M. Ary Irawan
Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pembuatan Pupuk Kompos Dari Kotoran Sapi Agus Jayadi; M. Ary Irawan; Herman Syah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 5 No. 1 (2024): Juni
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v5i1.3467

Abstract

Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang fungsi dan manfaat pupuk kompos membuat masyarakat masih menggunakan pupuk kimia untuk meningkatkan produksi pertanian. Pupuk kimia jika dibiarkan dalam jangka panjang akan berakibatkan pada terkikisnya mineral tanah sehingga tanah tersebut kurang subur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membantu masyarakat agar dapat mengetahui potensi dan menggunakan bahan sederhana sebagai pupuk untuk meningkatkan hasil pertanian. Melihat kondisi dan lingkungan masyarakat mayoritas tempat diadakannya PKM sebagian besar memiliki hewan ternak seperti kambing dan sapi. Sebagai alternatif pemilihan bahan dasar pembuatan pupuk adalah kotoran sapi. Kelebihan penggunaan pupuk kompos dari kotoran sapi antara lain memperbaiki kerusakan fisik tanah akibat penggunaan pupuk kimia secara berlebihan, memperbaiki sifat-sifat fisika, kimia dan biologi tanah, ramah lingkungan, menambah pendapatan petani, peternak dan meningkatkan kesuburan tanah. Kegiatan ini dilaksanakan di desa Beraim kecamatan praya tengah kabupaten lombok tengah. Metode yang digunakan yaitu pemberian materi dan demonstrasi. Demonstrasi dilakukan dengan melakukan praktik pembuatan pupuk kompos. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat dapat membuat pupuk kompos secara mandiri dengan bahan alami yang ada disekitar lingkungannya serta menambah pengetahuan dan wawasan masyarakat.
Penguatan literasi digital dan kepemimpinan pelatih olahraga sekolah untuk mendukung pembinaan atlet abad ke-21 di kota mataram, provinsi nusa tenggara barat Herman Syah; M. Ary Irawan; Zul Anwar
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Cahaya Mandalika (Abdimandalika) Vol. 7 No. 1 (2026): (In Prosess)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/abdimandalika.v7i1.6643

Abstract

School sports coaches play a strategic role in developing student-athletes capable of meeting the demands of twenty-first-century competencies. However, a preliminary needs assessment involving Physical Education teachers and extracurricular sports coaches in Mataram City, West Nusa Tenggara Province, revealed limited utilization of digital technology for training program design, athlete performance evaluation, team communication, and training data management. Furthermore, coaches' leadership competencies, including collaboration, motivation, decision-making, and digital communication, require continuous improvement to enhance athlete development. This community service program aimed to strengthen digital literacy and leadership competencies among school sports coaches through training, workshops, hands-on practice, and mentoring. The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach consisting of needs assessment, program planning, implementation, mentoring, and evaluation stages. The participants consisted of 35 Physical Education teachers and extracurricular sports coaches from junior and senior secondary schools in Mataram City. Training materials included digital literacy, cloud-based applications for training management, digital media utilization in athlete development, transformational leadership, effective communication, and technology-based training program design. Evaluation results indicated significant improvements in participants' digital literacy and coaching leadership competencies, as reflected in higher post-test scores, increased proficiency in utilizing digital applications, and the successful development of technology-based training programs in participating schools. Overall, the program contributed positively to improving coaches' competencies in managing athlete development through more effective, collaborative, adaptive, and technology-oriented coaching practices aligned with the demands of twenty-first-century sports development.