Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH PERNIKAHAN DINI TERHADAP KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI DI LINGKUNGAN SOSIAL DAN KELUARGA (STUDI KASUS KECAMATAN SUMBERSARI KABUPATEN JEMBER) Thoifah Manshuroh; Syafiq Riza Hasan Basalamah
SANGAJI: Jurnal Pemikiran Syariah dan Hukum Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Syariah IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/sangaji.v8i1.2663

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kondisi mereka yang melakukan pernikahan dini dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan keluarga, mencari faktor-faktor dan dampak dalam pernikahan dini serta mencari bagaimana penyesuaiannya terhadap lingkungan sosial, keluarga dan keluarga pasangan. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Jawa timur yang menikah usia dini, yaitu pada usia dibawah 19 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik studi kasus sebagai pengumpulan data melalui wawancara dengan subjek penelitian berjumlah lima orang menikah dini, satu orang tokoh masyarakat yakni Kepala KUA Sumbersari. Semua subjek mengungkapkan bahwa meskipun mereka menikah diusia dini, mereka tidak menemukan adanya paksaan dalam proses menikah di usia dini dikarenakan daerah mereka sudah menjadi hal yang biasa dilakukan tetapi pasangan yang menikah dini tentu mengalami proses penyesuaianan yang tidak mudah. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pernikahan dini adalah sebagai berikut: (1) Faktor pendidikan, (2) Faktor ekonomi, (3) Faktor keinginan sendiri, (4) Faktor lingkungan, (5) Faktor orangtua. Adapun dampak dari pernikahan dini adalah sebagai berikut: (1) KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), (2) Perceraian, (3) Ekonomi, (4) Emosi tidak stabil. Adapun penyesuaian terhadap lingkungan sosial dan keluarga sebagai berikut: (1) penyesuaian lingkungan sosial, (2) Penyesuaian pasangan, (3) Penyesuaian dengan keluarga pasangan.
IMPLIKASI PENERAPAN PARENTING TERHADAP KEHARMONISAN KELUARGA: STUDI KASUS PADA JEMAAH KAJIAN MASJID IMAM ASY-SYAFI’I DEPOK Mohamad Adam Mahmudin; Syafiq Riza Hasan
USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/1c9rnx09

Abstract

Parenting refers to the  attitudes, behaviors, and caregiving strategies implemented by parents toward their children. It is a dynamic process subject to change according to the era’s development and the family environment, which plays a vital role in shaping a child’s character and behavior. A lack of parental attention is occasionally caused by work-related busyness, social environmental influences, and a limited understanding of parenting, thereby constraining quality time with the children. This situation is also experienced by  the congregation members of the Imam Asy-Syafi'i Mosque study group in Depok. The study aims to analyze and describe the level of family harmony, the types of parenting styles implemented, the supporting and inhibiting factors, and the Islamic values applied by the congregation members. This research employed a qualitative approach with a case study design, utilizing in-depth interviews and participatory observation. The findings indicate that family harmony is characterized by three primary indicators: fulfilling rights and responsibilities, open communication and positive conflict resolution, and comfort in performing worship and adherence to rules. Furthermore, the applied parentin include democratic, authoritarian, and a combination of the two. Supporting factors encompass spousal support, continuous learning, consistency in implementing rules, and a positive educational and social environment. Conversely, inhibiting factors include a lack of knowledge and patience, inconsistency, and rejection from the child. The Islamic values implemented to enhance family harmony are the early inculcation of Tawhid (monotheism), regular reading of the Qur'an, active participation in religious studies, and providing a good role model.