Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

POTENSI SERAPAN KARBON EKOSISTEM MANGROVE DI DESA EYAT MAYANG KABUPATEN LOMBOK BARAT Sari, Diah Permata; Idris, Muhamad Husni; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Anwar, Hairil; Webliana B., Kornelia
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i1.7087

Abstract

Pendataan kondisi biofisik ekosistem mangrove merupakan langkah awal dalam pengelolaan kawasan mangrove yang meliputi data struktur dan komposisi ekosistem mangrove serta potensi serapan karbon.  Data potensi serapan karbon di kawasan ekosistem mangrove Desa Eyat Mayang belum terindentifikasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis potensi serapan karbon di kawasan ekosistem mangrove Desa Eyat Mayang.  Pengumpulan data  menggunakan metode jalur berpetak sebanyak 84 plot. Data dianalisis menggunakan persamaan allometrik.  Hasil penelitian menujukkan bahwa kawasan ekosistem mangrove di Desa Eyat Mayang memiliki potensi biomassa 86,27 ton/ha yang terdiri dari 84% biomassa atas (AGB) dan 16% biomassa bawah permukaan (BGB).  Potensi kandungan karbon mangrove di Desa Eyat Mayang sebesar 40,13 ton/ha dan potensi serapan karbon (CO2) sebesar 147,3 ton/ha.  Kontribusi terbesar biomassa, kandungan karbon dan serapan karbon berasal dari jenis Rhizophora apiculata.
Burned Area Mapping Using ΔBAI-Otsu from Landsat 8 Imagery in Bukit Anak Dara East Lombok Prasetyo, Andrie Ridzki; Valentino, Niechi; Silamon, Rato Firdaus; Idris, Muhamad Husni; Latifah, Sitti; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Pratama, Roni Putra
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4b (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4b.10836

Abstract

Forest and land fires are recurrent in Indonesian tropical mountain savannas and threaten biodiversity, carbon stocks, and local livelihoods, yet spatially explicit burned-area information is still limited. This study aimed to evaluate the performance of the Burn Area Index (BAI) from Landsat 8 OLI–TIRS imagery for mapping the 2024 fire in Bukit Anak Dara, East Lombok. Burned and unburned pixels were classified by applying a two-class Otsu threshold to the ΔBAI histogram for the full scene extent. The resulting burned-area map was validated against high-resolution polygons obtained from visual interpretation of Sentinel-2A imagery and against fire hotspots from the SiPongi+ system. Compared with Sentinel-2A polygons, the ΔBAI–Otsu method produced a burned-area estimate of 275.49 ha versus 318.87 ha from the reference and achieved an overall accuracy of 0.97, precision of 0.94, recall of 0.81, and an F1-score of 0.87. Validation against hotspot data yielded lower performance (overall accuracy 0.87, precision 0.40, recall 0.41, F1-score 0.41), reflecting conceptual and spatial-scale differences between point-based active-fire detections and patch-based burned-area mapping. Burned pixels were concentrated on west–northwest facing slopes dominated by dry savanna, highlighting the role of topography and fuel characteristics in fire spread. Overall, the results therefore indicate that the ΔBAI–Otsu approach is a rapid, transparent, and reproducible tool for post-fire burned-area mapping in tropical mountain ecosystems and has strong potential for routine operational monitoring.
Karakteristik Morfometri dan Relevansinya dengan Banjir pada DAS Nipah dan Malimbu, Lombok Utara Sari, Diah Permata; Idris, Muhamad Husni; Webliana B., Kornelia; Valentino, Niechi; Prasetyo, Andrie Ridzki
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.21251

Abstract

DAS kecil di pulau kecil perlu penanganan khusus karena rentan terhadap banjir akibat dari jarak lintas sungai yang pendek dan respon hidrologi yang cepat. Ada keterkaitan antara karakteristik morfometri DAS dengan banjir, sehingga identifikasi karakteristik morfometri DAS merupakan langkah awal penting dalam pengelolaan DAS. Morfometri DAS merupakan representasi kuantitatif dari bentuk, ukuran, relief, dan konfigurasi jaringan drainase yang berpengaruh terhadap respons hidrologi DAS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik morfometri DAS Nipah dan DAS Malimbu serta mengkaji relevansinya terhadap banjir di Kabupaten Lombok Utara. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan memanfaatkan data DEMNAS resolusi spasial 8 m. Analisis morfometri meliputi parameter luas DAS, panjang DAS, circularity ratio (Rc), bifurcation ratio (Rb), drainage density (Dd), length of overland flow (Lg), texture ratio (Rt), relief ratio (Rr), dan stream frequency (Fs). Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAS Malimbu dan DAS Nipah termasuk kategori DAS sangat kecil dengan luas masing-masing 5,56 km² dan 3,52 km². Kedua DAS memiliki nilai Dd sebesar 3,95 dan 3,93 km/km², nilai Lg rendah (<0,2 km), serta Rt yang termasuk kategori halus, yang menunjukkan jaringan drainase berkembang baik dan tingkat diseksi bentang lahan yang relatif tinggi. Nilai Rc yang rendah (0,44 dan 0,41) menunjukkan bahwa kedua DAS memiliki bentuk cenderung memanjang. DAS Nipah memiliki nilai Fs (30,11 alur/km²), Rt (10,97), dan Rr (0,163) yang lebih tinggi dibandingkan DAS Malimbu, sedangkan DAS Malimbu memiliki nilai Rb lebih tinggi (7,82). Secara keseluruhan, kedua DAS menunjukkan respons hidrologi yang relatif cepat terhadap hujan, namun DAS Nipah memiliki kecenderungan lebih tinggi dalam menghasilkan limpasan permukaan dan debit puncak dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan DAS Malimbu.