber primer dan sekunder untuk mendukung pembahasan penelitian. Data primer yang digunakan adalah karya Jalaluddin Rakhmat yang berjudul Tafsir Sufi al-Fatihah (Mukaddimah). Data sekunder ini bisa berupa artikel-artikel yang membahas tentang penafsiran al-Qur’an, baik yang ditulis Jalaluddin Rakhmat maupun penulis lain. Data sekunder ini dapat membantu dalam memberikan pandangan yang lebih luas dan mendalam tentang topik.Metode analisis-deskriptif yang akan digunakan dalam menguraikan dan menganalisis data yang akan dikumpulkan. Dengan metode ini akan menggambarkan secara detail objektif data yang ditemukan, serta menghubungkannya dengan tujuan penelitian. Analisis deskriptif akan membantu dalam memahami dan menjelaskan pemikiran Jalaluddin Rakhmat serta konteks penafsiran al-Qur’an yang dibahas dalam karya-karyanya. Dengan menggunakan penelitian kepustakaan, data primer, data sekunder, dan metode analisis-deskriptif akan dapat menyusun penelitian yang berfokus pada penafsiran Jalaluddin Rakhmat tentang takwil untuk ayat mutasyabihat dengan pemahaman yang lebih baik.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM AL-QUR’AN SURAT AL-ANKABUT AYAT 16,17 DAN AL-HUJURAT AYAT 7,9,11 (STUDI PENAFSIRAN TAFSIR IBNU KASIR DAN ATH-THOBARI) Faizatur Rochmah; Amir Machmud; Miftara Ainul Mufid; Nyoko Adi Kuswoyo
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 2 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjmis.v1i2.54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dalam al quran, jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif yang mana sumber yang di dapatkan oleh penulis yaitu dari kitab tafsir dan al-Qur'an. kitab tafsir yang di gunakan yaitu tafsir ibnu kasir dan tafsir ath thobari Al-Qur’an merupakan kitab suci islam yang berisi firman Allah SWT yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. Untuk dibaca, dipahami dan diamalkan diberikan kepada umat Nabi Muhammad SAW, melalui perantara malaikat Jibril sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Al-Qur’an merupakan sumber utama dalam perihal pendidikan, disini dapat di ketahui nikmat Allah SWT yang mana dapat kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Yaitu al-Qur’an, dengan adanya tersebut dapat membantu manusia dalam segala hal. Dalam Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan yang ada dalam al-Qur’an, Penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif bercorak studi pustaka dengan menggunakan pendekatan tafsir tematik. Dalam surat yang di tafsirkan disini, terkandung nilai-nilai pendidikan yang ada dalam al-Qur’an di antara nya Nilai pendidikan ibadah, nilai pendidikan sosial, nilai pendidikan akhlak dan nilai pendidikan akidah.
KEBERADAAN JIN DI TUBUH MANUSIA (ANALISIS TEMATIK TERM “QARIN” DALAM AL-QUR`AN) Muhammad Basyar Annuha; Wiwin Ainis Rohtih; Amir Mahmud; Nyoko Adi Kuswoyo
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 6 No. 2 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v6i2.5515

Abstract

Sebagian besar orang mengenal jin sebagai salah satu makhluk ciptaan Allah Ta’ala yang tidak terlihat (ghaib), hanya dapat dilihat oleh manusia tertentu dengan izin Allah, serta beberapa hewan seperti keledai dan anjing. Jin terbagi dalam berbagai golongan, termasuk jin qarin yang mendampingi manusia. Belakangan ini, video tentang cek khodam menjadi viral, memungkinkan seseorang mengetahui jin pendamping mereka melalui komentar. Penelitian ini menggunakan metode tafsir tematik untuk memahami perbedaan antara qarin dan khodam. Hasilnya menunjukkan bahwa qarin tidak selalu merujuk pada jin atau memiliki konotasi negatif; qarin dapat bermakna baik atau jahat tergantung konteksnya. Sementara dalam konteks jin, qarinmendampingi manusia sejak lahir hingga mati, membisikkan kejahatan, khodam berperan sebagai pengawal melalui praktik spiritual. Kedua entitas ini, meskipun berbeda, tidak membawa keuntungan bagi manusia, sehingga sebaiknya dihindari untuk keselamatan di dunia dan akhirat.
MUHASABAH DIRI DALAM AL-QURAN MENURUT SYAIKH ABDUL QADIR AL-JAILANI Ahmad Rifqi Fuadi; Amir Mahmud; Wiwin Ainis Rohtih; Nyoko Adi Kuswoyo
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 7 No. 1 (2024): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4236/tashdiq.v7i1.5583

Abstract

Perbuatan maksiat dilakukan karena adanya dorongan jahat dalam diri yang tidak dikawal oleh akal sehat. Maka seseorang sering alpa dalam bermuhasabah diri atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Dengan manajemen muhasabah yang rutin, dapat memperbaiki kekurangan dan mencapai pengembangan pribadi yang lebih baik. Dalam hal ini Syaikh Abdul Qadir al-Jailani menekankan bahwa introspeksi spiritual adalah praktik esensial bagi setiap muslim yang bertujuan untuk mengevaluasi dalam konteks standar moral dan spiritual agama. Selain memperdalam kedekatan dengan Allah, muhasabah diri juga memfasilitasi pemahaman yang lebih mendalam tentang diri sendiri dan dunia di sekitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam metode penafsirannya menggunakan metode tematik, yaitu mengumpulkan ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan muhasabah Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya muhasabah dalam Islam menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jailani. Muhasabah adalah evaluasi diri untuk mendekatkan diri kepada Allah, dengan ciri-ciri seperti tidak bersumpah dan menghindari kebohongan. Di era modern, muhasabah melalui tahap Takhalli (menghilangkan sifat buruk), Tahalli (mengembangkan sifat baik), dan Tajalli (mencapai kesempurnaan spiritual) tetap relevan untuk memperbaiki diri dan menjaga hubungan dengan Allah. Kesimpulannya muhasabah menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jailani adalah introspeksi penting yang mencakup evaluasi amal dan kesadaran akan dosa. Dalam Futuhul Ghaib, ia menekankan sepuluh sifat, seperti. Proses ini, melalui Takhalli, Tahalli, dan Tajalli, tetap relevan di era modern untuk menjaga kewajiban spiritual.
Konsep Pergaulan Baik dalam Perspektif Al-Quran : (Telaah dalam Perspektif Maudhui) Nuril laila, Nuril Laila; Wiwin Ainis Rohtih; Ahmad Zainuddin; Nyoko Adi Kuswoyo
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/takwiluna.v6i1.1887

Abstract

This analytical study aims to understand the concept of good relationships in the Al-Qur'an. By using qualitative research methods and thematic interpretation methods (maudhu'i), this research found that the concept of good social relations in the Al-Qur'an found six verses related to good social relations. Where each verse will be interpreted by the scholars to find the results of an intelligent social attitude. Apart from that, a definition of social relations is also presented which includes the definition of good social relations according to the Al-Qur'an, as well as social ethics which emphasize mutual respect and appreciation, the last of which will be presented regarding the discussion of the impact of promiscuity. Thus, this study not only deepens social relationships but also provides the perspective of the Al-Qur'an that every Muslim must live by.
METODE PENGASUHAN ANAK DALAM AL- METODE PENGASUHAN ANAK DALAM AL-QUR’AN: Telaah Tafsir Maqasidi Rochma, Nur; Rohti, Wiwin Ainis; Mahmud, Amir; Kuswoyo, Nyoko Adi; Lukman, Lukman
Al - Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol 10 No 01 (2025): Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/at.v10i01.8194

Abstract

The purpose of this research is to find out child care methods and apply them to parents' daily care in caring for children and identify the application of maqasidi interpretations of Al-Qur'an verses in child care.  This research uses a type of library research, and the study is presented descriptively and analytically. The result of the discussion is that the verses used in this parenting method include QS. An-Nahl verse 90, QS. Al-Baqarah verse 83, QS. Lukman verses 12-19, QS. An-Nur verse 58, QS. Ar-Rum verse 21, QS. An-Tin verse 4, QS. An-Nahl verse 78. This research focuses on verses on child rearing methods through a maqasidi interpretation approach. According to the maqasidi interpretation approach, the verses that describe the verse contain aspects of maqasidi including hifz al-din (guarding religion), hifz al-nafs (guarding the soul), hifz al-'aql (guarding reason), hifz al-nasl ( guarding offspring), and hifz al-mal (guarding property) and hifd al-daulah (guarding the state).
The Urgency of Reading in the Character Formation of Generation Z Youth from an Al-Qur'an Perspective (Examination of Maudhu'i Tafsir) Mukhammad Fatchur Rozi; Nyoko Adi Kuswoyo; Ahmad Zainuddin
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i2.2283

Abstract

This research discusses the urgency of reading from generation Z of the perspective of the Koran and the implications of the character formed in it. Along with rapid technological development, generation Z faces major challenges in the form of literacy crises and moral decline. The phenomenon of low interest in reading among young people is associated with the negative influence of modernity and digital technology. In the context of the literacy crisis faced by young people in the digital era, this research raises the importance of reading as a fundamental character that can help generation Z to strengthen character and faith in facing the challenges of modern times. Using a maudhu'I interpretation approach, several verses of the Koran that will be analyzed include QS. Al-Alaq verses 1 and 3, QS. Al-Isra’ verse 14, QS. Al-Haqqah verse 19 which emphasizes the command to read and QS. Taha verse 114, QS. Yusuf verse 30, QS. Al-Kahf verses 13, 60, 62 and QS. Al-Anbiya’ verse 60 which shows the character of an ideal young man. This research aims to explore communication between the two classification verses. In order to provide solutions and understanding of how reading can form a strong and positive mentality both from a spiritual and social perspective in Generazi Z which is in line with the teachings of the Al-Qur’an.
INOVASI PENGOLAHAN PANGAN LOKAL: PENINGKATAN NILAI EKONOMI UBI JALAR KUNING DAN SAWI HIJAU DI DESA KESIMAN, TRAWAS Rukmini, Rukmini; Nuraziza, Siti Shela; Alamsyah, Bahrul; Ahmada, Dzikrilla Al; Sidqiyah, Nasfa Laura; Akbar, Mohammad Aziz; Romadhoni, Muhammad Rizqi; Khodijah, Siti; Tsabita, Nur Afina; Qulub, Mohammad Tathmainul; Ramadhan, Noviandri Dwiprama; Attohiri, Rifqon Hadi; Makhrus, Subekhan Mu'Min; Geovanni, Muhammad Anand; Sujana, Munding Dharma; Junaihil, Junaihil; Umroh, Dwiyah Fakhriatul; Tias, Leli Dwi Agustining; Kuswoyo, Nyoko Adi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v8i2.57356

Abstract

Kesiman Village, located in Trawas District, Mojokerto Regency, has significant agricultural potential, particularly in yellow sweet potatoes and green mustard greens. However, these agricultural products have not been optimally utilized, as most of the community sells them in fresh form without processing to increase their added value. This situation results in low selling prices and limited shelf life, preventing the local economy from fully developing. To address this issue, it is essential to enhance the community's knowledge and skills in processing local agricultural products into value-added goods, which can boost competitiveness and extend the shelf life of these products. This community service activity involved 24 participants, including Small and Medium Enterprises (SME) operators and residents of Kesiman Village. Through a workshop titled "Creative Food Processing," participants were trained in techniques for processing yellow sweet potatoes into sticks and green mustard greens into nuggets, which have the potential to create new business opportunities. The activity successfully increased participant enthusiasm, with over 80% expressing satisfaction with the material and training provided, and gaining valuable new knowledge on food processing. The results of this activity showed that most participants were able to understand and practice the food processing techniques, indicating that this effort could encourage the diversification of local food products and enhance the economic value of agricultural yields in Kesiman Village. Desa Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, memiliki potensi pertanian yang besar, khususnya dalam komoditas ubi jalar kuning dan sayur sawi hijau. Namun, hasil pertanian ini belum dimanfaatkan secara optimal karena sebagian besar masyarakat menjualnya dalam bentuk segar tanpa melalui proses pengolahan yang dapat meningkatkan nilai tambah. Kondisi ini menyebabkan harga jual yang rendah dan keterbatasan masa simpan produk, sehingga ekonomi masyarakat lokal belum sepenuhnya berkembang. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk bernilai tambah, yang dapat meningkatkan daya saing serta memperpanjang masa simpan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 24 peserta yang terdiri dari pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan warga Desa Kesiman. Melalui workshop bertema "Pengolahan Pangan Kreatif", peserta diberikan pelatihan mengenai teknik pengolahan ubi jalar kuning menjadi stik ubi jalar dan sawi hijau menjadi nugget, yang berpotensi menjadi peluang usaha baru. Kegiatan ini berhasil meningkatkan antusiasme peserta, dengan lebih dari 80% menyatakan puas terhadap materi dan pelatihan yang diberikan, serta merasa mendapatkan pengetahuan baru yang bermanfaat dalam pengolahan pangan. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu memahami dan mempraktikkan teknik pengolahan pangan tersebut, sehingga diharapkan dapat mendorong diversifikasi produk pangan lokal dan meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian di Desa Kesiman.
Comparison of the Nasab of Adulterous Children According to Al-Qurthubi and Wahbah Zuhaili Mashluhah , Mita Emil; Mahmud, Amir; Rohtih, Wiwin Ainis; Kuswoyo , Nyoko Adi
Literacy: Journal of Education and Social Science Vol. 1 No. 02 (2024): Literacy: Journal of Education and Social Science
Publisher : Literacy: Journal of Education and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nasab determines the part of inheritance, guardianship, nurturing, nurturing and things related to it. Without a nasab relationship, many things will be difficult to solve. Children resulting from adultery are considered legally invalid because adultery is considered an act that is not halal and violates the provisions of sharia. In this case, the child does not have the legal nasab of his biological father if sufficient evidence shows that the child is the result of adultery. In Islam, a child born from an extramarital relationship is considered not to have a nasab (lineage) relationship with his biological father, but only with his mother. Therefore, there are two differences of opinion of mufassir about the nasab of adultery children The purpose of this study is to find out how different opinions are about the nasab of adultery children according to Al-Qurthubu and Wahbah Zuhaili. This study uses a comparative research method with a qualitative approach, namely by looking for differences contained in various primary and secondary sources and exploring and describing the research with a description of differences of opinion about the nasab of the child of adultery Imam Al-Qurthubi argues about the fate of the child of adultery that the child born from the result of adultery does not follow his father but follows his mother, If the child is born to a woman, then he cannot be the guardian in his marriage and can be married by the husband of the mother. According to Wahbah Zuhaili, children born from adultery are haram to marry a man from the mother because the man is still included in the category of mushoharoh. Marriage of a pregnant woman because adultery is allowed. If she gives birth to a child after six months of the marriage contract, her destiny will be to that man. If it is less than six months from the time of the marriage contract, then it is not given to him unless the man makes a vow that the child is his child and does not explain that the child is not from adultery.