Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perkembangan Sosial Dalam Perkembangan Kurikulum Pendidikan Islam Aufa Rahma Hilya; Ira Suryani; Fitri Pauzia Harahap; Raihan Randi Boang Manalu; Maulup Rampali Simbolon
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 3 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i3.2560

Abstract

Tujuannya agar kita mengetahui apa yang dimaksud dengan perkembangan sosial dan perkembangan kurikulum. Tentu ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan belajar peserta didik. Tujuan kurikulum pendidikan Islam adalah untuk mendidik manusia dengan pengetahuan, sikap dan keterampilan sesuai dengan ajaran Islam
Implementasi Program Pembinaan Karakter Religius Anak melalui Kegiatan Keagamaan Berbasis Masyarakat di Desa Lubuk Cemara Kabupaten Serdang Berdagai Irwan Sahputra; Tengku Annisa Saroya; Annisa; Maulup Rampali Simbolon; Rabiatul Adawiyah; Nur Hafizah
Journal of Millennial Community Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Millennial Community - September
Publisher : Universitas Negeri Medan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/nw55q367

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi program pembinaan karakter religius anak melalui kegiatan keagamaan berbasis masyarakat di Desa Lubuk Cemara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan yang terdiri atas ketua pelaksana program, anggota tim pengabdian, tokoh agama, pengurus masjid, orang tua, dan anak-anak peserta yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan melalui bimbingan belajar Al-Qur'an, hafalan doa dan surah pendek, pembiasaan ibadah, edukasi keagamaan, serta Festival Anak Shaleh. Kegiatan tersebut mampu meningkatkan kemampuan spiritual anak sekaligus menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Keberhasilan program didukung oleh kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh agama, pengurus masjid, dan orang tua, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan peserta, dan kehadiran yang belum konsisten.