Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perbaikan Proses Pelaporan Quality Objective Setiap Divisi Di Direktorat Produksi Berdasarkan As9100 Revisi D Klausul 9.1.1 Menggunakan Metode Business Process Improovement Di Pt. Dirgantara Indonesia Dwi Meiswara; Wiyono Wiyono; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Dirgantara sudah menerapkan sistem manajemen mutu AS9100 yang dikhususkan untuk penerbangan. Dalam pengimplementasian AS9100 masih ada kendala yang terjadi salah satunya pada proses pelaporan pencapaian quality objective. PT. Dirgantara Indonesia sudah melakukan kegiatan proses pelaporan pencapaian quality objective akan tetapi kegiatan tersebut belum efektif dan efisien, dikarenakan waktu yang dibutuhkan untuk proses pelaporan dimulai dari pengumpulan hingga laporan disetujui oleh atasan memakan waktu yang cukup lama dan penjelasan mengenai pelaporan pencapaian quality objective kurang dijelaskan secara rinci pada prosedur. Masalah-masalah tersebut membuat tujuan dari pelaporan pencapaian quality objective Direktorat Produksi belum terpenuhi. Fokus utama dari penelitian ini adalah dilakukannya perbaikan proses pelaporan pencapaian quality objective Direktorat Produksi, dikarenakan kondisi aktual dari proses tersebut tidak berjalan secara efektif dan efisien. Untuk membuat rancangan perbaikan dibutuhkan data kondisi aktual, requirement AS9100 Revisi D dengan menggunakan klausul 9.9.1 untuk analisis gap. Setelah mendapatkan gap dilakukan perbaikan proses bisnis dengan menggunakan Metode Business Process Improvement menggunakan tahapan Apply Improvement Techniques. Output dari perancangan perbaikan ini berupa SOP dan rancangan aplikasi pelaporan pencapaian quality objective berbasis web menggunakan aplikasi Joget Workflow untuk memudahkan pembuatan laporan, pemantauan dan evaluasi pencapaian quality objective Direktorat Produksi PT. Dirgantara Indonesia. Kata Kunci: AS 9100, Business Process Improvement, Apply Improvement Techniques, Pelaporan pencapaian quality objective, SOP.
Perancangan Instrumen Penilaian Kinerja Tenaga Kerja Alih Daya Pada Petugas Satuan Pengamanan Di Pt. Trengginas Jaya Natasya Shahnaz Novadeanti; Wiyono Sutari; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Trengginas Jaya adalah perusahaan subsidiary dari Yayasan Pendidikan Telkom atau Telkom Foundation yang berdiri sejak tahun 2012 yang bergerak salah satunya yakni dibidang outsourcing, khususnya jasa keamanan (security). Untuk meningkatkan layanan jasa keamanan yang dimilikinya maka perusahaan harus dapat mengelola karyawannya, salah satunya yakni melalui penilaian kinerja. PT. Trengginas Jaya sendiri pada penyedia jasa keamanan hanya mengandalkan absensi sebagai tolak ukur penilaian karyawannya. Perusahaan menganggap dengan tingkat absensi yang baik, karyawan tersebut dinyatakan berkinerja baik dan sebaliknya apabila dalam satu bulan karyawan tersebut tidak memenuhi target absensi maka karyawan tersebut dinyatakan berkinerja kurang baik. Hal tersebut tidak sejalan dengan prinsip penilaian kinerja yang relevan, tidak bias, signifikan dan praktis. Untuk itu dirancanglah sebuah penilaian berupa instrument penilaian kinerja tenaga kerja alih daya yang ditujukan untuk karyawan outsourcing tersebut. Penilaian dibuat didasarkan pada teori kompetensi yang mendefinisikan kompetensi sebagai motivasi internal, sifat atau watak, konsep diri, pengetahuan dan skill atau keterampilan. Sejalan dengan requirement perusahaan dan teori yang ada, yang dikaitkan dengan ISO 9001:2015 klausul 7.1.5.1 mengenai pemantauan dan pengukuran sumber daya, maka penilaian kinerja petugas satuan pengamanan terdiri dari 4 komponen penilaian, yaitu : tes fisik, tes pengetahuan, perilaku kerja, dan customer satisfaction. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode perancangan proses dari disiplin ilmu BPM. Dimana tahap yang dilakukan sesuai dengan tahap penyelesaian masalah dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan terhadap pemegang proses, hasilnya dapat disimpulkan bahwa rancangan instrument dapat digunakan dengan mudah dan sejalan dengan tujuan dilakukannya penilaian kinerja sendiri, namun masih terdapat beberapa perbaikan untuk dapat diterapkan didalam perusahaan. Kata kunci: Outsourcing, Penilaian Kinerja, Metode Perancangan Proses, ISO 9001:2015, Kompetensi Abstract PT. Trengginas Jaya is a subsidiary company of the Telkom Education Foundation or Telkom Foundation, which was established in 2012, one of which is engaged in outsourcing, especially security services. To improve its security services, the company must be able to manage its employees, one of which is through performance appraisal. PT. Trengginas Jaya itself to security service providers only relies on absenteeism as a benchmark for assessing their employees. The company considers that with a good absentee level, the employee is declared to perform well and vice versa if within one month the employee does not meet the attendance target then the employee is declared to perform poorly. This is not in line with the principles of relevant, unbiased, significant and practical performance appraisal. For this purpose an assessment was designed in the form of an outsourcing workforce performance assessment instrument intended for outsourcing employees. Assessment is based on competency theory that defines competency as internal motivation, character or character, selfconcept, knowledge and skills or skills. In line with company requirements and existing theories, which are associated with ISO 9001: 2015 clause 7.1.5.1 concerning monitoring and measurement of resources, the performance assessment of security guards officers consists of 4 assessment components, namely: physical tests, knowledge tests, work behavior, and customer satisfaction. The method used in this study is the process design method of the BPM discipline. Where the stage is carried out in accordance with the stage of problem solving in this study. Based on the results of the validation carried out on the process holder, the results can be concluded that the design of the instrument can be used easily and in line with the purpose of the performance appraisal itself, but there are still some improvements to be implemented within the company. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.3 Desember 2018 | Page 6790Keyword: Outsourcing, Performance Assessment, Process Design Method, ISO 9001: 2015, Competence
Evaluasi Tingkat Kematangan Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (ppdb) Menggunakan Business Process Maturity Model (bpmm) Di Smk Telkom Bandung Nurul Jihad Fathurrahma; Wiyono Sutari; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak SMK Telkom Bandung melaksanakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun ajaran baru yaitu Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Proses penerimaan peserta didik baru harus diolah sedemikian rupa sehingga pelaksanaanya benar-benar dapat menjaring siswa yang berpotensi agar siswa memiliki keberhasilan yang tinggi dalam mengikuti program-program pendidikan di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kematangan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMK Telkom Bandung. Dalam penelitian ini digunakan Business Process Maturity Model (BPMM) pada tingkat kematangan level 3 dan menggunakan process area Organizational Process Management (OPM). Tahap pengukuran dimulai dari merancang instrumen pertanyaan evaluasi berdasarkann specific goals dan specific practice. Instrumen diterjemahkan menjadi 13 pertanyaan. Kemudian diajukan kepada narasumber. Wawancara menghasilkan nilai attained yang terdiri dari skor 0-5 yaitu nilai yang diperoleh oleh SMK berdasarkan seberapa jauh pelaksanaan proses. Dari attained tersebut maka diperoleh gap untuk setiap pertanyaan yang ditujukan untuk mengukur tingkat pemenuhan kematangan Level 3 OPM dan mengetahui usulan perbaikan yang tepat. Berdasarkan perhitungan, hasil tingkat pemenuhan kematangan pada specific goals 1 adalah sebesar 84% yang terpenuhi dari 5 pertanyaan yang diajukan, specific goals 2 adalah 48% yang terpenuhi dari 5 pertanyaan, dan specific goals 3 yang mencapai 87% dari 3 pertanyaan dengan rata-rata adalah sebesar 73%. Secara keseluruhan proses PPDB belum memenuhi tingkat kematangan Level 3 OPM karena masih terdapat praktis yang belum terlaksana atau belum mencapai tahap perbaikan berkelanjutan, sehingga saran perbaikan yang dapat diajukan adalah perlunya penetapan dan pengimplementasian proses secara konsisten untuk menuju perbaikan berkelanjutan. Selain itu, diajukan penerapan knowledge management diantara para pegawai dan penyediaan sharing session untuk meningkatkan motivasi kerja. Kata kunci: Penerimaan Peserta Didik Baru, Business Process Maturity Model, Maturity Level 3, Organizational Process Management Abstract SMK Telkom Bandung have routine activities every year and that is Student Admission. Student Admission process should be managed properly so the implementation can really capture potential students and in the future, every students have a high probability of success in following educational programs at school. Based on the statement, it necessary to evaluate Student Admission process. This research is using Business Process Maturity Model (BPMM) at maturity level 3 and Organizational Process Management (OPM) as process area. The evaluation step starts with designing an evaluation instrument based on specific goals and specific practice. The instrument translates into 13 questions according to the number of specific practices and then questions will be interviewed to sources. Interview result obtain an attained value that consist of score from 0-5. Attained value obtained by SMK Telkom based on how far the process implementation. From the attained, gap for each question can be known. A gap is analyzed to find out the improvements that can be proposed. The results of the analysis are also intended to measure the level of maturity completion in Level 3 – OPM. Based on the calculation, the results of the level of maturity completion in specific goals 1 is 84% from 5 interview questions, specific goals 2 is 48% from 5 questions, and specific goals 3 which reached 87% of 3 questions with average is 73%. Overall, Student Admission process cannot complete maturity level 3 - OPM because there are still practice that has not been implemented or has not reached the score 5 which means practice reach the stage of continuous improvement. So, my suggestion that can be proposed is the need of consistently establishment and implement process to get continuous improvement. In addition, we can suggest the application of knowledge management among personnel so their workload is evenly distributed. Moreover, the team should provide sharing session to improve work motivation. Keywords: New Student Admission, Business Process Maturity Model, Maturity Level 3, Organizational Process Management
Perancangan Sistem Penggajian Berbasis Teknologi Informasi Pada Pt. Trengginas Jaya Sejalan Dengan Klausul 7.1.3 Iso 9001:2015 Farhan Naufal Prayoga; Wiyono Sutari; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sesuai dengan visi yang dimiliki oleh PT.Trengginas Jaya yaitu “Menjadi perusahaan penyedia jasa outsourcing, trading dan properti yang profesional dan unggul dalam kualitas produk dan layanan, guna meningkatkan kepuasan pelanggan.” maka perusahaan harus terus berkembang untuk dapat menjadi perusahaan yang profesional dan terus mendapatkan kepercayaan dari pelanggan, salah satunya dengan menerapkan ISO 9001:2015. Saat ini PT. Trengginas Jaya masih melakukan proses penggajian secara manual. Dimulai dari proses menentukan gaji karyawannya dengan melakukan input secara manual dan menghitung gaji karyawan menggunakan excel. Proses ini membutuhkan ketelitian dan memakan waktu yang banyak. Untuk mengefisiensikan proses penggajian yang ada, maka penelitian ini berfokus pada perancangan sistem penggajian berbasis teknologi informasi yang sejalan dengan ISO 9001:2015 klausul 7.1.3. Perancangan sistem penggajian ini dibuat dengan perbaikan proses bisnis penggajian dengan menggunakan metode business process improvement. Dimana pada metode ini menggunakan streamlining atau penyederhanaan proses untuk menentukan aktivitas didalam proses bisnis penggajian yang harus disederhanakan. Setelah melakukan proses streamlining, dilakukan proses merancang sistem penggajian dengan menggunakan metode system development life cycle (SDLC). Pada penelitian ini menghasilkan sistem penggajian baru yang terdapat proses bisnis usulan dan aplikasi pengelolaan gaji. Kata kunci: ISO 9001:2015, Sistem Penggajian, Business Process Improvement, Streamlining, System Development Life Cycle Abstract In accordance with the vision of PT.Trengginas Jaya is "Being a professional outsourcing, trading and property service provider and superior in quality of products and services, in order to increase customer satisfaction", the company must continue to grow to become a professional and gain trust from customers, one of them by implementing ISO 9001: 2015. Currently PT. Trengginas Jaya still performs the payroll process manually. Starting from the process of determining the salaries of employees by inputting manually and calculate employee salaries using excel. This process requires considerable and time consuming. To streamline existing payroll processes, this study focuses on designing an information technology-based payroll system in line with ISO 9001: 2015 clause 7.1.3. The design of this payroll system is made by improving the payroll business process using the business process improvement method. Where in this method using streamlining or simplification process to determine the activities within the payroll business process that should be simplified. After doing the process of streamlining, the process of designing the payroll system using system life cycle (SDLC) method. In this study produced a new payroll system that contained a proposed business process and salary management application. Keywords: ISO 9001:2015, Payroll System, Business Process Improvement, Streamlining, System Development Life Cycle.
Perancangan Pengukuran Kinerja Pada Proses Layanan Pengembangan Karir Di Career Development Center Universitas Telkom Dengan Menggunakan Framework Balanced Scorecard Pada Perspektif Customer Medianti Arifia Dewi; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ukuran kinerja layanan merupakan tingkat tercapainya tujuan layanan yang terkait dimana tujuan tersebut dirumuskan dari requirements dari pengguna layanan. Pada saat ini Career Development Center (CDC) telah menerapkan sistem pengukuran kinerja baik pada tingkat institusi, unit kerja, proses, maupun individu. Namun ukuran kinerja yang telah ada belum memenuhi kriteria indicator kinerja yang baik, maka dari itu penelitian ini akan dirancang kembali indikator kinerja sesuai dengan kriterianya dengan menggunakan Balanced Scorecard berfokus pada perspektif customer Perancangan ulang Key Performance Indicator ini dimulai dengan identifikasi masing-masing layanan dan kebutuhan customer serta perumusan tujuan tiap layanan. Tahapan berikutnya dilanjutkan dengan perumusan indicator dan formulanya dan yang terakhir menganalisis akseptabilitas oleh pihak CDC. Hasil dari penelitian ini adalah berupa rancangan Key Performance Indicator yang telah mencakup formula ukuran kinerja dan telah memenuhi tingkat acceptability yang tinggi dan akan diusulkan kepada pihak CDC Universitas XYZ untuk diterapkan dalam operasionalnya sehingga dapat meningkatkan kinerja di setiap layanan agar dapat memenuhi tujuan awal dari layanan itu sendiri. Kata kunci: Acceptability, Balanced Scorecard, Career Development Center, Key Performance Indicator, Ukuran Kinerja
Perancangan Treatment Resiko Pada Proses Pengembangan Produk Indoor Cabinet Berdasarkan Iso 31000:2018 Untuk Memenuhi Klausul 6.1 Iso 9001:2015 Di Pt. Telehouse Engineering Shafira Amanda Umar; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Telehouse Engineering is a national private company engaged in mechanical, electrical and infrastructure manufacturing. PT. Telehouse Engineering has one product line called sheet metal. Sheet metal is produced by the Sheet Metal Strategic Business Unit (SBU). One of the products included in the sheet metal product line is the indoor cabinet. Indoor cabinet is a product that is used as a storage device for a company's electrical device. There are two main processes in the production process of indoor cabinets, namely design (or called engineering) & production planning and fabrication. At present, in the process of developing indoor cabinet products there are several actual conditions that have the potential to be a risk. SBU Sheet Metal PT. Telehouse Engineering has not implemented risk management. This research departs from these conditions, with the intention of designing a risk treatment proposal. This research is carried out by conducting a risk assessment that begins with determining risk criteria, risk identification, risk analysis, and risk evaluation. Based on the results of the risk assessment, there were 9 risks which were divided into low, medium and high categories. The risk that will be given a treatment is high category risk, which is an error in tracing the work process at a work station. Research is continued with risk treatment planning and risk treatment design in the form of a standard operating procedure (SOP). Risk treatment consists of mitigation treatment in the form of work environment arrangement, calculation of cycle time and minimum number of work stations, determination of machine operation, and contingency treatment in the form of staff training and job rolling. Keywords: risk assessment, risk treatment, SOP, fabrication, engineering
Perancangan Standar Operating Procedure (Sop) Audit Internal Sesuai Iso 9001:2015 ( Klausul 9.2), Iso 14001:2015 (Klausul 9.2) Dan Iso 19011:2018 Dengan Mempertimbangkan Resiko Menggunakan Metode Business Process Improvement Di Pt. Telehouse Engineering Ni Putu Tiara Santi Riyani; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT.Telehouse Engineering (TE) merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang bisnis manufaktur mekanikal, elektrikal dan infrastruktur. Salah satu proses bisnis nya yaitu audit internal. Permasalahan terkait proses bisnis audit internal di PT. Telehouse Engineering ini belum melakukan implementasi terhadap ISO 19011:2018, menetapkan risiko serta penanganan nya, melakukan evaluasi dan kompetensi auditor internal, menetapkan metode audit internal dan kurangnya komitmen dari pihak manajemen baik dalam sistem manajemen mutu dan lingkungan. Dalam membuat perancangan SOP audit internal harus melakukan kesesuaian dengan requirement ISO 9001:2015 Klausul 9.2, ISO 14001:2015 Klausul 9.2 dan ISO 19011:2018 menggunakan metode business process improvement pada tahap apply improvement technique Usulan SOP audit internal mutu dan lingkungan ini berupa form detail perencanaan audit internal, form detail program audit, form verifikasi pelaksanaan audit internal, timeline rencana audit internal mutu dan lingkungan, form kesimpulan audit internal mutu dan lingkungan serta prosedur audit internal sistem manajemen mutu dan sistem manajemen lingkungan. Hasil dari perancangan SOP audit internal ini diharapkan dapat membantu perusahaan untuk menjamin efektifitas, efisiensi, kepuasan dari auditee maupun auditor internal serta lebih baik dari sebelumnya dalam kegiatan audit internal kedepannya. Hasil usulan SOP ini telah diverifikasi oleh koordinator quality assurance dari PT.Telehouse Engineering. Kata Kunci: ISO 9001:2015, ISO 14001:2015, ISO 19011:2018, audit internal, requirement, risiko, business process improvement, apply improvement technique, SOP, mutu, lingkungan, PT. Telehouse Engineering Abstract PT. Telehouse Engineering (TE) is a national private company engaged in the mechanical, electrical and infrastructure manufacturing business. One of the business processes is internal audit. Problems related to the internal audit business process at PT. Telehouse Engineering has not yet implemented ISO 19011: 2018, determined its risks and handling, carried out evaluations and competencies of internal auditors, determined internal audit methods and lacked management commitment both in the quality and environmental management systems. In making the design of an internal audit SOP must conform to the requirements of ISO 9001: 2015 Clause 9.2, ISO 14001: 2015 Clause 9.2 and ISO 19011: 2018 using the method of business process improvement at the stage of implementation improvement technique SOP for internal quality and environmental audit in the form of detailed forms internal audit planning, detailed audit program form, verification form of internal audit implementation, quality and environmental internal audit plan timeline, internal quality and environmental audit conclusion form and internal quality management system and environmental management system procedures. The results of the internal audit SOP design are expected to help companies to ensure the effectiveness, efficiency, satisfaction of the auditee and internal auditors and better than before in the future internal audit activities. The results of the proposed SOP have been verified by the quality assurance coordinator of PT. Telehouse Engineering.ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.6, No.2 Agustus 2019 | Page 7169Keywords: ISO 9001: 2015, ISO 14001: 2015, ISO 19011: 2018, internal audit, requirements, risk, business process improvement, apply improvement technique, SOP, quality, environment, PT. Telehouse Engineering
Perancangan Treatment Risiko Pada Proses Produksi Di Cv. Bearpath Untuk Memenuhi Persyaratan Iso 9001:2015 Klausul 6.1 dengan Pendekatan ISO 31000:2018 Rizki Eka Ridani; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract── Based on ISO 9001: 2015 clause 6.1 CV.Bearpath must consider the risks in producing mountain shoes, so as to minimize and reduce the impact of these risks, and can determine the mitigation measures in advance. Therefore the purpose of this study is to carry out a risk assessment based on ISO 31000: 2018 in the mountain shoe production process at CV.Bearpath. The data used in this study are in the form of existing company conditions, internal issues and external issues, and requirements for ISO 9001: 2015 clause 6.1. Based on the risk register results, there are 4 risks that have a medium level and also a high level, 4 risks that require a handling action will be given a risk treatment plan in the form of mitigation planning and contingency planning, but the risk that has a high level will be designed. In this study, the risk that will be designed for treatment is late material purchases that have a high risk level, the design to be carried out in the form of an SOP. The SOP has considered the risk register and the results of the gap analysis. Keywords: ISO 9001: 2015, Production, ISO 31000: 2018, Risk Assessment, Risk Register, Treatment
Perancangan Alat Bantu Untuk Meminimasi Waste Defect Pada Proses Assembly Badan Kerudung Bunga Anak Di Cv Xyz Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Ayu Karina Sari; Wiyono Sutari; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waste didefinisikan sebagai operasi atau aktivitas apapun yang tidak memiliki nilai tambah, dalam penelitian ini terdapat waste defect yang terjadi pada CV XYZ. Waste defect merupakan pemborosan yang terjadi akibat ketidaksesuaian suatu produk. Dalam tiga bulan terakhir diketahui bahwa CV XYZ memiliki permintaan tertinggi pada model kerudung bunga anak. Berdasarkan data target dan realisasi produksi yang terjadi bulan Januari 2019 – Maret 2019 diketahui bahwa target produksi kerudung bunga anak tidak dapat dipenuhi. Salah satu penyebab tidak terpenuhinya target produksi karena ditemukan produk cacat yang melebihi batas toleransi perusahaan sebesar 1%. Produk cacat dengan persentase tertinggi terdapat pada ukuran lingkar muka yang salah. Produk cacat tersebut membutuhkan waktu tambahan untuk dilakukannya proses rework. Berdasarkan penjelasan tersebut penelitian ini berfokus untuk meminimasi produk cacat serta meningkatkan nilai value added dengan menggunakan metode Lean Manufacturing. Tahap awal dalam penelitian ini dilakukan dengan identifikasi diagram fishbone untuk mengetahui akar penyebab terjadinya jenis cacat tersebut. Pengambilan data berupa data existing pada proses produksi kerudungbunga anak yang akan digambarkan dengan Value Stream Mapping (VSM) serta Process Activity Mapping (PAM) yang berfungsi untuk memetakan aliran proses serta mengetahui nilai non value added yang terjadi. Usulan perbaikan yang dilakukan dalam bentuk pokayoke berupa alat bantu. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai alternatif usulan perbaikan untuk meminimasi waste defect yang terjadi pada CV XYZ. Kata Kunci : waste defect, lean manufacturing, value stream mapping, process activity mapping, pokayoke
Perancangan Standard Operating Procedure (Sop) Pengendalian Informasi Terdokumentasi Sesuai Dengan Iso 9001:2015 Dan Iso 14001:2015 Klausul 7.5 Dengan Mempertimbangkan Risiko Menggunakan Metode Business Process Improvement Di Pt.Telehouse Engineering Yunita Putri Gita Mulyandari; Sri Widaningrum; Heriyono Lalu
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- PT.Telehouse engineering merupakan perushaaan swasta yang bergerak di bidang mekanikal, infrastruktur, elektrikal dan infratruktur yang terletak di Ujung Berung Bandung. Perusahaan ini telah memiliki sertifikasi ISO 9001:2015, ISO 14001:2015 dan juga OHSAS 18001:2008. Dalam penerapannya saat ini PT.Telehouse engineering sudah menerapkan integrasi antar ketiganya namun belum tersertifikasi oleh Badan ISO. Penerapannya saat ini perusahaan Telehouse belum mempertimbangkan risiko khususnya pada proses pengendalian informasi terdokumentasi, sehingga pada penelitian ini akan dilakukan perancangan SOP usulan yang mengacu pada kondisi aktual pengendalian informasi terdokumentasi di perusahaan tersebut. Kondisi aktual ini akan dibandingkan dengan klausul 7.5 dari ISO 9001:2015 dan ISO 14001:2015 untuk didapatkan gap analysis. Kemudian kondisi aktual ini akan menjadi inputan dalam risk assessment hingga didapatkan penanganan dari risiko yang dimungkinkan menghambat proses di perusahaan. Hasil gap dan penanganan risiko akan menjadi masukan dalam merancang prosedur usulan dan diperbaiki menggunakan business process improvement khususnya pada tahap apply improvement technique. Hasil dari pengolahan datanya sendiri terdapat 3 gap yang belum dipenuhi oleh perusahaan, serta 2 risiko yang haru dilakukan penanganan. Perancangan proses usulan ini dilakukan dengan menggunakan metode Business Process Improvement karena metode ini dapat memperbaiki proses bisnis baru yang lebih sederhana namun output dari proses tersebut tetaplah optimal. Hasil akhirnya berupa rancangan usulan prosedur pengendalian informasi terdokumentasi dengan memepertimbangkan risiko yang berguna bagi PT.Telehouse engineering. Kata kunci : persyaratan, gap analysis, risk assessment,, informasi terdokumentasi, business process improvement Abstract – PT.Telehouse engineering is a private company engaged in the mechanical, infrastructure, electrical and infrastructure sectors which located in Ujung Berung Bandung. This private company has been certified by ISO 9001: 2015, ISO 14001: 2015 and OHSAS 18001: 2008, and now PT. Telehouse engineering has implemented integration between these standard but has not been certified by the ISO. In its own implementation, the Telehouse company has not considered the risks especially in the control of documented information process, so that in this research will get recommendation SOP design that refers to the actual condition control of documented information in the company. This actual condition will be compared with ISO 9001: 2015 clause 7.5 and ISO 14001: 2015 clause 7.5 to obtain a gap analysis. Then this actual condition will also be input into the risk assessment until the handling of the risk is obtained. The results of the gap and risk management will be input in designing using business process improvement methods, especially in the stage of applying improvement techniques to improve the performance control of documented information in the company. The results of processing the data have 3 and 2 risks that must be treatment. The design of the recommendation process is caaried out using the Business Process Improvement method because this method can improve new business processes that are simpler but the output of the process remains optimal. The end result in this research is a design procedure control of documented information by considering risk that are useful to PT. Telehouse engineering Keywords: requirements, gap analysis, risk assessment, control of documented information, business process improvement