Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN APLIKASI QRIS SEBAGAI METODE TRANSAKSI DI KOTA KUPANG Indah Rosari Banoet; Hendrik Toda; David Wilfrid Rihi; Jacob Wadu
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i1.1725

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan persepsi masyarakat Kota Kupang terhadap penggunaan QRIS di tengah pertumbuhan transaksi digital nasional 37% (2023-2024) dan lonjakan pengguna lokal dari 10.741 menjadi 81.263 (2021-2024), namun terhambat literasi digital di wilayah timur Indonesia. Tujuan penelitian menganalisis korelasi antara persepsi (X) dan penggunaan QRIS (Y). Pendekatan kuantitatif deskriptif diterapkan pada 82 responden dari empat klaster generasi menggunakan kuesioner Likert 5 poin, diuji validitas (r hitung 0,715-0,978 > r tabel 0,217) dan reliabilitas (Cronbach's Alpha 0,981), dianalisis dengan SPSS melalui korelasi Pearson. Hasil menunjukkan persepsi positif dominan (skor 5: 51,62%; setuju/sangat setuju: 67,27%), penggunaan netral-positif (adopsi 68,3%; skor 5: 39,27%), dengan korelasi sangat signifikan (Sig. 0,000). Generasi Z paling menerima QRIS. Penelitian menyimpulkan persepsi positif mendorong adopsi QRIS, merekomendasikan sosialisasi literasi digital bagi generasi tua guna percepatan inklusi keuangan.
Aksesibilitas Penyandang Disabilitas Mendapatkan Pelayanan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Manggarai Tarsisius Adythia Weong; Jacob Wadu; Theny I. B. K. Pah; Belandina L. Long
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i2.2232

Abstract

Aksesibilitas pelayanan administrasi kependudukan merupakan hak dasar penyandang disabilitas yang harus dipenuhi melalui penyelenggaraan pelayanan publik yang inklusif. Namun, pelaksanaan pelayanan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Manggarai masih menghadapi berbagai kendala aksesibilitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis aksesibilitas penyandang disabilitas dalam memperoleh pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Manggarai. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan terdiri atas pejabat dan pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, satu aktivis pemerhati disabilitas, serta lima penyandang disabilitas yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas pelayanan belum optimal ditinjau dari aspek ketersediaan, keamanan, kemudahan, dan kenyamanan akibat keterbatasan fasilitas aksesibel, belum tersedianya petugas yang menguasai bahasa isyarat, belum adanya prosedur evakuasi yang inklusif, serta belum tersusunnya standar operasional pelayanan khusus bagi penyandang disabilitas. Penelitian menyimpulkan bahwa peningkatan infrastruktur, kompetensi petugas, serta kebijakan dan standar pelayanan yang inklusif diperlukan untuk mewujudkan pelayanan administrasi kependudukan yang setara bagi penyandang disabilitas.
Pengelolaan Bendung Konga sebagai Pemasok Air Bagi Pertanian di Desa Konga Kecamatan Titehena Kabupaten Flores Timur Agnes Stefani Koten; Jacob Wadu; David Wilfrid Rihi
Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Maret: Dewantara : Jurnal Pendidikan Sosial Humaniora
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/dewantara.v5i1.7353

Abstract

Sustainable reservoir management plays an essential role in ensuring the availability of irrigation water for agricultural development, particularly in regions that depend on surface water resources. This study aims to analyze the management of Konga Dam as a water supplier for agriculture in Konga Village, Titehena District, East Flores Regency based on four management dimensions: planning, utilization, controlling, and maintenance. This study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through field observations, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source, technique, and time triangulation. The findings indicate that the management of Konga Dam involves the Nusa Tenggara II River Basin Agency, the Public Works and Spatial Planning Office of East Nusa Tenggara Province, the Public Works Office of East Flores Regency, dam operational officers, water gate operators, Water User Farmers Associations, the village government, and local communities. Nevertheless, management effectiveness remains constrained by weak institutional coordination, unequal water distribution, limited supervision, and irregular infrastructure maintenance. The study concludes that sustainable management of Konga Dam requires stronger institutional governance, improved stakeholder coordination, and active community participation to ensure equitable and sustainable irrigation water distribution.
Evaluasi Penerapan Aplikasi Sehat Indonesiaku di Puskesmas Nagi Kecamatan Larantuka Ririn Kurnia Anu Payong; Jacob Wadu; Delila Anggelina Nahak Seran; Aspri Budi Oktavianto
OPTIMAL Jurnal Ekonomi dan Manajemen Vol. 6 No. 2 (2026): Juni: OPTIMAL: Jurnal Ekonomi dan Manajemen
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/optimal.v6i2.10940

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of the Sehat Indonesiaku Application (ASIK) in immunization services at Puskesmas Nagi, Larantuka District. This research employed a descriptive qualitative approach using observation, interviews, and documentation as data collection techniques. Informants included the head of the health center, health workers, application administrators, and community members. Data were analyzed using the Miles and Huberman model, while program evaluation referred to William Dunn’s six indicators: effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and accuracy. The findings indicate that ASIK has supported digital recording and reporting of immunization services since 2023. However, its implementation has not been optimal due to several constraints, including limited digital skills of health workers, unstable internet connectivity, limited application features, slow system access during peak service hours, and administrative issues related to the National Identification Number (NIK). These challenges result in double recording and non-real-time data entry, contributing to the low basic immunization coverage rate of 57.8%, which remains below the national target of 95%. Overall, ASIK has provided benefits in supporting the digitalization of immunization services, yet improvements in infrastructure, human resources, and system integration are necessary to achieve optimal immunization coverage targets.