Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

THE CORRELATION BETWEEN FREQUENCY OF VISITING LIBRARY AND THE STUDENTS’ INTEREST IN LEARNING AT SMK SETIA BUDI BINJAI Syafrida Hafni; Rina Irawan Nasution; Raja Aminuddin Siregar; Saimarlina Harahap; Musthafa Haris Munandar
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i1.17482

Abstract

Basically, process of studying is not only done in the classroom, but in the library as well. Library is one of the most essential tools of learning to help student in getting of reading source. Because it contains many scientific book and references. There are also many books available in the library whose purpose is to increase students' interest in learning. With frequent students reading in the library, it will increasingly have a positive influence on student learning interest. This research was conducted to find out: The students’ frequency in visiting library, the students’ interest in learning English, and the significant correlation between frequency of visiting library and the students’ interest in learning English. The population in this study, I took all students from SMK Setia Budi Binjai in the 2009/2010 academic year as many as 281 students in 7 classes, and the total sample was 74 students, to get the data, I use the torayame formula, through questionnaires and interviews. students were asked to answer these questions, then in analyzing the data I used the ramus product moment. The results of that analysis, (1) the students’ frequency in visiting library can be seen in mean of it, that is 6,92 with the standard deviation is 48, 00, (2) the students’ interest in learning can be seen mean of it that is 6,25 with the standard deviation is 39, 12, (3) the value of correlation product moment is 0,541 while it 0,227 at 2 = 0,005, it means that ro > rt (0,541 > 0, 227). So that, the hypothesis (Ho) was rejected, it means that there is positive correlation between frequency of visiting library and the students’ interest in learning English.
PENGARUH JAJAR LEGOWO DAN REKOMENDASI PEMUPUKAN TERHADAP PRODUKSI PADI (Oryza sativa L.) PADA MUSIM KEMARAU Risna Maya Sari; Siti Yuli Meilanda Sormin; Yudi Triyanto; Raja Aminuddin Siregar
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Al Ulum
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v11i2.494

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan bulan Agustus di Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Provinsi Sumatera Utara pada ketinggian tempat ± 15 m dpl dengan topografi datar. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh beberapa jarak tanam legowo dan rekomendasi pemupukan terhadap pertumbuhan dan produksi padi (Oryza sativa L.) pada musim kemarau. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah (RPT) dengan 2 faktor yang diteliti, yaitu Faktor Jarak Tanam Legowo (J), dengan tiga taraf, yaitu J1 = Jarak Tanam Legowo 2:1, J2 = Jarak Tanam Legowo 3:1, dan J3 = Jarak Tanam Legowo 4:1 dan Faktor Rekomendasi Pemupukan (R), dengan tiga taraf, yaitu R1 = Kebiasaan Petani, R2 = PuPS versi 1.0, dan R3 = PUTS versi 1.1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam legowo berpengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, jumlah anakan produktif per rumpun, produksi per tanaman, gabah berisi per malai, gabah hampa per malai, produksi per plot, produksi per hektar, dan berat 1000 butir. Rekomendasi pemupukan berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap parameter jumlah anakan per rumpun, jumlah anakan produktif per rumpun, produksi per tanaman, gabah berisi per malai, gabah hampa per malai, produksi per plot, produksi per hektar, dan berat 1000 butir. Interaksi kedua faktor berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan.
Cegah Stunting Melalui Program Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat di Desa Nagasaribu Kecamatan Padang Bolak Tenggara Kabupaten Padang Lawas Utara Yudi Triyanto; Ricca Sari; Sri Rahayu; Januardi Rosyidi Lubis; Raja Aminuddin Siregar
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Inisiatif advokasi yang menargetkan penurunan stunting di Kabupaten Padang Lawas Utara melibatkan upaya kolaboratif antar berbagai pemangku kepentingan, memfasilitasi komitmen bersama melalui penandatanganan memorandum dengan lembaga pemerintah daerah dan pimpinan desa. Metode: metode pelatihan dan pendampingan dalam peningkatan ilmu pengetahuan yang kegiatan nya dimulai dari Agustus hingga desember 2023. Metode pelaksanaan juga dilakuan dengan metode analisis secara deskriftip untuk melihat gambaran asumsi masyarakat terhadap kegaiatan yang telah dilaksanakan. Hasil: Hasil dari kuesioner sebesar 93,3%, yang menunjukkan dukungan kuat dari pemangku kepentingan terkait dalam mencegah stunting di wilayah tersebut. Respon peserta mencapai 96,6%, yang menegaskan relevansi dan efektivitas program dalam pemberdayaan masyarakat. Selanjutnya upaya menuju sistem pertanian terpadu bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan keluarga secara mandiri. Umpan balik peserta yang positif, dengan 93,3% setuju dan 6,66% tidak setuju, menyoroti penerimaan dan pemahaman yang baik terhadap sistem terintegrasi ini. Aspek penting lainnya adalah diversifikasi konsumsi pangan lokal untuk memerangi risiko stunting di Desa Nagasaribu. Dengan tingkat partisipasi yang tinggi sebesar 96,6%, program ini secara efektif memberikan pengetahuan tentang diversifikasi konsumsi pangan, memberdayakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya secara mandiri
PEMANFAATAN FESES KAMBING SEBAGAI PUPUK KOMPOS UNTUK MENDUKUNG SEKTOR PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DESA SUNGAI DURIAN Ulina Hutasuhut; Raja Aminuddin Siregar; Zulfahmi Zulfahmi; Ari Andani Nasution
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.46634

Abstract

Sektor pertanian adalah bagian dari salah satu sektor penting dalam perekonomian  yang harus dikelola secara berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Menggunakan pupuk kimia yang berlebihan dalam waktu yang lama akan merusak struktur tanah dan menjadi sumber pencemaran lingkungan sehingga dibutuhkan solusi pupuk yang ramah lingkungan salah satunya adalah pupuk kompos yang bersumber dari feses kambing. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Sungai Durian Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Padang Lawas Utara Provinsi Sumatera Utara. Sebagian besar penduduk Desa Sungai Durian bermata pencaharian di bidang pertanian dan perkebunan dengan komoditas utama kelapa sawit dan karet. Rata-rata petani memiliki kambing sebanyak 3-5 ekor atau lebih dan cenderung menggunakan langsung feses kambing sebagai pupuk tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu, sehingga perlu adanya pelatihan tentang pengolahan feses kambing menjadi pupuk kompos dengan metode fermentasi atau pengomposan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini antara lain melakukan survei lokasi kegiatan, Focus Group Discussion (FGD) dan implementasi kegiatan dengan praktik secara langsung tahapan cara mengolah feses kambing menjadi pupuk kompos. Peserta pelatihan yang hadir sangat antusisas mengikuti kegiatan hingga selesai. Masyarakat melihat secara langsung mulai dari persiapan bahan pengurai, pembuatan pupuk organik hingga pengemasan. Pelatihan pupuk kompos ini bertujuan memberikan ilmu pengetahuan kepada kelompok tani dan masyarakat agar dapat menerapkannya pada lahan pertanian atau perkebunan yang dimiliki. Sehingga dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia, mengatasi pencemaran lingkungan serta mendukung kegiatan pertanian berkelanjutan