Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Konsep Community Based Tourism (CBT) Dalam Mendukung Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Novran Juliandri Bhakti
Histeria Jurnal: Ilmiah Soshum dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2023): Histeria: Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan secara rinci implementasi Konsep Community Based Tourism (CBT) Dalam Mendukung Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis kehidupan sosial dengan menggambarkan dunia sosial dari sudut pandang atau interpretasi individu. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini melakukan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pokdarwis Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia telah melakukan perannya sebagai motivator, penggerak, dan agen pariwisata terhadap sistem pelaksanaan Community Base Tourism (CBT) untuk pengembangan wisata di Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia. Adapun peran Pokdarwis Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia dalam pengembangan Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia ada dalam berbagai dimensi, seperti ekonomi, politik, sosial, budaya, dan lingkungan.
Advokasi Kespro dengan Media E-Booklet untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Reproduksi Siswa Ika Sandra; Tiok Wijanarko; Sahrun Nisa; Rintia Rintia; Revitasari Revitasari; Rama Arya Kurniawan; Deva Alfian Tama; Novran Juliandri Bhakti
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i3.802

Abstract

Tingkat literasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja di Kecamatan Tapan masih rendah, didorong oleh tabu sosial dan kurangnya integrasi dalam kurikulum sekolah. Selain itu, terdapat keterbatasan media edukasi yang menarik dan kurangnya kerjasama antara sekolah dan praktisi kesehatan, serta keterbatasan wadah diskusi terstruktur yang menghambat pemahaman mendalam mengenai isu kesehatan reproduksi. Solusi dari permasalah yang dialami oleh remaja di Kecamatan Tapan adalah dengan membuat kegiatan komprehensif yang mampu meningkatkan literasi remaja dengan memanfaatkan akses informasi dan teknologi. Tujuan Pengabdian kepada Masyrakat (PKM) ini untuk meningkatkan literasi remaja dengan memanfaatkan akses informasi dan teknologi tentang kesehatan reproduksi. Metode pendekatan yang digunakan dalam menunjang realisasi kegiatan PKM ini adalah metode sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengintegrasikan kemajuan teknologi. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu kegiatan FGD di sekolah bersama mitra dengan hasil dalam kurikulum di SMAN 1 Basa Ampek Balai perlu ditambahkan adanya program seperti sosialisasi atau advokasi kesehatan reproduksi minimal dilakukan satu kali dalam dua semester. Tahap kedua, kegiatan sosialisasi kespro dengan mitra bidan desa dapat diketahui siswa belum memiliki pengetahuan yang baik mengenai kesehatan reproduksi. Tahap selanjutnya sosialisasi kespro dengan media E-booklet serta mengadakan games dengan topik kesehatan reproduksi. Dengan demikian kegiatan PKM ini sebagai wadah bagi remaja untuk mengenal kesehatan reproduksi dan dapat memahami bahwa kesehatan reproduksi bukan suatu hal yang tabu untuk dibicarakan.
Implementing Alternative Dispute Resolution to Address Student Brawls in Padang Vocational Schools Novran Juliandri Bhakti; Erianjoni Erianjoni; Afriva Khaidir; Delmira Syafrini
Journal of Educational Studies Vol. 3 No. 3 (2025): Desember
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/jes.v3i3.2847

Abstract

Student brawls represent a persistent form of youth violence in Indonesian vocational schools, particularly in Padang City, where conventional punitive approaches have failed to address underlying causes. This study examines the implementation of Alternative Dispute Resolution (ADR) in managing student conflict. Using a qualitative case study design across three vocational schools, data were collected through interviews, observation, and document analysis involving multiple stakeholders. Data analysis followed the interactive model of Matthew B. Miles and A. Michael Huberman, supported by NVivo coding procedures. The findings indicate that student brawls are shaped by the interaction of internal factors (emotional instability, self-recognition, and school prestige) and external factors (peer influence, family environment, senior and alumni roles, and social media). The study also identifies patterned characteristics of violence, including premeditation, strategic timing and location, intergenerational transmission, and the use of sharp weapons. ADR practices—such as mediation, dialogue, and restorative engagement—demonstrate effectiveness in reducing conflict intensity, restoring communication, and preventing recurrence. From a theoretical perspective, the findings are explained through Edwin Sutherland’s Differential Association Theory, which emphasizes that deviant behavior is learned through social interaction, including the transmission of motives, techniques, and rationalizations. The persistence of student brawls reflects the dominance of definitions favorable to violence within peer networks. This study concludes that ADR offers a more sustainable and humanistic approach by addressing the social learning processes underlying student violence, rather than relying solely on punitive control.