Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi Program Keluarga Berencana dan Penggunaan Alat Kontrasepsi Pada Pus (Pasangan Usia Subur) Di Desa Simatorkis Sisoma Lingkungan 7 Rini Amalia Batubara; Siti Ayu Antira; Usrawati Pasaribu; Mutiara Manurung
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 5 No 2 (2023): Vol. 5 No. 2 Agustus 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i2.1061

Abstract

Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu upaya yang efektif untuk mengendalikan jumlah penduduk sekaligus meningkatkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya pada keluarga miskin. Ketersediaan informasi dan layanan penyuluhan penting untuk meningkatkan keikutsertaan Pasangan Usia Subur (PUS) pada keluarga miskin dalam mengakses layanan KB. Tujuan PKM ini adalah untuk memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan PUS tentang penggunaan kontrasepsi. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan metode penyuluhan kesehatan dengan menggunakan media leaflet kepada PUS di desa Simatorkis Sisoma Lingkungan 7. Hasil dari kegiatan penyuluhan ini dilanjutkan dengan memberikan evaluasi kedapa PUS yaitu tanya jawab seputar materi KB dan kontrasepsi, peserta dapat menjawab dan menjelaskan dengan baik pertanyaan yang diajukan oleh penyuluh/pemateri. Kegiatan PKM yang dilaksanakan berjalan dengan baik dan peserta yang mengikuti kegiatan terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan.
Penyuluhan Cara Menggosok Gigi Yang Baik dan Benar di SD N 10216 Kelurahan Pardomuan Kecamatan Angkola Selatan Batubara, Rini Amalia; Siti Ayu Antira; Manurung, Mutiara; Pohan, Sakinah Yusro; Pohan, Anni Mardiyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 6 No. 2 (2024): Vol. 6 No. 2 Agustus 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Gangguan pada gigi dan mulut dapat berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari dan menganggu aktivitas sekolah. Anak-anak dengan usia sekolah rendah penting untuk diberikan penerangan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Hal ini dikarenakan gigi susu atau gigi sulung lebih rentan tanggal sebelum waktunya dan rentan terhadap karies, padahal gigi susu atau gigi sulung memiliki peran yang sangat penting dalam proses tumbuh kembang rahang anak. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan sekolah tentang gosok gigi yang baik dan benar serta mengoptimalkan pemahaman anak tentang gigi yang sehat. Metode kegiatan yang akan dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah Pendidikan/Penyuluhan. Kegitan ini di laksanakan di SD N 10216 Kelurahan Pardomuan Kecamatan Angkola Selatan. Hasil dari kegiatan penyuluhan ini dilanjutkan dengan memberikan evaluasi kedapa peserta yaitu tanya jawab seputar materi cara menggosok gigi yang baik dan benar, peserta dapat menjawab dan menjelaskan dengan baik pertanyaan yang diajukan oleh penyuluh/pemateri. Kegiatan berjalan dengan baik dan peserta yang mengikuti kegiatan terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan.
PENYULUHAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA PUTRI NAPOSO NAULIBULUNG (NNB) DI KELURAHAN KANTIN KECAMATAN PADANGSIDIMPUAN UTARA Batubara, Rini Amalia; Hasibuan, Khoirunnisah; Pohan, Sakinah Yusro; Pohan, Anni Mardiyah; Siti Ayu Antira
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 1 (2025): Vol. 7 No 1 April 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i1.1958

Abstract

Remaja perlu pemahaman tentang kesehatan reproduksi untuk menghindari masalah seperti PMS dan kehamilan tidak diinginkan. Penyuluhan kesehatan reproduksi diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan perilaku sehat remaja, dengan dukungan orang tua dan guru yang penting dalam proses edukasi. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi, mendorong perilaku hidup sehat, serta mengurangi risiko masalah kesehatan reproduksi seperti PMS dan kehamilan tidak diinginkan melalui penyuluhan. Kegiatan ini dilakukan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Hasil penyuluhan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pemberian Pendidikan kesehatan
Edukasi Kesehatan Ibu Hamil dalam Pencegahan Stunting di Posyandu Bhayangkari PC, Tapanuli Selatan Rini Amalia Batubara; Miftahul Khoiriyah Siregar; Khoirunnisah Hasibuan; Siti Ayu Antira
Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Vol. 5 No. 2 Edisi Agustus 2026
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/adam.v5i2.5388

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya rendahnya tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi selama masa kehamilan serta belum optimalnya upaya deteksi dini terhadap faktor risiko, termasuk kekurangan energi kronis (KEK). Kedua faktor tersebut berperan penting dalam menentukan status kesehatan ibu dan pertumbuhan janin yang pada akhirnya dapat memengaruhi risiko terjadinya stunting pada anak. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukasi kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai stunting serta berbagai upaya pencegahannya sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang stunting sekaligus melakukan deteksi dini terhadap faktor-faktor risiko yang berpotensi menyebabkan stunting sejak masa kehamilan. Metode yang diterapkan berupa edukasi kesehatan melalui penyampaian materi menggunakan ceramah dan diskusi interaktif. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Bhayangkari PC, Tapanuli Selatan, dengan melibatkan 22 ibu hamil sebagai peserta. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan oleh tingginya partisipasi selama kegiatan berlangsung serta kemampuan peserta dalam memahami dan menjawab pertanyaan terkait materi yang diberikan secara tepat.