Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Online Marketing Through Digital Marketing Platform for Micro, Small, and Medium Enterprises Bamboo Craftsmen in Sukolilo Village, Lamongan, East Java Wahidahwati, Wahidahwati; Rahayu, Rika; Zahro, Maratus; Maryam, Dewi; Kirana, Ardilla Ayu
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 6 (2025): JAMSI - November 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2062

Abstract

In the face of increasingly difficult economic challenges, Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs), especially bamboo craftsmen, are faced with the need to sell and market products online in order to survive. Although many products produced by bamboo artisan MSMEs have quality, the limited location far from the city center and the lack of understanding about online sales cause a lack of interest from consumers. Therefore, the purpose of this service program is to provide training and assistance to MSMEs in Sukolilo Village, Lamongan, especially bamboo craftsmen, in using digital marketing strategies by utilizing the Shopee platform. The community service implementation method consists of 4 stages, namely identification, training and mentoring, monitoring and evaluation, and the impact of the community service. The results of the community service found that this digital marketing strategy can provide various benefits, ranging from increasing brand awareness to increasing online sales turnover. The implementation of digital marketing involves the stages of partner surveys, training and mentoring, the creation of social media specifically for MSME Bamboo Craftsmen in Sukolilo Village, Lamongan Regency, and evaluation of the implementation of digital marketing to expand sales reach and maintain business continuity amidst competition and the current sluggish economic conditions. The impact of this community service is that bamboo craftsmen understand the importance of digital marketing.
Paradigma New Public Management (NPM) sebagai Kerangka Reformasi Birokrasi untuk Good Governance di Indonesia Lazuardi, Alvin Herlandy; Wahidahwati, Wahidahwati
Fokus Bisnis Media Pengkajian Manajemen dan Akuntansi Vol. 21 No. 2 (2022): Fokus Bisnis
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/fokbis.v21i2.43

Abstract

Good governance kini telah menjadi kata kunci dalam semua rumusan tujuan  reformasi birokrasi pemerintahan sebagai bagian dari transformasi dan pemanfaatan pemerintahan dalam arti yang seluas-luasnya di Indonesia. Sebagai tujuan, tata pemerintahan yang baik merupakan prasyarat bagi terwujudnya otonomi negara bagian dan daerah dan, menurut Gambhir Bhatta (1996), ditandai dengan tingkat akuntabilitas, transparansi, keterbukaan, dan supremasi hukum yang tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan , Metode studi literatur adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelolah bahan penelitian. Didapatkan hasil  bahwa persyaratan reformasi birokrasi untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik masih termasuk dalam ruang lingkup paradigma ortodoks administrasi baru dalam arti  sempit. Di sisi lain, dapat dikatakan bahwa strategi dan kebijakan yang diambil oleh negara dan pemerintah daerah dalam  sistem pemerintahan terpadu Indonesia memiliki perspektif yang lebih luas dengan mempertimbangkan berbagai keadaan internal dan eksternal.
PENERAPAN PLATFORM DIGITAL MARKETING SHOPEE BAGI UMKM KOTA SURABAYA Wahidahwati, Wahidahwati; Rahayu, Rika; Zahro, Mar’atus; Maryam, Dewi; Kirana, Ardilla Ayu
ADIMAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/adi.v7i2.6684

Abstract

New Normal saat ini memaksa Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk menjual dan memasarkan produknya secara online agar bisa tetap bertahan. Ada banyak UMKM di Kecamatan Asemrowo dengan berbagai produk UMKM, namun pada saat pandemi Covid-19 mengalami penurunan penjualan bahkan mati. Untuk itu tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan UMKM di Kecamatan Asemrowo melalui strategi digital marketing dengan platform shopee. Keuntungan dari strategi digital marketing, mulai dari meningkatkan brand awareness hingga kenaikan omset penjualan secara online. Mitra usaha yakni para pelaku UMKM yang terdiri dari pengusaha makanan yang terus berinovasi dalam memasarkan produk secara digital (Shopee). Kegiatan implementasi digital marketing dilakukan melalui tahapan survei mitra, pelatihan dan pendampingan, pembuatan media sosial bagi UMKM Kecamatan Asemrowo, dan evaluasi atas implementasi virtual marketing untuk memperluas cakupan penjualan dan keberlangsungan usaha di tengah tantangan persaingan dan lesunya perekonomian saat ini.
Sharia Compliance and Islamic Good Corporate Governance: Evidence from BMH East Java Syakura, Abdan; Fidiana, Fidiana; Wahidahwati, Wahidahwati
International Journal of Economics, Management and Accounting (IJEMA) Vol. 3 No. 5 (2025): October
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/ijema.v3i5.355

Abstract

Zakat institutions play a strategic role in socio economic empowerment by collecting and distributing Zakat, Infaq, Sadaqah, and Waqf (ZISWAF) funds to assist underprivileged communities. This study investigates the implementation of Islamic Good Corporate Governance (IGCG) and Sharia compliance at Baitul Maal Hidayatullah (BMH) East Java, focusing on their influence on institutional performance. Adopting a qualitative descriptive approach, data were collected through semi structured in depth interviews with key stakeholders, observations, and document analysis. Findings indicate that Sharia compliance constitutes the core pillar of IGCG, ensuring transparency, accountability, and ethical fund management. Despite minor operational challenges, such as administrative hurdles for certification and variable supervisory engagement, BMH East Java demonstrates robust governance practices that reinforce public trust and improve zakat distribution efficiency. This study provides empirical evidence that IGCG serves not only as a governance framework but also as a strategic tool for enhancing credibility, operational effectiveness, and social impact, offering practical implications for zakat institutions in Indonesia.