Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Advokasi Kespro dengan Media E-Booklet untuk Meningkatkan Literasi Kesehatan Reproduksi Siswa Ika Sandra; Tiok Wijanarko; Sahrun Nisa; Rintia Rintia; Revitasari Revitasari; Rama Arya Kurniawan; Deva Alfian Tama; Novran Juliandri Bhakti
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v6i3.802

Abstract

Tingkat literasi kesehatan reproduksi di kalangan remaja di Kecamatan Tapan masih rendah, didorong oleh tabu sosial dan kurangnya integrasi dalam kurikulum sekolah. Selain itu, terdapat keterbatasan media edukasi yang menarik dan kurangnya kerjasama antara sekolah dan praktisi kesehatan, serta keterbatasan wadah diskusi terstruktur yang menghambat pemahaman mendalam mengenai isu kesehatan reproduksi. Solusi dari permasalah yang dialami oleh remaja di Kecamatan Tapan adalah dengan membuat kegiatan komprehensif yang mampu meningkatkan literasi remaja dengan memanfaatkan akses informasi dan teknologi. Tujuan Pengabdian kepada Masyrakat (PKM) ini untuk meningkatkan literasi remaja dengan memanfaatkan akses informasi dan teknologi tentang kesehatan reproduksi. Metode pendekatan yang digunakan dalam menunjang realisasi kegiatan PKM ini adalah metode sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) dengan mengintegrasikan kemajuan teknologi. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu kegiatan FGD di sekolah bersama mitra dengan hasil dalam kurikulum di SMAN 1 Basa Ampek Balai perlu ditambahkan adanya program seperti sosialisasi atau advokasi kesehatan reproduksi minimal dilakukan satu kali dalam dua semester. Tahap kedua, kegiatan sosialisasi kespro dengan mitra bidan desa dapat diketahui siswa belum memiliki pengetahuan yang baik mengenai kesehatan reproduksi. Tahap selanjutnya sosialisasi kespro dengan media E-booklet serta mengadakan games dengan topik kesehatan reproduksi. Dengan demikian kegiatan PKM ini sebagai wadah bagi remaja untuk mengenal kesehatan reproduksi dan dapat memahami bahwa kesehatan reproduksi bukan suatu hal yang tabu untuk dibicarakan.
Peningkatan Kemampuan Nagari Tanjung Pondok dalam Penggunaan Datafikasi Pendidikan Penunjang SDGs 2030 Junaidi Junaidi; Ika Sandra; Hendrik Heri Sandi; Nurlizawati Nurlizawati; Revitasari Revitasari; Fauzi Ramadhan; Rama Arya Kurniawan
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i2.1088

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) adalah rencana global dalam mencapai kehidupan yang berkelanjutan seperti mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan terciptanya pendidikan berkualitas. Salah satu tujuan SDGs adalah memastikan pendidikan berkualitas yang inklusif dan adil. Indonesia mendukung tujuan ini melalui agenda Pendidikan Berkualitas, yang memiliki urgensi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Namun, kurangnya kecakapan perangkat Nagari dalam memanfaatkan teknologi menjadi kendala. Meski UU No. 6 tahun 2014 mengamanatkan penggunaan sistem informasi desa berbasis IT, ketidakmampuan perangkat Nagari mengancam pembangunan. Solusi dari permasalahan ini adalah internalisasi datafikasi kepada perangkat Nagari melalui program komprehensif yang dirancang tim pengabdian melalui PPNB yang bertempat di Nagari Tanjung Pondok Tapan, Kab Pesisir Selatan. Belum adanya penggunaan sistem informasi berbasis IT di Nagari Tanjung Pondok menjadi alasan tim melakukan pengabdian di Nagari tersebut. Datafikasi sendiri merupakan proses pengubahan informasi, kegiatan, dan aktivitas pendidikan menjadi data yang dapat diukur dan dianalisis. Hasil analisis ini akan dijadikan pertimbangan dalam perumusan kebijakan pendidikan oleh pemerintah guna meningkatkan kualitas pendidikan. Sehingga tujuan dalam pengabdian ini adalah mengenalkan konsep datafikasi kepada perangkat Nagari Tanjung Pondok melalui sosialisasi dan pelatihan. Selain itu Pre-Post test juga digunakan dalam mengukur tingkat pemahaman perangkat Nagari sebelum dan setelah sosialisasi dilaksanakan. Hasil dari pre-post test di dapatkan persentase sebesar 71% peningkatan pemahaman datafikasi oleh perangkat Nagari. Ini mengindikasikan bahwa perangkat Nagari sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai datafikasi.
Pious Neoliberalism and the Rise of Middle-Class Muslim Education in West Sumatra Ika Sandra; Rama Arya Kurniawan; Muhammad Alfian; Muhammad Rizki Alvarizi; Gigieh Cahya Permady
Academy of Education Journal Vol. 17 No. 2 (2026): Academy of Education Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/aoej.v17i2.3649

Abstract

The rapid growth of modern Islamic boarding schools in Indonesia reflects a significant transformation in the relationship between religion, education, and contemporary social aspirations. While previous studies have predominantly examined Islamic education through the perspectives of institutional transformation, educational marketization, and parental school choice, limited attention has been given to understanding how Muslim middle-class families negotiate religious aspirations alongside neoliberal educational values. This study aims to examine the rise of Islamic boarding schools in West Sumatra through the perspective of pious neoliberalism, focusing on how families construct Islamic education as a strategy for producing pious, disciplined, and socially competitive children. This study employs a qualitative case study approach conducted in two modern Islamic boarding schools in West Sumatra, namely Ar-Risalah and Nurul Ikhlas. Data were collected through semi-structured interviews with parents, school leaders, and teachers, as well as direct observations of institutional practices. The data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and SaldaƱa. The findings reveal three interrelated dimensions of the emergence of pious neoliberal educational aspirations among Muslim middle-class families. First, Islamic boarding schools are perceived as controlled moral environments that protect children from contemporary social risks and cultivate religious discipline. Second, Islamic education has shifted into a form of long-term educational investment through which families seek to accumulate religious, cultural, and academic capital for future social mobility. Third, modern Islamic boarding schools contribute to the formation of an ideal Muslim subject who combines Islamic morality with academic achievement, global competencies, and competitiveness. This study argues that neoliberalism does not necessarily diminish the role of religion within education; rather, it reshapes religious aspirations by integrating piety with values of self-improvement, educational investment, and social distinction. The findings contribute to broader discussions on the neoliberal transformation of education, Muslim middle-class formation, and the changing nature of Islamic educational aspirations in contemporary societies.