Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Standard Operating Procedure Analisa Dan Evaluasi Berdasarkan Integrasi Iso 9001:2015 Klausul 9.1.3 Dan Iso 14001:2015 Klausul 9.1.2 Berbasis Risk Based Thinking Dengan Menggunakan Metode Business Process Improvement Di Cv Xyz Willy Pratisna; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dibidang pembuatan spareparts motor seperti dies, moulds, jig & fixture, precision parts dan plastic product. Mutu produk yang baik dihasilkan dari mutu proses yang baik. Selain itu, perusahaan juga harus memiliki lingkungan kerja yang baik. Dengan memiliki Standar Manajemen Mutu ISO 9001:2015 dan Standar Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015 diharapkan dapat membantu perusahaan mewujudkan mutu dan lingkungan kerja yang baik. Pada penelitian ini akan dintegrasikan ISO 9001:2015 klausul 9.1.3 dengan ISO 14001:2015 klausul 9.1.2 untuk menghasilkan SOP analisis dan evaluasi. Integrasi yang dilakukan adalah menggabungkan requirement ISO 9001:2015 klausul 9.1.3 dan ISO 14001:2015 klausul 9.1.2. Hasil integrasi requirement ISO 9001:2015 klausul 9.1.3 dan ISO 14001:2015 klausul 9.1.2 akan menjadi input untuk melakukan penyusunan risk register. Setelah risk register disusun, requirement hasil integrasi, risk register dan gap yang diperoleh dari adanya kekurangan yang ada di CV XYZ akan menjadi input untuk merancang SOP analisis dan evaluasi. Setelah mendapat perancangan SOP analisis dan evaluasi, selanjutnya akan di-improve dengan menggunakan metode business process improvement. Setelah dilakukan improvement, akan di dapatkan SOP analisis dan evaluasi yang telah mendapatkan improvement dari metode business process improvement. Selanjutnya SOP analisis dan evaluasi ini akan di verifikasi untuk menyesuaikan dengan kondisi di CV XYZ. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah perancangan SOP analisis dan evaluasi ini telah memenuhi integrasi ISO 9001:2015 klausul 9.1.3 dan ISO 14001:2015 klausul 9.1.2, gap, dan risk register. Kata Kunci : Standard Operating Procedure, ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, Risk Register, Business Process Improvement
Perancangan Alat Ukur Kinerja Guru Di Smk Telkom Bandung Kartika Akbar Purbaningsih; Wiyono Wiyono; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak SMK Telkom Bandung merupakan salah satu kejuruan yang terletak di Jl.Radio Palasari Dayeuh Kolot, Bandung yang mempunyai tiga Program Studi Keahlian diantaranya Teknik Jaringan Akses Telekomunikasi, Teknik Komputer dan Jaringan, dan Multimedia. SMK Telkom Bandung adalah salah satu lembaga pendidikan Yayasan Pendidikan Telkom yang dibangun langsung oleh BOD PT Telekomunikasi Indonesia,Tbk dan juga menjadi pilar utama dalam penyediaan tenaga lapangan yang siap pakai. SMK Telkom Bandung sudah menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dengan suplemen ISO 9004:2000, ISO 14000 dan ISO 16000 secara konsisten.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja guru dalam pembelajaran kelas X Program Studi Keahlian Multimedia di SMK Telkom Bandung dilihat dari penguasaan materi, kemahiran guru dalam mengajar, perilaku guru sehari-hari, dan hubungan sosial dengan peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kuantitaif dan melakukan perancangan alat ukur dengan dua tipe kuesioner. Subjek dalam penelitian ini adalah Program Studi Keahlian Multimedia yang berjumlah 32 orang. Rancangan alat ukur berdasarkan pada klausul 7.2 ISO 9001:2015 tentang kompetensi. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan dalam penelitian ini menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Kata kunci : Kinerja guru, ISO 9001:2015, Alat ukur. Abstract Telkom Bandung vocational high school is one of the vocations on Jl.Radio Palasari Dayeuh Kolot, Bandung which has three skills study programs such as Telecommunication Access Network Engineering, Computer and Network Engineering, and Multimedia. Telkom Bandung covational high school is one of education institute of Telkom Education Foundation which is built directly by BOD PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk and alsoe become the main pillar in providing ready field workers. SMK Telkom has implemented ISO 9001:2008 quality management system with ISO 9004:2000, ISO 14000 and ISO 16000 supplement consistently. The aims of this research is to determine the performance of grade 10th teachers on Multimedia Expertise Studies Program at Telkom Bandung Vocational High School viewed by the mastery of the material, teacher proficiency in teaching, teachers behaviors, and social relationships with students.. This research is a descriptive using quantitative approach and designing measuring instrument with two types of questionnaires. Subjects in this study are Multimedia Expertise Studies Program which amounted to 32 people. The design of the measuring instrument based on clause 7.2 ISO 9001:2015 on compentence. Methods of data collection using questionnaires and using the validity and reliability test. Keywords : Teachers performance, ISO 9001:2015, measuring tools
Perancangan Sistem Kerja Pengukuran Kepuasan Pelanggan Dengan Menggunakan Metode Perancangan Proses Bpm V3.0 Pada Pt. Trengginas Jaya Celine Debora Tambunan; Wiyono Wiyono; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Trengginas Jaya merupakan salah satu perusahaan dari Yayasan Pendidikan Telkom yang berdiri sejak tahun 2012. PT. Trengginas jaya telah menerapkan ISO 9001:2015 mengenai sistem manajemen mutu, untuk meningkatkan kualitas perusahaan dalam proses bisnisnya. Namun, perusahaan belum memiliki sistem kerja pengukuran kepuasan pelanggan yang efektif dan yang telah terdokumentasi dengan baik. oleh karena itu, diperlukan sistem kerja pengukuran kepuasan pelanggan yang efektif untuk diterapkan di perusahaan khususnya pada unit pengelolaan tenaga cleaning service guna melakukan pengukuran kepuasan pelanggan yang lebih baik dan membantu meningkatkan kualitas pelayanan perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode perancangan proses BPM V.03 yaitu dengan melakukan pengumpulan data yang dibutuhkan kemudian melakukan pengolahan data dan melakukan perancangan alat ukur yang menggunakan dimensi dari service quality dan melakukan pembobotan dimensi serta menguji alat ukur yang dirancang. Selanjutnya dilakukan perancangan cara pengukuran kepuasan pelanggan dan melakukan rancangan sistem kerja pengukuran kepuasan usulan yang kemudian dianalisis berdasarkan kegunaan dan efektifitas rancangan tersebut. Berdasarkan hasil analisis, maka diperoleh kesimpulan bahwa sistem pengukuran yang dirancang lebih efektif dan memenuhi klausul ISO. Selain itu, alat ukur yang dirancang juga reliabel dengan angka koefisien korelatif sebesar 0.982, dimana angka tersebut melebihi 0.7 sehingga dapat dikatakan reliabel dan angka terkecil dalam hasil uji validitas (r hitung) sebesar 0.514 dimana angka tersebut melebihi r tabel yaitu sebesar 0.468 sehingga valid untuk digunakan. Kata kunci : Metode Perancangan proses BPM, Service Quality
Perancangan Sistem Penilaian Kinerja Pegawai Dengan Mempertimbangkan Requirements Iso 9001:2015 Klausul 9.1 Menggunakan Metode Perancangan Proses Business Process Management Di Pt. Tirta Ratna Astri Viani; Wiyono Wiyono; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia yaitu dengan melakukan pengukuran kinerja guna mengetahui tindakan yang seharusnya dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja sumber daya manusia. Hal ini disadari oleh Merdeka Boga Putra yang merupakan salah satu unit usaha manufaktur dibawah PT. Tirta Ratna yang bergerak dalam bidang pangan. Merdeka Boga Putra membutuhkan perbaikan terhadap proses penilaian kinerja pegawai guna mengetahui kinerja pegawai dan diharapkan penilaian kinerja tersebut dapat meningkatkan motivasi dan kedisiplinan pegawai. Merdeka Boga Putra juga mempunyai harapan untuk menerapkan ISO 9001:2015 di organisasinya suatu saat nanti. Berdasarkan hal tersebut, pada penelitian ini dilakukan perancangan sistem penilaian kinerja pegawai denga mempertimbangkan ISO 9001:2015 menggunakan metode business process improvement di PT. Tirta Ratna. Penelitian ini membahas tentang bagaimana cara merancang sistem penilaian kinerja pegawai yang objektif serta dapat meningkatkan motivasi dan kedisiplinan pegawai dan bagaimana menerapkan sistem penilaian kinerja pegawai tersebut dengan mempertimbangkan persyaratan ISO 9001:2015 klausul 9.1 Pemantauan, pengukuran, analisis, dan evaluasi. Kata kunci: sumber daya manusia, penilaian kinerja, kompetensi, ISO 9001:2015 klausul 9.1, business process improvement
Perancangan Perbaikan Proses Tindak Lanjut Temuan Audit Pada Pegawai Produksi Berdasarkan As9100 D Menggunakan Metode Process Design Bpm Cbok V.3.0 Di Pt. Dirgantara Indonesia Aida Fitiani; Wiyono Sutari; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tidak efektifnya hasil tindak lanjut temuan audit pada pegawai produksi yang disebabkan oleh kurang kontrolnya pimpinan terhadap pegawai dan juga media akses yang dibebaskan merupakan masalah yang ditemukan di perusahaan, maka tujuan dari penelitian ini adalah merancang perbaikan tindak lanjut temuan audit pada pegawai produksi di PTDI berdasarkan AS9100 sebagai standar SMM yang digunakan. Perancangan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan metode process design, dimana process design ialah metode yang berfokus pada perbaikan sebuah proses. Terdapat 4 tahapan process design yang dilakukan pada penelitian ini, yaitu define scope and collection, “AS IS” modelling, analysis and recommended change, dan process workflow change. Hasil dari penelitian ini yaitu dilakukannya kontrol dari pimpinan terhadap pegawainya, dengan cara memperketat proses penyampaian hasil tindak lanjut temuan audit agar pegawai mematuhi aturan yang berlaku ditempat ia bekerja, memberikan sosialisasi terhadap pegawai akan pentingnya peran mereka terhadap SMM perusahaan, dan memberikan kompensasi terhadap pegawai dengan cara memberikan apresiasi maupun sanksi pada kinerja yang dihasilkan oleh pegawai. Dengan adanya usulan perbaikan, maka perusahaan secara tidak langsung menekan pegawai untuk mengikuti aturan yang berlaku dengan cara yang terstruktur. Kata kunci : AS9100 D, process design, kinerja, gap. Abstract The ineffectiveness of the results of follow-up audit findings on production employees caused by the lack of control of the leadership of the employees and also the liberated access media is a problem found in the company, the purpose of this study is to design improvements to follow up audit findings on production personnel in PTDI based on AS9100 as the standard SMM used. The design done in this research is by process design process, where the process design is a method that focuses on the improvement of a process. There are 4 stages of process design done in this research, namely define scope and collection, "AS IS" modeling, analysis and recommended change, and workflow change process. The result of this research is the control of the leadership of the employees, by tightening the process of delivering the results of follow-up audit findings so that employees obey the rules in place where they work, to provide socialization to employees of the importance of their role to SMM company, and provide compensation to employees with how to give an appreciation or sanction on the performance generated by employees. With the suggestion of improvement, the company indirectly pressing employees to follow the rules in force in a structured way. Keywords : AS9100D, process design, performance, gap
Perancangan Prosedur Untuk Meminimasi Risiko K3 Berdasarkan Hasil Hirarc Serta Memenuhi Requirement Ohsas 18001:2007 Klausul 4.3.1, 4.4.6 Dan Peraturan Pemerintah No 50 Tahun 2012 Di Laboratorium Pengendalian Kualitas Lingkungan (lpkl) Pdam Kota Bandung Gerry Gumilar; Wiyono Wiyono; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Laboraturium Pengendalian Kualitas Lingkungan (LPKL) PDAM Kota Bandung merupakan perusahaan yang meneliti kualitas lingkungan (air,tanah,udara). Kegiatan yang dilakukan berupa pengujian sampel uji. Belum adanya prosedur K3 dan masih terdapat kecelakaan kerja menjadi penyebab utama minimnya pelaksanaan K3 di LPKL PDAM Kota Bandung. Berdasarkan kondisi tersebut LPKL PDAM Kota Bandung mengenai K3 maka metode penelitian yang digunakan adalah HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control). Metode ini dilakukan dengan mengidentifikasi bahaya yang terjadi di seluruh aktivitas proses uji sampel dan menilai seluruh potensi bahaya untuk dilakukan pengendalian potensi bahaya tersebut yang disesuaikan dengan requirement integrasi antara OHSAS 18001:2007 dengan PP No. 50 Tahun 2012. Pada tahap pengumpulan data diperoleh bahwa terdapat banyak potensi bahaya yang akan terjadi di LPKL PDAM Kota Bandung. Hasil dari requirement integrasi yang telah disesuaikan dengan analisis aktivitas menggunakan HIRARC menunjukan bahwa, dibutuhkan prosedur tertulis serta alat pelindung diri (APD) untuk mengurangi setiap potensi bahaya yang akan terjadi di masing-masing aktivitas. Prosedur yang dihasilkan dari penelitian ini adalah prosedur pengendalian material berbahaya. Prosedur ini juga berfokus untuk membantu pekerja dalam memberikan pengetahuan terhadap pentingnya K3. Kata Kunci : OHSAS 18001:2007, PP No. 50 Tahun 2012, HIRARC, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, K3
Perancangan Proses Bisnis Tracer Study Di Sekolah Menengah Kejuruan (smk) Telkom Bandung Menggunakan Metode Process Design Business Process Management Carissa Serina Saraswati; Wiyono Sutari; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak SMK Telkom Bandung merupakan salah satu sekolah menengah kejuruan yang terletak di Jl. Radio Palasari Dayeuhkolot, Bandung. SMK Telkom Bandung telah menerapkan sistem manajemen mutu ISO 9001:2008 dengan suplemen ISO 9004:2000, ISO 14000 dan ISO 16000 secara konsisten. SMK Telkom Bandung berdiri sejak tahun 2013 dan sudah meluluskan sekitar 398 siswa. Dengan semakin banyaknya siswa yang lulus dari SMK Telkom Bandung, tracer study atau penelusuran alumni diperlukan untuk dapat mengetahui sebaran para alumninya sehingga dapat menjadi dasar evaluasi maupun kebijakan. Karena SMK Telkom Bandung belum memiliki proses tracer study yang terstandar dan terdokumentasi, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan proses usulan tracer study dengan memperhatikan tujuan dari institusi tersebut. Perancangan dimulai dengan melakukan analisis gap berdasarkan kondisi aktual serta requirement ISO 9001:2015 klausul 8.2.1 tentang komunikasi pelanggan dan PCF pada APQC poin 5.0 tentang Mengembangkan dan Mengelola Hubungan dan Layanan Stakeholder. Setelah analisis gap, dilakukan Perancangan proses dilakukan dengan membuat struktur proses terlebih dahulu agar mengetahui aktivitas apa saja yang terjadi sehingga menghasilkan usulan proses yang efisien. perancangan proses tracer study dengan metode process design business process management. Penelitian ini menghasilkan SOP yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak SMK Telkom Bandung. Untuk mempermudah pelaksanannya, maka dibuat aplikasi berbasis web yang terintegrasi mulai dari pendataan alumni, memperbarui data, serta mendokumentasikan hasil proses tracer study yang dilaksanakan. Kata kunci: SMK, ISO 9001:2015, Tracer study, Process Design, Business Process Management Abstract SMK Telkom Bandung is one of the vocational high schools located on Jl. Radio Palasari Dayeuhkolot, Bandung. SMK Telkom Bandung also implements ISO 9001: 2008 quality management system with ISO 9004: 2000, ISO 14000 and ISO 16000 supplement consistently. SMK Telkom Bandung established since 2013 and has graduated about 398 students. With the increasing number of students who graduated from SMK Telkom Bandung, tracer study or alumni tracking is needed to be able to know the distribution of its alumni can be implemented. Because SMK Telkom Bandung has not been able to perform a standardized and documented tracer study process, this study aims to know. The design begins with a gap analysis based on the actual conditions and requirements of ISO 9001: 2015 clause 8.2.1 which is customer communication and PCF on APQC 5.0 points on Developing and managing and serving Stakeholders. After the gap analysis is done, the process of making structures to find out what happens that produces an efficient process. Tracer study design process with process design process of business process management. This research produces SOP that can be used for the SMK Telkom Bandung. To facilitate the implementation, then created an integrated webbased applications ranging from data collection alumni, security data, and also improve the process of tracking traces are implemented. Keywords: SMK, ISO 9001:2015, Tracer study, Process Design, Business Process Management
Perancangan Sop Pengendalian Informasi Terdokumentasi Berdasarkan Integrasi Iso 9001:2015 Klausul 7.5 Dan Iso 14001:2015 Klausul 7.5 Dengan Mempertimbangkan Risiko Menggunakan Metode Business Process Improvement Di Cv. Xyz Risya Yuthika; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. XYZ merupakan salah satu industri manufaktur khususnya bidang otomotif yang menghasilkan produk berupa spare part, mould, press tool, jig & fixture, repair, dll. Khususnya untuk sepeda motor. Pada saat ini CV. XYZ sudah menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) berbasis ISO 9001:2008 dan Sistem Manajemen Lingkungan (SML) berbasis ISO 14001:2004 memiliki manual mutu, SOP, kebijakan lainnya untuk memenuhi requirement ISO 9001:2008 ISO 14001:2015. Pada penelitian ini akan dilakukan integrasi requirement versi terbaru yaitu ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 dengan mempertimbangkan risiko, dan akan menghasilkan dokumentasi sistem manajemen terintegrasi. Perancangan Strandrd Operating Procedure (SOP) integrasi ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 dilakukan dengan mengidentifikasi requirement ISO 9001:2015 dan requirement ISO 14001:2015. Setelah mendapatkan requirement integrasi kedua standar, kemudian dilakukan perbandingan dengan proses bisnis existing sehingga menghasilkan gap dan aktivitas baru berdasarkan requirement integrasi. Kemudian dilakukan risk assessment yaitu identifikasi, analisis, evaluasi risiko serta penerapan treatment risiko. Risk assessment dilakukan untuk memperhatikan risk based thingking yang akan menghasilkan risk register. Hasil gap dan risk register tersebut akan menjadi inputan dalam perancangan SOP. Perancangan SOP dibuat menggunakan metode Business Process Improvement. Penelitian ini difokuskan pada perancangan SOP berdasarkan klausul 7.5 yaitu proses pengendalian informasi terdokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh untuk memenuhi integrasi requirement ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 di CV. XYZ meliputi rancangan SOP pengendalian informasi terdokumentasi. Kata Kunci: SOP, ISO 9001:2015, ISO14001:2015, Pengendalian Informasi Terdokumentasi, BPI.
Pengembangan Sistem Pengelolaan Risiko Sesuai Requirement As 9100 Di Pt. Dirgantara Indonesia Dengan Pendekatan System Development Life Cycle Reigi Ahmad Fadilah; Heriyono Lalu; Meldi Rendra
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Dirgantara Indonesia merupakan perusahaan kedigantaraan yang berfokus pada desain dan pengembangan pesawat terbang. Untuk menjaga kualitas dan pelayanan PT. Dirgantara Indoensaia tentunya memiliki system untuk mengelola risiko. Sebagai standar kualitas PT. Dirgantara Indonesia menggunakan AS 9100 revisi D. permasalahan yang terjadi pada PT. Dirgantara Indonesia adalah pengelolaan risiko yang analisis risikonya tidak terdokumentasikan sehingga menyebabkan ketidak terukurnya capaian penanganan risiko. Pada penilitian ini akan dilakukan pengembangan system penelolaan risiko berbasis web sesuai dengan requirement AS 9100 revisi D. pada peneitian ini menggunakan metode SDLC (system development life cycle) dengan menentukan streamlining pada proses bisnis eksisting, dan analisis gap antara requirement AS 9100 revisi D klausul 6.1 tentang tindakan mengatasi risiko dan peluang dengan kondisi aktual pengelolaan risiko PT. Dirgantara Indonesia, setelah menemukan masalahnya maka dirancang sebuah system pengelolaan risiko berbasis web yang berisi aplikasi dan standard operational procedure penggunaan aplikasi. Dilakukan blackbox testing untuk rancangan aplikasi dan verifikasi untuk rancangan SOP. Setelah dilakukan blackbox testing dan verifikasi maka dibuat pengembangan system pengelolaan risiko berbasis web PT. Dirgantara Indonesia. Kata kunci : System Development Life Cycle, Pengelolaan Risiko, AS 9100 revisi D, ISO 31000:2009 Abstract To maintain the quality of PT. Dirgantara Indonesia certainly has a system to manage any risks that will occur in each department and also has a international standard for aerospace is AS 9100 revision D to maintain the quality of the company. Risk management system at PT. Dirgantara Indonesia is currently not well documented or no place to keep the assestment risk file that causes the risk handling can not be measured during the implementation of risk mitigation. According to AS 9100 revision D of class 6.1 there needs to be an evaluation of the effectiveness of risktaking measures and opportunities. Therefore, this research focuses on the development of web based risk management system to simplify the process of documentation of risk management with life cycle system development approach. To perform system development there are requirements that are AS 9100 revised requirements D, ISO 31000: 2009. Next step is data processing which analyzes the actual condition with AS 9100 revision requirement D to produce the gap, and also streamlining or simplifying the process on the actual business process of risk management based on gap analysis which has been analyzed previously. The results of the design that has been obtained then made improvements so as to get business process proposals web-based risk management, with web design using data flow diagrams, entities relationship diagram, and user interfaces to facilitate the appearance of risk management web. This research resulted in a new risk management system that incorporates proposed business processes and risk management web applications. Then from the design of the risk management system will be documented in the form of SOP. Kata kunci : System Development Life Cycle, Risk Management, AS 9100 revision D, ISO 31000:2009
Design Measurement System For Customer Satisfaction Considering Iso 9001:2015 Clause 9.1.2 In Soes Merdeka Bandung Azka Sakinah Ramdhani; Wiyono Wiyono; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang sistem pengukuran di Soes Merdeka yang dapat diukur oleh perusahaan, karena pada saat yang sama perusahaan tidak memiliki sistem dan juga instrumen untuk menghitung tingkat kepuasan pelanggan. Dalam penelitian menggunakan atribut kepuasan pelanggan yang menyajikan seluruh pengalaman saat berbelanja seperti kualitas produk, harga, kualitas layanan, loyalitas konsumen, dan kepuasan pelanggan secara keseluruhan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dengan memberikan kuesioner sebagai instrumen dan juga melakukan wawancara mendalam untuk mendapatkan persepsi pelanggan Soes Merdeka. Kuesioner disesuaikan dengan Skala Likert, di mana pertanyaan ditanyakan tentang kepuasan kinerja yang diberikan pilihan jawaban dari sangat puas sampai tidak puas. Instrumen dibuat dua variasi, untuk mencari instrumen yang paling efisien dan efektif, harus lulus uji validitas menggunakan SPSS dan validitas logis dan untuk uji reliabilitas menggunakan metode tes ulang. Keywords: Customer satisfaction attributes, ISO 9001:2015, logical validity, test retest reliability, In-Depth interview. Abstract: The purpose of this study was to design measurement system in Soes Merdeka that can be measured by the company, because at the same time company do not have a system and also an instrument to calculate customer satisfaction level. In research using customer satisfaction attributes that presenting the whole experience while shopping such as product quality, price, service quality, consumer loyalty, and customer satisfaction overall. Type of data used are primary data by giving the questionnaire as instrument and also conducting in-depth interview to obtain customers perception of Soes Merdeka. The questionnaire tailored to the Likert Scale, where questions are asked about the satisfaction of performance given a choice answers from very satisfied until not satisfied. The instruments were made two variety, in order to find the most efficient and effective, instruments should passed validity test using SPSS and logical validity and for reliability test using test retest method. Keywords: Customer satisfaction attributes, ISO 9001:2015, logical validity, test retest reliability, In-Depth interview.