Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Formulasi dan Uji Stabilitas Mutu Fisik Ekstrak Kulit Alpukat (Persea americana Mill) pada Sediaan Lotion Wardani, Eka Putri Kusuma; Fitriani, Erna; Suci, Panji Ratih; Safitri, Cikra Ikhda Nur Hamidah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2021: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.064 KB)

Abstract

Tanaman Alpukat (Persea americana Mill) merupakan tanaman yang memiliki banyak khasiat, buah alpukat mempunyai kandungan gizi yang tinggi. Selain daging buahnya kulit buah alpukat juga dapat dimanfaatkan dalam bahan baku pembuatan sediaan lotion karena pada kulit buah alpukat terdapat senyawa fenol yaitu flavonoid dan alkaloid. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ekstrak kulit alpukat dapat diformulasikan sebagai sediaan lotion yang memenuhi persyaratan uji stabilitas mutu fisik dan formulasi lotion yang memberikan hasil terbaik. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan cara mengumpulkan bahan yang akan diekstrak menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%, melakukan formulasi dengan konsentrasi ekstrak 3%, 5% dan 7% serta mengevaluasi stabilitas mutu fisik sediaan lotion. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui ekstrak kulit alpukat dapat diformulasikan sebagai sediaan lotion yang memenuhi persyaratan uji stabilitas mutu fisik dan formulasi lotion yang memberikan hasil terbaik. Hasil penelitian yang diperoleh dalam skrining fitokimia yaitu ekstrak mengandung senyawa flavonoid ditunjukkan dengan adanya perubahan warna menjadi hijau, serta mengandung senyawa alkaloid karena adanya endapan coklat pada penambahan bouchardat, pada uji organoleptis lotion F0 berwarna putih, aroma harum bunga mawar yang disebabkan dari penambahan oleum rosae sebagai pengaroma, F1,F2 dan F3 memiliki sedikit aroma khas dari ekstrak, harum bunga mawar, warna yang dihasilkan coklat susu muda dan setiap konsentrasi berbeda satu tingkat lebih gelap karena pengaruh dari nilai ekstrak yang diberikan, tidak mengalami perubahan warna atau tekstur selama 30 hari penyimpanan pada suhu ruang, diperoleh hasil pH 5-6,5, homogenitas pada lotion ditunjukkan dengan tidak adanya gumpalan dan warna yang merata, uji daya sebar diperoleh diameter penyebaran (F0= 4, F1= 4,1, F2= 2,8, F3= 3,3), hasil uji identifikasi tipe emulsi termasuk dalam lotion tipe w/o. Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lotion stabil dalam 30 hari penyimpanan dengan suhu ruang, tidak terdapat perubahan mutu fisik, diperoleh nilai pH yang sesuai untuk kulit tubuh.
Formulasi dan Stabilitas Mutu Fisik Sabun Anti Jerawat Ekstrak Daun Pepaya (Carica papaya L.) Patmawati, Mia; Suci, Panji Ratih; Wahyuning, Sih Raharjeng; Safitri, Cikra Ikhda Nur Hamidah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2021: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.65 KB)

Abstract

Penelitian ini memanfaatkan daun pepaya sebagai bahan pembuatan sabun cair, menurut Tim KaryaTani Mandiri (2011) daun pepaya mengandung enzim papain seperti keratolitik, dan karpain yang bersifat sebagai senyawa aktif dalam sediaan antiseptik dan memiliki manfaat sebagai antibakteri serta penghilang sel-sel kulit mati. Daun pepaya mengandung senyawa Saponin sebagai antibakteri, Tanin sebagai antioksidan karena memiliki kemampuan dalam menstabilkan fraksi lipid, Flavonoid sebagai antioksidan juga yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri dengan cara mengganggu kestabilan membrane sel dan metabolisme energi bakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui ekstrak daun pepaya yang dapat dijadikan sediaan sabun cair dengan konsetrasi 6%, 8% dan 10% sesuai dengan persyaratan standart uji mutu fisik sabun cair. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstrak daun papaya didapat dengan proses maserasi menggunakan etanol 96%, Pembuatan sabun ini menggunakan metode dingin (Cold process). Untuk mengetahui karakteristik sabun cair ekstrak daun pepaya dilakukan uji mutu fisik sabun yang meliputi uji organoleptis, uji pH, uji tinggi busa dan uji stabilitas fisik. Hasil penelitian ini didapat kesimpulan bahwa masing-masing formulasi sediaan sabun cair tidak terjadi perubahan bau, warna, rentang pH 8-11 dan tidak ada perbedaan mutu fisik sediaan sabun cair yang di simpan pada suhu ruang.
Formulasi dan Stabilitas Mutu Fisik Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) sebagai Sabun Padat Imanda, Fillah Restu; Suci, Panji Ratih; Safitri, Cikra Ikhda Nur Hamidah
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2021: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.772 KB)

Abstract

Kulit kusam merupakan permasalahan kesehatan kulit sehari-hari seperti kulit kotor, tidak cerah, berminyak, dan kulit yangsering terpapar oleh radikal bebas baik yang dibentuk dari fungsi normal tubuh ataupun diperoleh dari lingkungan sepertipaparan sinar UV, paparan asap rokok, paparan polutan udara, peradangan. Kulit yang kotor jika tidak dibersihkan akanmenyebabkan bakteri yang mudah menginfeksi. Sabun yaitu senyawa natrium dengan asam lemak yang digunakan sebagaipembersih tubuh, berbentuk padat, berbusa dengan atau penambahan lain serta tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Kencur(Kaempferia galanga L.) merupakan tanaman herbal asli Indonesia digunakan sebagai obat tradisional mengandung komponenutama seperti flavonoid, saponin, fenol, minyak atsiri. Tujuan penelitian ini adalah memformulasikan ekstrak kencur(Kaempferia galanga L.) menjadi sediaan sabun padat dan menguji mutu fisik dan stabilitas dari sediaan tersebut apakah sesuaidengan Standart Nasional Indonesia (SNI). Ekstrak kencur didapat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%.Formulasi sediaan sabun padat dibuat dengan konsentrasi ekstrak kencur (Kaempferia galanga L.) 1%, 3%, 6% dengan basissabun padat yang seragam. Evaluasi sediaan sabun padat meliputi pengamatan organoleptis, uji stabilitas busa, dan uji pH.Data dianalisis secara deskriptif dan dibandingkan dengan SNI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga formulasisediaan sabun padat pada uji pH memenuhi syarat sediaan sabun padat berdasarkan SNI 06-3532-1994 yaitu 9 - 11 denganrentang yang diperoleh sabun padat ekstrak kencur 10-11, tidak terjadi perubahan organoleptis selama pengujian, rentangtinggi busa yang diperoleh sabun padat ekstrak kencur 8 - 9,6 cm, dan uji stabilitas busa yang sama adalah formulasi 2 danformulasi 3 diperoleh 0,18% sedangkan formulasi 1 cepat tidak stabil diperoleh 0, 20% sabun yang hilang.