Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Agropet

PENGARUH KOMPOSISI TANAMAN TUMPANGSARI TERHADAP HASIL JAGUNG KUNING DAN KACANG TANAH Toyip H
Agropet Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.139 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi tanaman jagung dan kacang tanah yang tepat dalam memberikan hasil tertinggi dalam sistem tumpangsari.  Penelitian ini disusun dengan Rancangan Acak Kelompok satu  faktor dengan perlakuan yang dicobakan terdiri atas 5 taraf berdasarkan populasi tanaman monokulturnya yaitu J0: monokultur jagung, J1: monokultur kacang tanah, J2: 3 : 3 (3 jalur jagung:3 jalur kacang tanah), J3: 1 : 3 (1 jalur jagung:3 jalur kacang tanah), J4: 2 : 5 (2 jalur jagung:5 jalur kacang tanah). Pengamatan dilakukan terhadap variabel pertumbuhan jagung dan kacang tanah, komponen hasil jagung dan kacang tanah dan variabel tumpangsari. Data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis varian (ANOVA) pada taraf 5%, dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT).Hasil penelitian menunjukkan bahwa monokultur jagung dan kacang tanah berbeda dengan semua perlakuan kecuali pada tumpangsari dengan komposisi 3 jalur jagung : 3 jalur kacang tanah, untuk  pengamatan luas daun jagung menunjukkan nilai yang sama. Selanjutnya tumpangsari dengan komposisi 1 jalur jagung : 3 jalur kacang tanah pada tinggi tanaman kacang tanah menunjukkan nilai yang berbeda dengan semua perlakuan. Selanjutnya komponen tumpang sari dengan komposisi 3 jalur jagung : 3 jalur kacang tanah menunjukkan nilai NKL yang berbeda dengan komposisi yang lain dan menunjukkan nilai NKL yang sama dengan monokultur jagung dan kacang tanah. Tumpangsari dengan komposisi 3 jalur jagung : 3 jalur kacang tanah menunjukkan nilai KKR yang berbeda dengan semua perlakuan.Kata Kunci: Tumpang sari, NKL, KKR, Jagung Kuning, Kacang Tanah
PENGARUH PEMUPUKAN FOSFOR DAN KALSIUM TERHADAP SERAPAN HARA DAN PRODUKTIVITAS DUA GENOTIPE KEDELAI PADA BUDIDAYA KERING Toyip H
Agropet Vol 9, No 1 (2012)
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.925 KB)

Abstract

The objectives of this research were to study the effect rates of P and Ca fertilizers on productivity and nutrient uptake of two soybean genotypes in dry culture. The experimental design was split split plot with three factors i.e. phosphorus, calcium and genotype planted in dry culture. Dry culture with phosphorus fertilizer application (72 kg P¬2O5/ha) increases the number of filled pods and grain weight per plot. Number of pods of Tanggamus variety was greater than Anjasmoro variety. Liming had no effect on productivity. Path analysis showed that largest direct effect to grain weight were plant height and leaf weight. Increased rate of P and Ca fertilizer increased the uptake of P and Ca, but variety Tanggamus is more responsive than variety Anjasmoro. Interaction of phosphorus fertilizer 72 kg P¬2O5/ha with lime 1 ton/ha increased grain weight per plot. Largest direct effect on increasing grain weight is plant height and the number of branches. Phosphorus application (72 kg P¬2O5/ha) and liming (1 ton/ha) also give highest uptake of P and Ca
PENGARUH JUMLAH RORAK TERHADAP PERKEMBANGAN BUAH KAKAO Dewi, Endang Sri; Mowidu, Ita; Nasution, Nadya Putri; ., Toyip
Agropet Vol 21, No 1 (2024): Volume 21 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.657

Abstract

ABSTRAK: Perkembangan buah kakao sangat bergantung pada  berbagai faktor salah satunya adalah lingkungan perakaran. Lingkungan perakaran yang baik mampu menyediakan air dan nutrisi untuk proses fotosintesis dan juga secara langsung meningkatkan pertumbuhan buah, salah satu cara untuk memperbaiki kondisi perakaran tanaman kakao adalah dengan membuat rorak. Penelitian ini dilaksanakan di kebun kakao rakyat di Desa Lape Kecamatan Poso pesisir Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan April sampai dengan Juli 2022. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dimana terdapat 4 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali. Aplikasi rorak yang diterapkan adalah 0, 1, 2, dan 4 rorak pertanaman. Tiap unit perlakuan terdiri dari 1 tanaman. Hasil penelitian diketahui bahwa aplikasi rorak tidak memberikan pengaruh nyata pada morfologi pertumbuhan buah kakao pada parameter amatan Panjang tangkai buah kakao, Panjang buah kakao, diameter tangkai buah, diameter buah, serta pada komponen hasil jumlah biji, bobot buah segar, bobot kulit segar, bobot biji kering/buah, bobot biji basah/buah, bobot biji kering/pohon, bobot biji kering/100 biji, jumlah biji kering/100 g dan produksi perhektar (ha). Aplikasi rorak tidak berpengaruh nyata terhadap aktivitas Morfologi buah kakao. ABSTRACT: Cocoa fruit development is highly dependent on various factors, one of which is the root environment. A good root environment can provide water and nutrients for the photosynthesis process and also directly increase fruit growth, one way to improve the condition of cocoa plant roots is to make rorak. This research was conducted in a community cocoa garden in Lape Village, Poso Pesisir District, Poso Regency, Central Sulawesi. This research was conducted from April to July 2022. This research was arranged using a Latin Square Design (RBSL) where there were 4 treatments repeated 4 times. The rorak applications applied were 0, 1, 2, and 4 rorak per planting. Each treatment unit consists of 1 plant. The results of the study showed that the application of rorak did not have a significant effect on the morphology of cocoa fruit growth on the observation parameters of the length of the cocoa fruit stalk, the length of the cocoa fruit, the diameter of the fruit stalk, the diameter of the fruit, as well as on the components of the number of seeds, fresh fruit weight, fresh skin weight, dry seed weight/fruit, wet seed weight/fruit, dry seed weight/tree, dry seed weight/100 seeds, number of dry seeds/100 g and production per hectare (ha). The application of rorak did not have a significant effect on the activity of cocoa fruit morphology.
Pengaruh Berbagai Dosis Asam Humat Terhadap Hasil Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L.) Lapatoro, Nurul Afifah; Toyip, Toyip; Ridwan, Ridwan
Agropet Vol 19, No 2 (2022): Volume 19 No 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Sintuwu Maroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71127/2828-9250.498

Abstract

Kedelai merupakan salah satu produk pangan berprotein nabati tinggi, harga jual kedelai yang relatif baik di pasaran yang membuat pecinta kedelai terus meningkat dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asam humat terhadap pertumbuhan tanaman, pengaruh berbagai varietas terhadap pertumbuhan dan interkasi antara pemberian dosis asam humat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 sampai Mei 2022 di Desa Bega Kecamatan Poso Pesisir Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 10 kombinasi perlakuan. Faktor 1 yang yaitu Varietas V1 = Grobogan dan V2= Dega 1 dan Faktor 2 Asam Humat AH1 = 500 ppm, AH2 = 1000 ppm, AH3 = 1500 ppm, AH4 = 2000 ppm dan AH5 = 2500 ppm. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga dibutuhkan 30 plot percobaan. Pengamatan yang dilakukan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, panjang akar, bobot kering akar, bobot kering batang, bobot kering daun, jumlah polong hampa, jumlah polong penuh dan bobot 100 butir biji kering. Perlakuan asam humat tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman kedelai.  Perbedaan varietas berpengaruh terhadap tinggi tanaman umur 2, 5 dan 8 MST dan tidak berpengaruh terhadap variabel pengamatan lainnya.  Tidak terdapat interaksi antara pemberian dosis asam humat dengan varietas kedelai.