Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pusat Polisi Militer TNI Dalam Menangani Pelanggaran Hukum di Lingkungan TNI Arif Ramdani; Budi Supriyatno; Ade Reza Hariyadi; Veithzal Rivai Zainal; Aziz Hakim
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8673

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis: a) peran Pusat Polisi Militer TNI dalam menangani pelanggaran hukum di lingkungan TNI serta tingkat efektivitasnya; b) kendala utama yang dihadapi Pusat Polisi Militer TNI dalam penegakan hukum militer; dan c) strategi optimalisasi peran Pusat Polisi Militer TNI dalam penegakan hukum militer. Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Dalam penelitian ini penulis melakukan wawancara dengan 10 orang key informan yang terdiri dari informan internal (Satuan Penegakkan Hukum, Satuan Tindak Pidana Militer dan Umum, Satuan Tindak Pidana Khusus) dan informan eksternal (akademisi, praktisi hukum, tokoh masyarakat, dan aktivis HAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) Peran Pusat Polisi Militer TNI dalam menangani pelanggaran hukum di lingkungan TNI dilaksanakan melalui tiga fungsi utama yaitu fungsi preventif, preemptif, dan represif. Fungsi preventif dilaksanakan melalui penyuluhan hukum, pemantauan disiplin satuan, dan sistem peringatan dini namun belum optimal karena keterbatasan SDM dan jangkauan geografis. Fungsi preemptif dilakukan melalui pemeriksaan urine acak, konseling, dan program mentor-mentee namun masih lemah karena keterbatasan kapasitas intelijen. Fungsi represif telah berjalan sesuai prosedur dengan tingkat penyelesaian perkara mencapai 88% (15 dari 17 perkara), namun masih terhambat oleh keterlambatan pelimpahan perkara, lamanya pengusulan Penasehat Hukum, ketergantungan pada pihak eksternal untuk forensik, dan perbedaan persepsi antara penyidik dan oditur. b) Kendala utama yang dihadapi meliputi tiga kategori: keterbatasan sumber daya manusia (kekurangan 5 personel penyidik atau 42% dari DSPP), keterbatasan sarana dan prasarana (ketiadaan laboratorium forensik internal dan ruang tahanan sendiri), serta tantangan struktur organisasi dan koordinasi kelembagaan (tidak adanya jalur komando vertikal dengan Polisi Militer Angkatan). c) Strategi optimalisasi peran Puspom TNI harus dilaksanakan melalui tiga pilar utama yaitu penguatan sumber daya manusia, modernisasi sarana dan prasarana, serta reformasi struktur organisasi dan koordinasi kelembagaan yang diimplementasikan secara bertahap.
Pengabdian Masyarakat Internasional: Studi Pelaksanaan Festival Russia in the Heart of Indonesia di MAN 9 Jakarta Timur Ade Reza Hariyadi; Saefudin Zuhri; Sari Ningsih; Kiky Setyawati; Pretty Failasufa Aziza; Anisa Pramitasari; Achmad Sulistyono; Catarina Cori; Daria Starkova; A. Petukhova A. Petukhova
Jurnal PKM Manajemen Bisnis Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal PKM Manajemen Bisnis
Publisher : Perhimpunan Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/pkmb.v6i2.1962

Abstract

This international community service activity represents a concrete form of educational diplomacy, positioning academic engagement as a medium for the exchange of knowledge, values, and culture between nations. Unlike locally oriented programs, international-based service initiatives facilitate direct interaction among educational institutions, lecturers, university students, and secondary school students from diverse cultural backgrounds. This activity was conducted at MAN 9 East Jakarta on October 20, 2025, by lecturers and students from Universitas Krisnadwipayana in collaboration with the Embassy of the Russian Federation. The program involved all students of MAN 9 East Jakarta as participants. The service method was implemented in three main stages: pre-activity preparation, activity implementation, and post-activity evaluation. The program focused on introducing the Russian language, culture, and education system through interactive presentations and discussions. The results indicate a significant increase in students’ understanding of Russian studies, as reflected in their enthusiasm and active participation throughout the sessions. Direct engagement with international academic representatives provided a meaningful global learning experience and stimulated students’ interest in pursuing higher education and international collaboration. Institutionally, this initiative strengthened the role of the Faculty of Administrative Sciences, Universitas Krisnadwipayana, as a facilitator of internationally oriented community service and reinforced sustainable cooperation with Ural State Pedagogical University. Student involvement also contributed to the development of organizational and intercultural competencies.