K Kurniawan
Universitas Darussalam Gontor

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EDUKASI PENGGUNAAN KOSMETIK YANG BENAR DI SMA TRENSAINS SRAGEN K Kurniawan; Satwika Budi Sawitri
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAKes) Vol. 4 No. 1 (2026): JAKes
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/jakes.v4i1.157

Abstract

Penggunaan kosmetik di kalangan remaja, khususnya siswi SMA, kian meningkat seiring tingginya paparan informasi di media sosial. Namun, kurangnya pemahaman mengenai kandungan bahan aktif, legalitas produk, dan cara penggunaan yang benar berisiko menimbulkan masalah kulit hingga gangguan kesehatan jangka panjang. Kegiatan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kesadaran hukum serta kesehatan terkait kosmetik pada siswi SMA Trensains Sragen. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi pengecekan legalitas produk melalui aplikasi BPOM, dan sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai cara memilih, menggunakan, dan mengidentifikasi kosmetik yang aman mencapai nilai rata-rata 90%. Edukasi ini diharapkan dapat membentuk generasi muda yang cerdas dan kritis dalam berkosmetik
Kefir sebagai Pangan Fungsional Antikolesterol: Peran Sinergis Bakteri Asam Laktat dan Yeast dalam Regulasi Lipid K Kurniawan; Satwika Budi Sawitri
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Global Farmasi
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang terus meningkat secara global. Pendekatan berbasis pangan fungsional, khususnya melalui konsumsi produk fermentasi probiotik, menjadi strategi preventif yang menjanjikan. Kefir adalah minuman fermentasi tradisional yang mengandung konsorsium kompleks bakteri asam laktat, bakteri asam asetat, dan yeast yang bekerja secara sinergis menghasilkan berbagai metabolit bioaktif. Artikel review ini membahas secara komprehensif potensi kefir sebagai pangan fungsional antikolesterol, dengan fokus pada peran mikroorganisme utama dan pelengkap dalam regulasi metabolisme lipid. Mekanisme yang dikaji meliputi aktivitas bile salt hydrolase (BSH), asimilasi kolesterol oleh sel mikroba, produksi asam lemak rantai pendek, modulasi mikrobiota usus, serta pengaruh terhadap ekspresi gen yang terlibat dalam homeostasis lipid. Bukti dari studi in vitro, model hewan, dan uji klinis manusia menunjukkan bahwa konsumsi kefir berkontribusi terhadap penurunan kolesterol total, LDL-kolesterol, dan trigliserida, serta peningkatan HDL-kolesterol. Review ini menegaskan bahwa efek hipokolesterolemik kefir tidak hanya bergantung pada satu spesies, melainkan pada interaksi ekologis antar mikroba dan metabolit yang dihasilkannya. Dengan demikian, kefir berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai intervensi nutrisi berbasis mikrobioma untuk pencegahan penyakit kardiometabolik.
Efek Farmakologi α-Mangostin dan γ-Mangostin dari Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai Senyawa Bioaktif Potensial K Kurniawan; Anggun Mahirotun
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Global Farmasi
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan salah satu sumber senyawa bioaktif alami yang memiliki potensi besar dalam bidang farmasi dan kesehatan. Senyawa utama yang banyak diteliti adalah α-mangostin dan γ-mangostin yang termasuk ke dalam golongan xanton. Artikel review ini bertujuan untuk mengkaji berbagai efek farmakologi α-mangostin dan γ-mangostin berdasarkan hasil penelitian in vitro maupun in vivo. Berbagai studi menunjukkan bahwa kedua senyawa tersebut memiliki aktivitas biologis yang beragam, seperti antioksidan, antiinflamasi, antikanker, antidiabetes, antibakteri, serta neuroprotektif. α-Mangostin diketahui memiliki aktivitas sitotoksik terhadap beberapa sel kanker melalui mekanisme induksi apoptosis dan penghambatan proliferasi sel, sedangkan γ-mangostin berperan kuat sebagai antiinflamasi melalui penghambatan mediator inflamasi dan stres oksidatif. Selain itu, kandungan xanton dalam kulit manggis juga berpotensi dikembangkan sebagai kandidat bahan baku obat herbal dan fitofarmaka. Dengan demikian, α-mangostin dan γ-mangostin dari kulit manggis memiliki prospek yang menjanjikan sebagai senyawa bioaktif potensial dalam pengembangan terapi berbasis bahan alam.
Efek Farmakologis γ-Mangostin dari Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.): Mekanisme Induksi Apoptosis dan Potensinya sebagai Agen Antikanker Alami K Kurniawan
Jurnal Ilmiah Global Farmasi (JIGF) Vol. 4 No. 2 (2026): JIGF Mei 2026
Publisher : PC IAI Sragen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

γ-Mangostin merupakan salah satu senyawa xanton utama yang terkandung dalam buah manggis (Garcinia mangostana) dan diketahui memiliki berbagai aktivitas biologis, terutama sebagai agen antikanker alami. Artikel review ini bertujuan untuk mengkaji potensi farmakologis γ-mangostin dalam menginduksi apoptosis pada berbagai jenis sel kanker berdasarkan hasil penelitian terkini. Penelusuran literatur dilakukan menggunakan artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2016–2026 melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa γ-mangostin mampu menghambat proliferasi sel kanker melalui berbagai mekanisme molekuler, seperti aktivasi caspase, peningkatan ekspresi protein proapoptotik Bax, penurunan ekspresi protein antiapoptotik Bcl-2, serta penghambatan jalur sinyal nuclear factor-kappa B (NF-κB) dan phosphoinositide 3-kinase/protein kinase B (PI3K/Akt). Selain itu, γ-mangostin juga memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang berperan dalam menghambat progresivitas tumor. Meskipun berbagai penelitian praklinis menunjukkan hasil yang menjanjikan, pengembangan γ-mangostin sebagai agen kemoterapi masih menghadapi kendala berupa rendahnya bioavailabilitas dan keterbatasan uji klinis pada manusia. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi keamanan, efektivitas, dan pengembangan sistem penghantaran obat yang lebih optimal guna meningkatkan potensi terapeutik γ-mangostin sebagai agen antikanker alami.