Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

FORMULASI PAKAN IKAN NILA (Oreochromis SP.) MANDIRI BERBAHAN BAKU LOKAL DI PAKWALI DESA BAKALAN KECAMATAN PURWOSARI KABUPATEN PASURUAN Putrawan, Rio Agus; ikerismawati, senja; Sholiha, Illiyatus; Ernawati, Ernawati
Lempuk: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol. 4 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fishery Product Technology Study Program, Yudharta University, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/lempuk.v4i1.6572

Abstract

Fish feed is an important thing in producing maximum products in fish farming activities. This research has been carried out which aims to provide independent tilapia (Oreochromis sp.) feed made from local raw materials using Pearson's Square calculations based on the parameters of protein content, fat content and crude fiber content. This research used a quantitative descriptive method, analyzing the quality of fish feed with the parameters of protein content, fat content and crude fiber content carried out at the Animal Medicine and Feed Testing Laboratory of the Animal Husbandry and Animal Health Service, Veterinary Center, Semarang, Central Java. This research was carried out from February to July 2024. The results of this research are the correct composition of raw materials in preparing a 2 kg fish feed formulation, namely 0.64 kg fish meal, 0.36 kg rice waste, 0.36 kg bread waste, dregs know 0.64 kg. The quality of independent tilapia feed (Oreochromis sp.) is made from local raw materials for tilapia during the rearing period with test parameters for protein 18.06% (minimum 25%), fat 4.415% (minimum 5%), and crude fiber 11.47% (maximum 8%) which means the feed does not meet the requirements of SNI 7242:2018 artificial feed for tilapia (Oreochromis sp)..
Uji Kandungan Bakteri Koliform Pada Petis Udang Di Pasar Pandaan Dengan Menggunakan Metode MPN (most probable number) Kholis, Nur; Ikerismawati, senja; sholiha, illiyatus
Lempuk: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol. 2 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Fishery Product Technology Study Program, Yudharta University, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/lempuk.v2i2.4884

Abstract

Petis udang adalah produk fermentasi udang yang memiliki potensi mengandung bakteri patogenik, termasuk bakteri koliform yang dapat menjadi indikator pencemaran Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan bakteri koliform pada petis udang yang dijual di Pasar Pandaan, menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Metode MPN digunakan untuk menghitung jumlah bakteri koliform dalam sampel petis udang secara statistik. Sampel yang diuji sebanyak 3 dengan 2 kali ulangan. Pengujian dilakukan di laboratorium Balai Besar Labotarium kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel yang uji tidak mengandung bakteri koliform dan hasil dari uji MPN koliform diketahui bahwa semua sampel tidak mengandung bakteri koliform dengan nilai indeks MPN koliform <1 dan berstatus memenuhi syarat SNI 7388:2009.
Analisis Mutu Ikan Lele (clarias sp.) Asap Berdasarkan Parameter ALT (Angka Lempeng Total) Di Home Industri Dusun Genitri Desa Gunting Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan Hermawan, Andre; Illiyatus , Illiyatus; Ernawati
Lempuk: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Vol. 3 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Fishery Product Technology Study Program, Yudharta University, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/lempuk.v3i1.5437

Abstract

Ikan lele (Clarias sp.) merupakan komoditas perikanan air tawar yang rentan terhadap kerusakan. Untuk memperpanjang masa simpan, metode pengasapan sering digunakan. Penelitian ini menganalisis mutu ikan lele asap berdasarkan parameter Angka Lempeng Total (ALT) di home industri Dusun Genitri, Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, serta mengevaluasi pengaruh suhu penyimpanan terhadap nilai ALT. Sampel ikan lele asap disimpan pada suhu ruang dan suhu kulkas selama tiga hari. Hasil analisis mikrobiologi menunjukkan nilai ALT pada penyimpanan suhu ruang selama 1, 2, dan 3 hari berturut-turut sebesar 150370 koloni/g, 338000 koloni/g, dan 301500 koloni/g, yang semuanya melebihi standar SNI 01-2720-2019 sebesar 5,0 x 10⁴ koloni/g. Pada suhu kulkas, nilai ALT adalah 470 koloni/g pada hari pertama dan 400 koloni/g pada hari ketiga, yang memenuhi standar, namun pada hari kedua mencapai 129670 koloni/g, melebihi standar SNI.Kesimpulannya, penyimpanan pada suhu kulkas lebih efektif dalam menjaga mutu ikan lele asap dibandingkan suhu ruang, namun penyimpanan lebih dari satu hari tetap memerlukan pemantauan ketat terhadap kondisi higiene dan sanitasi. Rekomendasi perbaikan proses produksi dan penyimpanan disarankan untuk meningkatkan mutu dan keamanan produk ikan lele asap di home industri Dusun Genitri
Pemberdayaan UMKM Desa Tambakan melalui Olahan Nugget Udang Keju dan Pemasaran Digital: Pengabdian Izah, Nikmatul; Sholiha, Illiyatus; Alfand, Mochammad Fitrah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3895

Abstract

This community service activity aims to improve the technical skills and digital literacy of PKK women in Tambakan Village, Bangil District, Pasuruan Regency, through training in processing cheese shrimp nuggets and digital marketing socialization. The program was held on July 18, 2025 by involving 38 participants using a community-based participatory approach. The training includes shrimp cleaning, ingredient mixing, dough formation, and frying, while marketing socialization includes the use of Instagram, Shopee, and Canva. The results of the activity showed that 89.5% of participants understood the production process, 81.6% were interested in starting a home business, and 76.3% were interested in marketing products online. This program has succeeded in improving production and marketing skills while opening up opportunities for the development of a maritime economy based on local potential. This activity proves that the collaboration of training on processed pond products and digital literacy can be an effective strategy in empowering village MSMEs in a sustainable manner.
Evaluasi Mutu Udang Vaname Segar Berdasarkan Organoleptik, Cemaran Mikroba Escherichia Coli, dan Cemaran Kimia Kloramfenikol alghifari, lubab_alghifari; Illiyatus Sholiha
Jurnal Biologi dan Pembelajarannya (JB&P) Vol 12 No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jbp.v12i2.26814

Abstract

Produksi udang vaname di Kabupaten Pasuruan mencapai 17,50 ton dengan luas lahan mencapai 3.966,9 hektar. Budidaya menjadi salah satu alternatif dalam peningkatan produksi perikanan. Vaname merupakan jenis udang yang paling banyak dibudidaya karena jenis udang vaname memiliki prospek dan profit yang menjanjikan, Namun pada kenyataannya saat ini masih sering terjadi kegagalan yang disebabkan oleh virus, sehingga mempengaruhi hasil panen pembudidaya udang vaname, maka diperlukan alternatif untuk menekan pertumbuhan virus dalam budidaya udang vaname. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis mutu sensori, cemaran mikroba Escherichia coli dan cemaran kimia Kloramfenikol pada udang vaname segar di CV. Edi Seafood Jaya Pasuruan. Analisis tersebut kemudian dibandingkan dengan ambang batas yang sudah ditetapkan oleh SNI 01-2728.1.2006. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terhadap udang vaname segar di CV. Edi Seafood Jaya Bangil Pasuruan, dapat disimpulkan bahwa hasil analisis organoleptik (kenampakan, bau, dan tekstur) pada udang vaname segar di CV. ESJ Bangil Pasuruan menunjukkan nilai p= 7, artinya sudah memenuhi standar SNI. Hasil analisis cemaran mikroba Escherichia coli pada udang vaname segar di CV. ESJ Bangil Pasuruan menunjukkan jumlah rerata koloni sebesar 1,345 × 10⁵ CFU/gr, artinya masih diatas standar SNI. Hasil analisis cemaran kimia kloramfenikol pada udang vaname segar di CV. ESJ Bangil Pasuruan menunjukkan rerata sebesar 0,0038 µg/kg, artinya masih diatas standar SNI. Saran darib penelitian ini adalah menambah variasi waktu dan suhu penyimpanan untuk mengevaluasi pengaruhnya terhadap stabilitas mutu udang selama pascapanen, sehingga dapat ditentukan metode penyimpanan terbaik.    
Analisis Mutu Sensori, Cemaran Mikroba Escherichia Coli dan Cemaran Logam Timbal (Pb) pada Cumi-cumi (Loligo Sp) Beku di Queen Seafood Pasuruan Ahmad Azkal Azkiya; Illyatu Sholiha
Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Vol. 3 No. 6 (2025): Desember: Mutiara : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah
Publisher : STAI YPIQ BAUBAU, SULAWESI TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59059/mutiara.v3i6.2737

Abstract

This study aims to analyze the sensory quality, Escherichia coli microbial contamination, and lead (Pb) content in frozen squid (Loligo sp) produced by Queen Seafood in Pasuruan. The method used is descriptive qualitative with laboratory testing of whole frozen squid samples. The testing includes sensory evaluation (ice layer, appearance, aroma, and texture), microbiological testing to detect the presence of E. coli using the APM method, and lead (Pb) contamination testing using the Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) method. The results showed that all sensory quality parameters of frozen squid met the SNI 9192:2023 standard with an average score above the minimum limit. However, Escherichia coli contamination exceeded the maximum threshold set in the SNI, which is suspected to originate from unclean production water sources. The lead (Pb) content was recorded at 0.075 mg/kg, which is still within the safe limit according to the SNI (<1.0 mg/kg). These findings emphasize the importance of water quality monitoring in the production process and the need for additional washing and reprocessing instructions before consumption to ensure the food safety of frozen squid.