p-Index From 2021 - 2026
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Karimah Tauhid
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kesulitan Siswa Sekolah Dasar Dalam Pengucapan Bahasa Inggris Regina Febriani; Mega Febriani Sya
KARIMAH TAUHID Vol. 1 No. 4 (2022): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v1i4.7817

Abstract

Bahasa memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari untuk mengkomunikasikan gagasan dengan orang lain. Keterampilan berbahasa merupakan materi dasar yang memungkinkan setiap orang mengekspresikan diri tentang perasaan, keinginan, pendapat dan kebutuhan setiap individu. Belajar bahasa Inggris jauh lebih sulit daripada bahasa Indonesia. Selain siswa sendiri memahami arti dari bahasa tersebut, mereka harus mampu menulis dan mengucapkan kata-kata dalam bahasa Inggris sesuai dengan pengucapan bahasa Inggris itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kerumitan yang mengakibatkan kesulitan siswa atau anak-anak ketika belajar Bahasa Inggris. kurang bahasa inggris Banyak orang berpikir bahwa belajar bahasa itu mudah karena mereka mengira kita sudah menggunakan bahasa tersebut setiap hari. Belajar bahasa bukan hanya kemampuan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa tersebut, tetapi juga mengetahui dan memahami arti dari kata-kata atau kalimat yang diucapkan. Saat mempelajari bahasa, khususnya bahasa Inggris, sebagian besar siswa mengalami kesulitan berbicara atau speaking. Kesulitan berbicara biasanya disebabkan oleh kesulitan mengungkapkan pikiran secara lisan, kosa kata yang terbatas, pengetahuan tata bahasa yang terbatas sehingga sulit untuk berbicara sesuai dengan aturan yang benar, kemampuan yang terbatas untuk mengucapkan kata-kata (pronunciation), membuat kata-kata menjadi sulit diucapkan, kurangnya keberanian untuk berbicara. berbicara karena takut salah. Untuk meningkatkan keterampilan berbicara, ada beberapa cara yang sangat efektif, antara lain: Perbanyak perbendaharaan kata (vocabulary), membaca dengan suara keras, mengetahui tata bahasa Inggris dasar, membaca tulisan bahasa Inggris, berbicara bahasa Inggris, mendengarkan lagu bahasa Inggris, menonton film berbahasa Inggris.
Implementasi Dwi Satya dan Dwi Darma dalam Kegiatan Pramuka Siaga Alis Ramdaniati; Nur Zahroul Mawardiyah; Regina Febriani; Annisa Mawardini
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 12 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i12.17568

Abstract

Pramuka adalah organisasi pendidikan nonformal yang bertujuan untuk mendidik kepribadian, karakter, dan keterampilan anak-anak Indonesia melalui kegiatan di alam terbuka. Penelitian ini menyelidiki bagaimana nilai-nilai Dwi Satya dan Dwi Dharma pada anggota Pramuka Siaga kelas 3 di SDN Cibeureum 01. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data yang meliputi observasi dan studi literatur. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa nilai-nilai Dwi Satya, seperti menjalankan kewajiban terhadap Tuhan, negara, dan keluarga, serta berbuat kebaikan setiap hari, diterapkan melalui pembelajaran sederhana, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan anak-anak. Demikian pula, nilai Dwi Dharma, seperti berbakti kepada orang tua serta berani dan tidak putus asa, diterapkan melalui kegiatan harian, simulasi, dan pembiasaan di lingkungan sekolah maupun rumah. Penerapan nilai-nilai ini melibatkan pembina, siswa, dan orang tua secara aktif, menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter anak yang disiplin, bertanggung jawab, dan peduli. Aktivitas seperti menyanyikan lagu kebangsaan, membantu orang tua, dan berbagi dengan teman memperkuat nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan siswa. Dengan pendekatan sistematis dan integratif, penelitian ini menegaskan pentingnya peran Gerakan Pramuka dalam mengembangkan potensi anak dan membentuk Individu yang memiliki karakter luhur dan memberikan dampak baik bagi lingkungan sekitar.
Pendekatan Social Emotional Learning dalam Pengelolaan Kelas: Kajian Komparatif Antara Sekolah Dasar Indonesia dan Thailand Regina Febriani; Zahra Khusnul Latifah; Sobrul Laeli
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 3 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i3.22607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan penerapan pendekatan Social Emotional Learning (SEL) dalam pengelolaan kelas di sekolah dasar Indonesia dan Thailand, dengan fokus pada implementasi komponen SEL, peran guru, serta pengaruh konteks budaya terhadap pengelolaan kelas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif komparatif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru dan siswa di SD Amaliah Indonesia serta Ban Leumuh School Thailand. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan SEL di Thailand lebih berorientasi pada pembiasaan, disiplin, dan nilai moral kolektif, sedangkan di Indonesia lebih menekankan aspek reflektif, komunikatif, dan individual. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kultur masyarakat, kebijakan pendidikan, serta gaya relasi guru–siswa di kedua negara. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya kajian perbandingan pendidikan serta memberikan rekomendasi bagi pengembangan SEL di lingkungan sekolah dasar.