Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Tentang Penyakit Scabies Di Pesantren Darul Ihsan Aceh Besar Hafni Zahara; Mansura Feby Amanda; Mhd Hidayatullah; Ananda Alfinura; Reva Putri Diana; Mutia Ifa; Gelva Irayana; Cut Salma; Raudatul Aina; Siti Nazaruddin; Qurratu Annisa; Ertia Ayoni
Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Jompa Research and Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57218/jompaabdi.v2i3.846

Abstract

Penyakit kulit merupakan suatu penyakit yang menyerang pada permukaan tubuh, dan disebabkan oleh berbagai macam penyebab. Penyakit kulit adalah penyakit infeksi di temui hampir di setiap pondok pesantren dan dianggap sebagai penyakit yang tidak berbahaya. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada santri tentang penyakit kulit khususnya scabies, agar santri terhindar dari scabies dan mampu mencegah penularan scabies.  Berdasarkan hasil analisis tingkat pengetahuan santri sebelum mendapatkan pemaparan materi adalah sebanyak 10 santri (45%) memiliki tingkat pengetahuan rendah, dan sebanyak 12 santri (55%) memiliki tingkat pengetahuan tinggi. Tingkat pengetahuan ini meningkat setelah santri mendapatkan pemaparan materi yaitu santri yang memiliki tingkat pengetahuan rendah 5 santri (23%), dan sebanyak 17 santri (77%) memiliki tingkat pengetahuan tinggi. Kegiatan pendidikan kesehatan sangat memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan kepada santri,  kegiatan ini perlu dilakukan secara lebih luas agar menambah pengetahuan santri terkait kesehatan.
KAJIAN HUKUM TENTANG LEGALISASI ABORSI KRIMINAL DARI SUDUT PANDANG HUKUM Gelva Irayana; Ambia Nurdin; Reza Kurnia; Meylissa
Public Health Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spesial Isuee
Publisher : Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/v5y9s260

Abstract

Pertanyaan dalam penelitian ini adalah, pertama, bagaimana legalisasi aborsi bagi mereka yang menjadi korban kejahatan dari sudut pandang hukum. Kedua, bagaimana perlindungan hukum bagi dokter dan pasien yang melakukan aborsi? Temuan dari penelitian ini, pertama, meskipun aborsi merupakan praktik yang dilarang, namun dalam keadaan darurat aborsi dapat dilakukan sepanjang berdampak pada korban. Menyediakan layanan dukungan medis dan psikologis kepada korban aborsi sesuai dengan prosedur hukum yang ditetapkan dalam Bab 6 UU ini. Menjatuhkan pidana denda kepada pelaku sesuai dengan ketentuan Pasal 7 ayat 1 huruf b UU No. 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Hal ini dimungkinkan sesuai dengan Pasal 7 ayat 2 Undang-Undang No. 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, untuk dapat memberikan pelayanan kepada korban kejahatan secara lebih baik dan berkeadilan.