Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGALAMAN KOMUNIKASI PROGRAM MSIB MBKM BAGI MAHASISWA Nurhadi, Zikri Fachrul; Kurniawan, Achmad Wildan; Alam, Hikmatul; Hidayat, Dasrun
Jurnal Digital Media dan Relationship Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Digital Media & Relationship
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/jdigital.v6i1.1338

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya program MBKM Magang MSIB dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi yang diikuti oleh mahasiswa khususnya di Perguruan Tinggi Garut. Tujuan penelitian untuk menjelaskan motif, pengalaman dan makna komunikasi program MSIB bagi mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam, observasi partisipan, studi pustaka dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang mahasiswa di Perguruan Tinggi Garut dan 3 orang narasumber merupakan PIC Kampus Merdeka dari Kemdikbudrist, Institut Pendidikan Indonesia, dan Institut Teknologi Garut. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motif untuk peserta program MSIB Kampus Merdeka bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, mengasah soft skills dan hard skills, mendapatkan pengalaman kerja dan pembelajaran baru diluar kampus. Motif karena antara lain karena konversi SKS dan uang saku yang dijanjikan oleh Kampus Merdeka, selain itu sertifikat yang diberikan oleh program ini juga dapat meningkatkan nilai tambah dalam mencari pekerjaan. Pengalaman positif yang dialami peserta MSIB Kampus Merdeka yaitu mendapatkan tawaran kerja oleh mitra yang mereka pilih di program MSIB Kampus Merdeka. Pengalaman negatif peserta MSIB Kampus Merdeka mengeluhkan kompensasi yang telah dijanjikan oleh pemerintah. Makna program MSIB dimaknai oleh mahasiswa sebagai jembatan yang menggabungkan pendidikan formal dengan pengalaman praktis di dunia kerja.
Instagram Story Sebagai Media Self Disclosure Yahya, Firmansyah; Kurniawan, Achmad Wildan; Sukmawati, Irma
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 10 No 1 (2024): April 2024 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v10i1.3695

Abstract

Abstract This research is motivated by the large number of Instagram users who do not hesitate to express themselves by publishing personal things on Instagram stories, such as sharing their life problems, sharing their daily activities regularly such as taking photos of lunch menus, the clothes they wear, sharing locations, and so on. The aim of this research is to explain the motives, experiences and meaning of self-disclosure on social media Instagram stories in generation Z aged 18 to 24. This research uses a qualitative approach with descriptive methods and uses phenomenological theory. The data collection techniques used were observation, interviews, literature study and documentation. Determining the research subjects used a purposive sampling technique with 7 informants who were generation Z aged 18 to 24 years and 3 sources from different professional fields. The research results show that the motive for generation Z aged 18-24 years in carrying out self-disclosure on Instagram story social media is because they need recognition, because they do not have a place to tell stories and as a memory archive. Generation Z's motive for self-disclosure on Instagram stories is to express themselves, clear themselves, and share stories or information. The positive experiences they experience are feeling calm, relieved and happy, improving communication relationships, being better understood by others and becoming self-branding. Meanwhile, the negative experiences they experienced were causing envy, causing misunderstandings, causing feelings of anxiety and getting hate comments. The meaning of self-disclosure on Instagram stories for generation Z aged 18-24 has its own meaning depending on the experiences they have experienced, namely as a medium for expressing themselves, a form of self-love, a medium for disclosing self-information, improving communication relationships, increasing self-confidence and as a form of everyone's rights. insiders utilize their social media. Keywords: Self-disclosure; instagram stories, generation Z. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pengguna instagram yang tanpa ragu melakukan pengungkapan diri dengan mempublikasikan hal pribadi pada instagram story, seperti membagikan permasalahan hidupnya, membagikan aktivitas sehari-harinya secara rutin seperti memfoto menu makan siang, pakaian yang dipakai, berbagi lokasi, dan lainnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan motif, pengalaman dan makna pengungkapan diri di media sosial instagram story pada generasi Z usia 18 hingga 24. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan menggunakan teori fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Penentuan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan 7 informan yang merupakan generasi Z usia 18 hingga 24 tahun serta 3 narasumber dari bidang profesi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif karena generasi Z usia 18-24 tahun dalam melakukan self disclosure di media sosial instagram story adalah karena membutuhkan pengakuan, karena tidak memiliki tempat untuk bercerita dan sebagai arsip memori. Motif untuk generasi Z dalam melakukan self disclosure di instagram story adalah untuk mengekspresikan diri, menjernihkan diri, dan berbagi cerita atau informasi. Pengalaman positif yang mereka alami adalah mendapatkan perasaan tenang, lega dan bahagia, meningkatkan hubungan komunikasi, menjadi lebih dipahami oleh orang lain dan menjadi self branding. Sedangkan untuk pengalaman negatif yang mereka alami adalah menimbulkan sifat iri, menimbulkan kesalahpahaman, menimbulkan perasaan cemas dan mendapatkan hate comment. Makna self disclosure di instagram story bagi generasi Z usia 18-24 memiliki pemaknaannya masing-masing tergantung pengalaman yang mereka alami yakni sebagai media mengekspresikan diri, bentuk self love, media mengungkapkan informasi diri, meningkatkan hubungan komunikasi, meningkatkan percaya diri dan sebagai bentuk hak setiap orang dalam memanfaatkan media sosialnya. Kata-kata kunci: Pengungkapan diri; instagram story, generasi Z.
Etnografi Virtual Sandwich Generation melalui Lagu “Berakhir di Aku” di Media Sosial Salimah H, Syelma Nur; Kurniawan, Achmad Wildan; Adnan, Iis Zilfah
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 24, No. 2 December 2025
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v24i2.5575

Abstract

This research aims to examine how the song “Berakhir di Aku” by Idgitaf represent the emotional realities and struggles of Sandwich Generation, especially among Generation Z, and how the use of social media platforms TikTok and Instagram facilitates expression and interaction within this group. The study employs a qualitative descriptive method with a virtual ethnography approach, collecting data through virtual interviews, observation of social media content, and literature review. Data analysis is conducted using Cyber Media Analysis, which explores various levels of digital interaction. The findings indicate that “Berakhir di Aku” serves as a significant medium for emotional release and self-reflection, while TikTok and Instagram function as virtual spaces that support the process of self-acceptance through diverse forms of expression and communication among members of the Sandwich Generation. This study contributes by finding that social media is not only used as a means of entertainment, but has an important function as a space for emotional support and identity socialization, which facilitates the process of self-acceptance among members of the Sandwich Generation, through intense virtual interactions. 
Pelatihan fotografi makro sebagai upaya meningkatkan kemampuan siswa jurusan multimedia di SMK Plus Sukaraja Garut Muhammad Fadlan Illahi; Achmad Wildan Kurniawan
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Mei
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v9i2.2937

Abstract

Fotografi Merupakan salah satu cabang seni dan keterampilan yang berkembang, memiliki peran penting dalam dunia multimedia, khususnya dalam persaingan industri kreatif. Di SMK Plus Sukaraja Garut, jurusan multimedia berperan dalam mempersiapkan siswa untuk berkompetisi di industri ini. Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan lanjutan kepada siswa mengenai teknik fotografi makro, agar mereka dapat menghasilkan foto berkualitas tinggi yang memenuhi standar industri. Metode pelatihan yang digunakan adalah Experiential Learning dengan pendekatan teori dan praktik. Pelatihan dilaksanakan di SMK Plus Sukaraja Garut dengan peserta 26 siswa dari kelas X hingga XII. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan teknis dan profesionalisme siswa, dengan rata-rata pretest 62 dan nilai akhir posttest 73, di mana siswa memperoleh peningkatan nilai sebesar 11 poin. Pelatihan ini berhasil memperkaya keterampilan siswa, meningkatkan kualitas karya fotografi mereka, dan memperkuat reputasi SMK Plus Sukaraja Garut sebagai lembaga pendidikan yang siap bersaing di dunia industri kreatif.
Meningkatkan Kualitas Pembelajaran melalui Pendampingan Adaptasi Teknologi Media Interaktif Delima Septi Mutiara; Achmad Wildan Kurniawan
JURPIKAT Vol 6 No 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2798

Abstract

Latar belakang pengabdian ini adalah masih minimnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di SDN 1 Cibiuk Kidul. Sebagian besar guru masih menggunakan metode konvensional dengan buku, sehingga siswa cepat bosan dan kurang aktif. Tujuan kegiatan ini adalah membantu guru dan siswa beradaptasi dengan teknologi agar pembelajaran lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman. Metode dilaksanakan dalam tiga tahap: observasi, pelaksanaan pada siswa kelas 2, 3, dan 5 menggunakan video edukasi serta aplikasi Quizizz, dan analisis hasil kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan semangat dan partisipasi siswa, terlihat dari antusiasme mereka dalam berdiskusi, menjawab pertanyaan, dan bekerja sama. Guru juga lebih mudah memantau pemahaman siswa melalui hasil belajar digital. Secara keseluruhan, penggunaan teknologi memberikan dampak positif dengan menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan
Konten Humor Receh Melalui Instagram dalam Proses Emotional Closure Generasi Z Rifasya Azahra Khoerunisa; Achmad Wildan Kurniawan; Haryadi Mujianto
Komunikasiana: Journal of Communication Studies Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/kjcs.v7i2.37681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses emotional closure Generasi Z melalui konten humor receh pada akun Instagram @memecomic.id dan @kuku_salma. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis konten dan wawancara mendalam yang dipandu oleh teori teknik humor Arthur Asa Berger dengan fokus pada teknik bahasa seperti permainan kata, sindiran dan teknik aksi seperti kejadian fisik yang lucu serta pengaturan waktu yang terbukti efektif dalam meningkatkan suasana hati audiens. Temuan menunjukan humor receh tidak hanya digunakan sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai media pengalihan emosi sementara. Instagram merupakan platform populer bagi Generasi Z untuk menemukan dan berbagi konten humor dengan pengguna lainnya dalam proses penutupan emosional. Hasil penelitian menunjukan bahwa konten humor hanya memberikan kelegaan sementara bukan solusi permanen untuk penyelesasian emosional yang dialami oleh Generasi Z. Humor receh membantu memberikan jeda sementara tetapi tidak menggantikan upaya dalam mengatasi akar permasalahan. 
Pengaruh Media Sosial Instagram @infogarut terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi Pilkada Bagi Mahasiswa Universitas Garut : Studi Kuantitatif-Eksplanatif Salma Nasya Ardhita; Achmad Wildan Kurniawan; Ismira Febrina
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v4i3.5142

Abstract

This study aims to analyze the impact of the Instagram account @infogarut in meeting the information needs of Garut University students regarding the Regional Head Elections, using a quantitative approach and the Uses and Gratification theoretical framework. A purposive sampling technique was used to select samples, namely followers of the Instagram account @infogarut who are active students at Garut University. Data collection was carried out by distributing questionnaires to respondents according to predetermined criteria using the Slovin formula. The results of the study indicate that students' needs for Regional Head Election information are positively and significantly influenced by the use of the Instagram social media account @infogarut. Statistically, Instagram @infogarut contributed 67.5% in meeting the information needs of Garut University students regarding the Regional Head Elections. These findings confirm that Instagram @infogarut plays an important role as an effective and relevant source of information in helping students meet the need for local political information in the democratic process, and is also closely related to the research objectives. This social media not only functions as a means of entertainment, but also as a political education platform that supports active student participation in regional head elections.
Kontribusi Jurnalisme Warga sebagai Strategi Perluasan Jenis Konten Berita di Liputan6.com Fahmi Zaenal Mutakin; Achmad Wildan Kurniawan; Feri Purnama
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 4 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v4i4.5282

Abstract

Public participation in digital information production encourages the development of citizen journalism, one of which is through the Citizen6 channel on Liputan6.com. This channel allows the public to contribute news content. This study aims to determine the contribution of citizen journalism as a strategy to expand the type of news content, as well as its impact on the quality and diversity of information. The research used a descriptive qualitative method with interviews, observations, documentation, and literature studies, where the approach is known as a triangulation technique, which is a method that combines various ways of collecting data in order to obtain more accurate information from various sources. Researchers analysed this research through Media Ecology theory. The results showed that citizen journalism plays a role in enriching the variety of topics, especially the categories of human interest, lifestyle, technology, and social issues. This participation creates an inclusive media ecosystem, while maintaining the curation process by professional editors. Collaboration between citizen journalists and professionals is proven to enrich content and maintain media credibility. It is recommended that the media continue to improve training, editing, and strengthen interaction with contributors to maintain quality and expand public participation.